Ikuti Kami :

Disarankan:

Longsor di Selacai Ciamis Putus Jalan Kabupaten dan Saluran Irigasi Nanggela

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 15:25 WIB
Longsor di Selacai Ciamis Putus Jalan Kabupaten dan Saluran Irigasi Nanggela
Longsor di Selacai Ciamis Putus Jalan Kabupaten dan Saluran Irigasi Nanggela. Foto: Istimewa

BPBD Ciamis menduga longsor dipicu rembesan air dari saluran irigasi yang berada di atas tebing.

CIAMIS, NewsTasikmalaya.com — Bencana tanah longsor yang terjadi di Dusun Cinutup, Desa Selacai, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, Sabtu (3/10/2026) dini hari, menyebabkan akses jalan kabupaten terputus dan merusak Saluran Irigasi Nanggela yang selama ini mengairi lahan pertanian di sejumlah wilayah.

Longsor dilaporkan terjadi sekitar pukul 05.00 WIB dan diterima oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis pada pukul 05.52 WIB. Lokasi yang terdampak merupakan jalur alternatif penghubung Kawali–Sukadana–Cisaga melalui kawasan Gardu, yang selama ini menjadi salah satu akses penting bagi masyarakat.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ciamis, Ani Supiani, menjelaskan bahwa longsor diduga dipicu oleh rembesan air dari Saluran Irigasi Nanggela yang berada tepat di atas tebing. Air yang meresap ke dalam tanah diduga mengurangi kestabilan lereng hingga akhirnya menyebabkan pergerakan tanah.

"Diduga itu ada kebocoran di irigasi, di saluran irigasi. Saluran irigasinya kebetulan berada di atas jalan, di tebing itu. Mungkin karena sedang musim kekeringan, tanah biasanya mengalami belah-belah atau retakan. Kebocoran irigasi menyebabkan air terserap ke bawah sehingga tanah menjadi labil," ujar Ani.

Berdasarkan hasil asesmen awal, tebing yang longsor memiliki panjang sekitar 100 meter, lebar 35 meter, dan kedalaman mencapai 20 meter. Material longsoran kemudian menghantam dan memutus badan jalan kabupaten yang berada di bawahnya.

Kerusakan pada ruas jalan diperkirakan mencapai panjang 50 hingga 100 meter dengan lebar sekitar 2,5 meter dan kedalaman longsoran mencapai 10 meter. Akibatnya, kendaraan tidak dapat melintas melalui jalur tersebut.

Meski akses utama terputus, masyarakat masih dapat menggunakan sejumlah jalur alternatif. Untuk kendaraan bertonase besar, BPBD menyarankan menggunakan jalur Hayawang atau memanfaatkan jalur nasional dan akses menuju Rajadesa.

Saat ini, BPBD Kabupaten Ciamis telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) serta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) guna mempercepat penanganan dampak bencana. Dinas PU juga berencana mengerahkan alat berat untuk membersihkan material longsoran, meskipun proses tersebut masih menunggu kondisi lokasi yang lebih aman.

Selain pemulihan akses jalan, perbaikan Saluran Irigasi Nanggela menjadi prioritas utama. Pasalnya, saluran tersebut berfungsi mengairi area persawahan di sejumlah desa yang tersebar di Kecamatan Ciamis, Sukadana, dan Cipaku.

"Secepatnya akan dilaksanakan perbaikan irigasi tersebut karena mengairi sawah di beberapa desa, mulai dari Kecamatan Ciamis, Sukadana, dan Cipaku," kata Ani.

BPBD juga masih melakukan pendataan terhadap luas lahan pertanian yang terdampak, sekaligus menghitung kebutuhan rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur yang rusak akibat bencana tersebut.

Menurut Ani, ada kemungkinan Saluran Irigasi Nanggela harus direlokasi karena kondisi di lokasi saat ini dinilai tidak lagi aman untuk pembangunan kembali. Kajian teknis dan koordinasi lintas instansi masih diperlukan sebelum langkah penanganan permanen dilakukan.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun masyarakat diimbau untuk sementara waktu menghindari area longsoran dan menggunakan jalur alternatif hingga proses penanganan selesai.

 

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement