TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com — Jenazah pria berinisial W (warga Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya) yang nekat melompat dari Jembatan Cirahong akhirnya tiba di Kamar Mayat RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya, Sabtu (23/5/2026) siang sekira pukul 12.50 WIB.
Kedatangan mobil ambulans yang membawa jasad korban langsung disambut isak tangis histeris dari pihak keluarga dan sejumlah rekan kerja korban yang telah setia menunggu sejak siang di area fasilitas medis tersebut.
Jenazah korban dievakuasi secara ketat oleh tim gabungan yang terdiri dari Ambulans RSUD, personel BPBD Kota Tasikmalaya, Tim Unit Identifikasi Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota, serta jajaran Pamapta Polres Tasikmalaya Kota. Begitu tiba, jasad W langsung dipindahkan ke ruang tindakan Kamar Jenazah untuk dilakukan proses visum luar dan pemeriksaan penunjang.
Berdasarkan pantauan langsung di lokasi rumah sakit, kondisi fisik luar jasad korban saat dikeluarkan dari kantong jenazah terpantau masih dalam keadaan utuh, meski sempat hanyut sejauh tiga kilometer di aliran Sungai Citanduy.
Petugas medis mengidentifikasi adanya sejumlah luka fisik di tubuh korban, di antaranya luka robek terbuka di bagian kepala, serta luka lecet kemerahan di area lengan sekitar sikut sebelah kanan dan kiri yang diduga akibat benturan material sungai.
Diberitakan sebelumnya, operasi SAR kemanusiaan berskala besar lintas wilayah ini akhirnya membuahkan hasil pada hari kedua pencarian. Jasad korban berhasil dievakuasi oleh petugas gabungan pada Sabtu (23/5/2026) pagi sekira pukul 10.33 WIB setelah terlihat mengapung di kawasan perairan Leuwi Patat.
Titik penemuan tersebut secara administratif masuk ke wilayah Kelurahan Linggasari, Kabupaten Ciamis, atau berjarak kurang lebih tiga kilometer dari Jembatan Cirahong yang menjadi lokasi awal korban melompat pada Jumat pagi kemarin.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis, Ani Supiani, membenarkan perihal penemuan jasad korban yang sempat menggegerkan warga perbatasan tersebut.
“Betul, di hari kedua operasi pencarian intensif, tim SAR gabungan berhasil menemukan korban yang diduga mengakhiri hidup dengan cara meloncat dari Jembatan Cirahong. Tim menemukan jasadnya di sekitar Leuwi Patat dalam kondisi sudah meninggal dunia,” terang Ani Supiani.
Menurut Ani, derasnya karakteristik arus bawah Sungai Citanduy pasca-diguyur hujan lebat pada Jumat sore menjadi faktor utama tubuh korban terseret cukup jauh dari lokasi awal jatuhnya korban.
Proses evakuasi dari dasar sungai sempat berjalan dramatis karena terjalnya topografi tebing pembatas di sekitar Leuwi Patat. Demi keselamatan kru dan meminimalisir risiko medan yang ekstrem, tim gabungan memutuskan untuk tidak menarik jasad korban ke atas tebing wilayah Manonjaya (Tasikmalaya).
Petugas memilih menyeberangkan jenazah ke titik landai yang berada di Leuwi Bulak Biru, wilayah Ciamis, sebelum akhirnya dimasukkan ke dalam ambulans menuju RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya.
Dengan tibanya jenazah di rumah sakit dan diserahkannya barang bukti kepada pihak keluarga, operasi SAR gabungan resmi dinyatakan ditutup. Pihak kepolisian dari Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota kini tengah berfokus melakukan penyelidikan lebih lanjut guna mengungkap motif pasti di balik aksi nekat yang dilakukan oleh korban.