Ikuti Kami :

Disarankan:

Kesaksian Ketua RT di Cipedes Tasikmalaya Soal Pabrik Uang Palsu: Pemilik Orang Cilacap, Warga Tak Curiga

Selasa, 25 Agustus 2026 | 19:04 WIB
Watermark
Kesaksian Ketua RT di Cipedes Tasikmalaya Soal Pabrik Uang Palsu: Pemilik Orang Cilacap, Warga Tak Curiga. Foto: Kristian.

Ketua RT 02 RW 02 Cipedes, Yulinas, membeberkan kesaksian penggerebekan pabrik uang palsu di wilayahnya. Percetakan milik pendatang asal Cilacap tersebut telah lama berdiri dan warga tak menaruh curiga (25/8/2026).

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Pengungkapan kasus pabrik uang palsu oleh Polres Metro Jakarta Barat di Jalan Cipedes, Kelurahan Cipedes, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, membuat warga sekitar kaget. Warga tidak menyangka usaha percetakan yang telah lama berdiri di lingkungan mereka ternyata menjadi tempat pembuatan belasan ribu lembar uang palsu.

Ketua RT 02 RW 02 Kelurahan Cipedes, Yulinas, menceritakan detik-detik saat jajaran kepolisian mendatangi lokasi percetakan tersebut pada 16 Agustus 2026 lalu.

Yulinas mengungkapkan bahwa penggerebekan bermula ketika sejumlah petugas kepolisian mendatangi wilayahnya dan langsung berkoordinasi dengan pengurus RW setempat.

"Kalau masalah itu kan RW yang tau, dan iya. Kalau permasalahnya kata RW itu pembikinan uang palsu. Kalau Pak RW langsung masuk sama polisi. Dan saya nanyain ke pak RW sebetulnya, katanya pembuatan uang palsu," kata Yulinas saat ditemui di rumahnya, Selasa (25/8/2026) sore.

Saat penggerebekan berlangsung, Yulinas dan warga setempat mengaku tidak menaruh curiga sama sekali. Aktivitas petugas yang masuk ke dalam bangunan percetakan dikira kegiatan biasa.

"Engga ada yang curiga. Kalau yang dilihat mah yang dimasukin ke dalam percetakaan itu satu orang," ucapnya.

Mengenai sosok yang diamankan petugas dari dalam percetakan, Yulinas mengaku tidak mengetahui pasti apakah orang tersebut merupakan karyawan atau pemilik toko. Namun, berdasarkan informasi dari warga, petugas mengamankan alat percetakan dan memasang garis polisi di lokasi.

"Selain orang yang dibawa, denger dari warga yang diambil itu percetakannya, pas lihat ke dalam emang digaris polisi, tapi waktu diambil saya gak tau," terangnya.

Lebih lanjut, Yulinas membeberkan bahwa pemilik usaha percetakan tersebut bukan merupakan warga asli setempat, melainkan pendatang dari Jawa Tengah.

"Pemiliknya bukan orang sini asli, dia pendatang, dia orang Cilacap," jelas Yulinas.

Ia menambahkan, keberadaan usaha percetakan tersebut sebenarnya sudah berdiri sejak lama, dimulai dari bangunan toko berukuran kecil. Warga tidak pernah mencurigai adanya aktivitas ilegal pembuatan uang palsu di dalam tempat usaha tersebut.

"Sudah lama usaha, waktu tokonya masih kecil saya tau, dari dulunya. Engga curiga itu suka dibuatkan untuk uang palsu," tegasnya.

Pasca-kejadian penggerebekan dan penyitaan oleh pihak kepolisian, tempat usaha percetakan tersebut tampak tutup dan tidak beroperasi lagi.

Tahap Cetak Awal Uang Palsu di Cipedes

Sebelumnya, penggerebekan di Cipedes Tasikmalaya ini merupakan bagian dari pengungkapan sindikat uang palsu jaringan lintas daerah oleh Polres Metro Jakarta Barat. Polisi menyita total 15.610 lembar uang palsu pecahan Rp100.000 serta mengamankan 11 orang tersangka.

Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Nasriadi, menyebutkan bahwa lokasi di Cipedes Tasikmalaya difungsikan para pelaku untuk tahap awal produksi pencetakan uang palsu sebelum dilipatgandakan di Banyumas.

"Uang palsu ini diproduksi di salah satu tempat di Tasikmalaya, tepatnya di Cipedes, Kecamatan Cipedes. Kami menyita barang bukti berupa mesin yang digunakan untuk membuat,” kata Kombes Pol Nasriadi.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement