Jadwal SIM Keliling Polres Tasikmalaya Kota Hari Ini, Kamis, 3 September 2026
Program SIM keliling menjadi salah satu upaya kepolisian dalam meningkatkan pelayanan publik yang lebih cepat dan mudah dijangkau.
Disarankan:
Dalam pencalonannya, Karim mengusung visi memperkuat UMKM, mempercepat transformasi digital, memperluas akses pasar dan pembiayaan, serta menjadikan KADIN sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Muhammad Abdul Karim resmi mengembalikan formulir pendaftaran sebagai bakal calon Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Tasikmalaya periode 2026-2031.
Dalam pencalonannya, Karim membawa sejumlah gagasan strategis untuk memperkuat dunia usaha, mulai dari mendorong UMKM naik kelas hingga mempercepat transformasi digital di Kota Tasikmalaya.
Pengembalian berkas pendaftaran dilakukan di Kantor KADIN Kota Tasikmalaya, Kecamatan Cibeureum, Rabu (2/9/2026). Kehadiran Karim turut didampingi sejumlah perwakilan organisasi dan asosiasi pelaku usaha, di antaranya Asosiasi Pengusaha Konstruksi Indonesia (Aspekindo), Gapeksindo, Gapensi, AKLI, PHI/IWAPI, serta HIPMI.
Karim menegaskan bahwa keikutsertaannya dalam bursa calon Ketua KADIN bukan sekadar untuk meraih jabatan. Ia ingin mendorong lahirnya pembahasan yang lebih luas mengenai masa depan dunia usaha di Kota Tasikmalaya yang saat ini menghadapi berbagai tantangan baru.
Menurutnya, perubahan perilaku konsumen, perkembangan teknologi digital, akses pembiayaan, perluasan pasar, hingga persaingan ekonomi global menuntut pelaku usaha untuk beradaptasi lebih cepat.
“Tantangan dunia usaha hari ini sudah berbeda. Persaingan tidak hanya terjadi antar pelaku usaha di Tasikmalaya, tetapi sudah masuk pada persaingan regional, nasional bahkan global,” ujar Karim.
Karena itu, ia menilai KADIN harus bertransformasi menjadi organisasi yang lebih responsif terhadap kebutuhan anggotanya dan mampu memberikan manfaat nyata bagi dunia usaha.
Salah satu fokus utama yang diusung Karim adalah memperkuat daya saing produk lokal dan membantu pelaku UMKM agar mampu berkembang ke level yang lebih tinggi.
Ia menilai Kota Tasikmalaya memiliki potensi besar dari sektor usaha mikro, kecil, dan menengah yang selama ini menjadi salah satu penggerak ekonomi daerah. Namun, potensi tersebut perlu didukung dengan akses pasar yang lebih luas, pendampingan usaha, serta pemanfaatan teknologi digital.
"Jangan sampai kita hanya menjadi pasar. Kita harus mampu menjadi pemain. Produk-produk Tasikmalaya harus semakin kuat, usaha mikro dan kecil harus naik kelas, pengusaha muda harus mendapatkan ruang, dan jejaring bisnis harus diperluas,” tegasnya.
Karim juga menyoroti pentingnya peran KADIN sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah dan dunia usaha. Menurutnya, banyak aspirasi pelaku usaha yang perlu dikonsolidasikan dan diterjemahkan menjadi rekomendasi kebijakan yang konkret.
Ia berharap KADIN tidak hanya menjadi organisasi yang aktif menggelar kegiatan seremonial, tetapi juga mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi pelaku usaha.
“Peran KADIN bukan hanya membuat kegiatan atau forum. Yang lebih penting adalah bagaimana aspirasi dunia usaha bisa dikonsolidasikan dan diterjemahkan menjadi rekomendasi kebijakan yang konkret,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Karim juga menyinggung pentingnya Sensus Ekonomi 2026 sebagai dasar penyusunan kebijakan ekonomi yang lebih tepat sasaran.
Menurutnya, data yang akurat mengenai kondisi dunia usaha akan membantu pemerintah maupun KADIN dalam merumuskan program yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha di lapangan.
Karim menilai hasil sensus tersebut harus dimanfaatkan sebagai pijakan untuk memperkuat ekosistem bisnis dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
Jika terpilih menjadi Ketua KADIN Kota Tasikmalaya, Karim berkomitmen menjalankan sejumlah program prioritas yang berorientasi pada peningkatan daya saing pelaku usaha.
Beberapa program yang menjadi fokusnya antara lain:
1. Mendorong UMKM naik kelas dan lebih kompetitif.
2. Mempercepat transformasi digital pelaku usaha.
3. Membuka akses pasar baru di tingkat nasional maupun internasional.
4. Memperkuat akses pembiayaan dan investasi.
5. Meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pelaku usaha.
6. Membangun kemitraan yang kuat antara usaha besar dan UMKM.
Menurut Karim, pertumbuhan ekonomi daerah tidak dapat bertumpu pada satu sektor saja. Seluruh elemen dunia usaha harus saling terhubung dalam sebuah ekosistem yang sehat dan berkelanjutan.
“Kita punya banyak pengusaha hebat, produk unggulan, kreativitas, dan sumber daya manusia yang potensial. Persoalannya adalah bagaimana semua potensi itu bisa terkoneksi. Di sinilah KADIN harus mengambil peran,” ujarnya.
Menjelang Musyawarah Kota (Mukota) V KADIN Kota Tasikmalaya, Karim berharap proses pemilihan tidak hanya berfokus pada siapa yang akan menjadi ketua, tetapi lebih menitikberatkan pada gagasan dan program yang ditawarkan untuk kemajuan dunia usaha.
Menurutnya, kepemimpinan KADIN lima tahun ke depan harus mampu menjawab tantangan ekonomi yang semakin kompleks sekaligus membuka peluang baru bagi para pelaku usaha di Kota Tasikmalaya.
“Yang harus kita bicarakan bukan hanya siapa yang menjadi ketua. Yang lebih penting adalah apa yang akan kita kerjakan selama lima tahun ke depan dan apa manfaatnya bagi dunia usaha Tasikmalaya,” pungkasnya.
Program SIM keliling menjadi salah satu upaya kepolisian dalam meningkatkan pelayanan publik yang lebih cepat dan mudah dijangkau.
Kehadiran layanan samsat keliling ini merupakan komitmen pemerintah dalam mendekatkan pelayanan pajak kendaraan langsung ke masyarakat.
Bayi berjenis kelamin laki-laki ditemukan selamat di sebuah rumah kosong di Perum Mutiara Citra, Kelurahan Sukamajukidul, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, Rabu (2/9/2026) siang.