TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Dampak kemarau panjang yang melanda wilayah Priangan Timur tidak hanya mengubah lanskap alam, tetapi juga mulai memukul sektor ekonomi sektor wisata. Penurunan debit air yang signifikan di objek wisata Situ Gede, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, berimbas langsung pada merosotnya penghasilan para penyedia jasa sewa perahu motor di kawasan tersebut.
Sejak sekitar satu bulan terakhir, air di danau legendaris ini terus menyusut dan membuat area perairan menjadi dangkal. Akibat keterbatasan ruang gerak ini, aktivitas wisata air menjadi sangat terbatas. Para pemilik perahu wisata mengaku terpukul karena omzet harian mereka terjun bebas.
Salah seorang penyedia jasa sewa perahu di Situ Gede, Diky (34), mengungkapkan bahwa situasi surutnya air ini sangat mencekik mata pencaharian utamanya.
"Sangat berdampak pastinya untuk kami. Nominal dari pendapatan harian bisa turun drastis hingga 75 persen dibandingkan saat kondisi air sedang normal," ujar Diky saat ditemui di kawasan Situ Gede, Rabu (15/7/2026) pagi.
Diky memaparkan bahwa luas area danau yang bisa diarungi oleh perahu motor kini semakin sempit. Banyak titik di dasar danau yang mulai mencuat ke permukaan dan menjadi dangkal, sehingga sangat berbahaya jika dipaksakan untuk dilintasi perahu wisata.
"Biasanya kalau di hari Minggu atau hari libur ramai, perahu saya bisa melayani sampai sepuluh putaran mengitari danau. Sekarang, bahkan sering sama sekali tidak ada yang narik dalam sehari," keluhnya.
Jika memaksakan perahu tetap berlayar di tengah kondisi perairan dangkal, risiko kerugian yang dihadapi para pemilik perahu justru jauh lebih besar. Lambung kapal rawan membentur batuan dasar danau. Lebih parah lagi, jika baling-baling atau komponen mesin perahu rusak akibat tersangkut lumpur dan batu, mereka harus merogoh kocek dalam dan membawanya ke luar daerah untuk perbaikan.
"Kalau air surut seperti ini risikonya lebih besar. Takut terkena batu di dasar danau. Kalau sampai mesinnya rusak, perbaikannya repot karena harus dibawa jauh ke wilayah Pangandaran," kata Diky.
Meski mengalami penurunan tajam, Diky mengakui sesekali masih ada wisatawan yang nekat ingin merasakan sensasi naik perahu, walau jumlahnya bisa dihitung dengan jari. Untuk menyiasati sepinya tarikan perahu selama satu bulan terakhir, ia kini memilih lebih fokus mengelola usaha warung lesehan miliknya di pinggir situ demi menopang roda ekonomi keluarga.
Terkait tarif penyeberangan, Diky menjelaskan bahwa harga sewa perahu motor di Situ Gede masih dipatok normal. Jika rombongan pembeli berjumlah lima orang ke atas, tarif yang dikenakan adalah Rp 10.000 per orang.
Namun, jika jumlah penumpang di bawah lima orang, berlaku sistem tarif borongan seharga Rp 50.000 untuk satu kali putaran dengan durasi perjalanan wisata air sekitar 15 menit.