Ikuti Kami :

Disarankan:

Kenali Dunia Jurnalistik, Siswa SMA Islam Tarbiyatul Ummah Belajar Jadi Jurnalis dan Presenter Bersama IJTI Galuh Raya

Jumat, 02 Oktober 2026 | 22:13 WIB
Kenali Dunia Jurnalistik, Siswa SMA Islam Tarbiyatul Ummah Belajar Jadi Jurnalis dan Presenter Bersama IJTI Galuh Raya
Kenali Dunia Jurnalistik, Siswa SMA Islam Tarbiyatul Ummah Belajar Jadi Jurnalis dan Presenter Bersama IJTI Galuh Raya. Foto: Istimewa

Dengan pengalaman belajar langsung dari praktisi media, siswa SMA Islam Tarbiyatul Ummah diharapkan semakin percaya diri untuk bertanya, menggali informasi, dan menghasilkan karya.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com — Puluhan siswa SMA Islam Tarbiyatul Ummah mendapat kesempatan mengenal lebih dekat dunia jurnalistik melalui pelatihan dasar jurnalistik bersama Ketua IJTI Galuh Raya sekaligus jurnalis Metro TV, Yosep Trisna, Jumat (2/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula SMA Islam Tarbiyatul Ummah tersebut tidak hanya memberikan pemahaman mengenai dasar-dasar jurnalistik, tetapi juga mengajak siswa mempraktikkan langsung keterampilan berbicara di depan kamera.

Pelatihan diikuti siswa kelas X, XI, dan XII, termasuk anggota Ekstrakurikuler Jurnalistik dan Multimedia. Mereka mendapat kesempatan belajar langsung dari praktisi media yang sehari-hari terlibat dalam proses peliputan di lapangan.

Dalam penyampaian materi, Yosep mengajak para siswa memahami berbagai dasar jurnalistik, mulai dari mengenali informasi yang memiliki nilai berita, menggali informasi, menyusun berita, hingga memahami tahapan dalam proses peliputan.

Setelah mendapatkan materi, siswa kemudian diajak mempraktikkan kemampuan berbicara di depan kamera. Mereka mencoba menjadi presenter dalam simulasi liputan untuk melatih keberanian, kemampuan berkomunikasi, sekaligus membangun kepercayaan diri.

Suasana pelatihan pun berlangsung interaktif. Para siswa terlihat aktif mengajukan pertanyaan dan mencoba teknik berbicara di depan kamera. Praktik tersebut menjadi pengalaman langsung bagi siswa untuk mengenal salah satu tahapan penting dalam produksi konten jurnalistik televisi.

Ketua IJTI Galuh Raya Yosep Trisna mengatakan, pengenalan jurnalistik sejak bangku sekolah dapat membantu membangun keberanian siswa dalam menggali sekaligus menyampaikan informasi.

“Pelatihan seperti ini penting untuk mengenalkan dunia jurnalistik kepada siswa sejak dini. Jurnalistik bukan hanya tentang bagaimana membuat berita, tetapi juga bagaimana mencari, mengolah, dan menyampaikan informasi secara benar dan bertanggung jawab. Kami berharap melalui kegiatan ini, siswa semakin berani untuk bertanya, menggali informasi, berbicara di depan kamera, dan menghasilkan karya-karya jurnalistik yang positif,” katanya.

Menurut Yosep, perkembangan teknologi dan media digital juga membuka ruang yang luas bagi siswa untuk menghasilkan berbagai karya. Namun, kesempatan tersebut perlu diimbangi dengan pemahaman mengenai etika jurnalistik serta kemampuan melakukan verifikasi terhadap informasi sebelum disebarluaskan kepada publik.

Ia menilai kemampuan memeriksa kebenaran informasi semakin penting di tengah derasnya arus informasi digital. Karena itu, siswa tidak hanya dituntut mampu membuat konten, tetapi juga memahami tanggung jawab ketika menyampaikan informasi kepada orang lain.

Apresiasi terhadap kegiatan tersebut disampaikan Ketua Yayasan SMA Islam Tarbiyatul Ummah, H. Otong Koswara. Ia berharap pengetahuan yang diperoleh siswa dari pelatihan dapat diterapkan dalam berbagai kegiatan di lingkungan sekolah.

"Kami berharap para siswa bisa menyerap ilmu yang disampaikan oleh Ketua IJTI Galuh Raya. Nantinya, ilmu jurnalistik dan televisi yang didapatkan dapat diimplementasikan dalam berbagai kegiatan di lingkungan sekolah. Kami juga berharap pemanfaatan teknologi dapat dilakukan secara lebih efektif melalui penyajian konten-konten yang kreatif, edukatif, dan memberikan manfaat bagi siswa maupun masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, keterampilan jurnalistik yang diperoleh siswa dapat terus dikembangkan melalui Ekstrakurikuler Jurnalistik dan Multimedia. Siswa dapat menuangkan kemampuan tersebut dalam berbagai bentuk karya, mulai dari tulisan, foto, video, hingga konten jurnalistik lainnya.

Lebih dari sekadar keterampilan teknis, pelatihan jurnalistik juga menjadi sarana untuk mengasah kemampuan berpikir kritis. Siswa dilatih melakukan observasi, menggali informasi, menyusun fakta, serta menyampaikan gagasan secara menarik dan bertanggung jawab.

Dengan pengalaman belajar langsung dari praktisi media, siswa SMA Islam Tarbiyatul Ummah diharapkan semakin percaya diri untuk bertanya, menggali informasi, dan menghasilkan karya. Kemampuan tersebut dapat menjadi bekal bagi siswa untuk lebih kritis dalam menerima informasi sekaligus bijak dalam menyebarkannya di tengah perkembangan media digital.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement