Ikuti Kami :

Disarankan:

Kisah Haru di Banjar: 3 Kali Tertabrak Motor Saat Ngarit, Pak Marcuk Dapat Bantuan Rp57 Juta dari KDM

Kamis, 28 Mei 2026 | 20:46 WIB
Kisah Haru di Banjar: 3 Kali Tertabrak Motor Saat Ngarit, Pak Marcuk Dapat Bantuan Rp57 Juta dari KDM
Kisah Haru di Banjar: 3 Kali Tertabrak Motor Saat Ngarit, Pak Marcuk Dapat Bantuan Rp57 Juta dari KDM. Foto: Egit Nurfajrin.

Rabu, 27 Mei 2026 menjadi momen emas yang tidak akan pernah terlupakan seumur hidup bagi Pak Marcuk, seorang lansia bersahaja asal Desa Mekarharja, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar. Di balik kesehariannya yang sunyi sebagai peternak kecil, tersimpan kisah perjuangan hidup mahaberat yang ia lalui dengan segudang kesabaran.

BANJAR, NewsTasikmalaya.com — Rabu, 27 Mei 2026 menjadi momen emas yang tidak akan pernah terlupakan seumur hidup bagi Pak Marcuk, seorang lansia bersahaja asal Desa Mekarharja, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar. Di balik kesehariannya yang sunyi sebagai peternak kecil, tersimpan kisah perjuangan hidup mahaberat yang ia lalui dengan segudang kesabaran.

Momen penuh haru dan tetesan air mata ini membuncah sesaat setelah pelaksanaan salat Id berjamaah di Desa Mekarharja, Kota Banjar. Guberur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang hadir di lokasi, mulanya maju ke depan mimbar untuk menyapa para jemaah sekaligus memaparkan sejumlah proyeksi program kerja Pemerintah Provinsi Jawa Barat ke depan.

Namun, di tengah jalannya sambutan, atensi ribuan jemaah mendadak senyap dan terenyak ketika pria yang akrab disapa KDM itu memanggil Pak Marcuk untuk naik ke depan mimbar. Seperti karakteristiknya yang humanis, KDM pun mulai melempar pertanyaan santai seputar aktivitas dan menyelisik dapur kehidupan sang lansia.

Dengan guratan wajah polos dan nada bicara sederhana, Pak Marcuk menjawab bahwa saban hari dirinya menyambung hidup dengan cara "ngarit" atau mencari rumput liar demi memberi makan 13 ekor domba peliharaannya.

Suasana di area tempat ibadah tersebut mendadak berubah menjadi rona keharuan yang mendalam saat Pak Marcuk menceritakan dinamika getir yang dialaminya di jalanan. Ia mengaku, selama melakoni pekerjaan sebagai pencari rumput di tepi jalan, dirinya sudah tiga kali bernasib malang akibat tertabrak oleh sepeda motor yang melintas.

Meski berulang kali dihantam kecelakaan dan bertaruh nyawa di jalanan, lansia tangguh ini mengaku tidak pernah mendendam atau menyerah. Ia memilih melipat semua kepahitan itu dengan rasa sabar yang tebal demi bisa merawat hewan ternak sekaligus mencukupi kebutuhan pangan harian keluarganya.

Mendengar untaian kalimat jujur dan determinasi tinggi dari Pak Marcuk, KDM tampak sangat tersentuh secara emosional. Ia menegaskan di hadapan publik bahwa buah dari keikhlasan, kesabaran, dan cucuran keringat Pak Marcuk selama ini akhirnya dibayar tunai oleh Tuhan melalui jalan yang tidak disangka-sangka.

Spontanitas kebaikan pun terjadi. Di hadapan ribuan pasang mata jemaah yang memadati lokasi, KDM secara langsung menggelontorkan bantuan dana stimulan pribadi sebesar Rp50 juta kepada Pak Marcuk.

Aksi kepedulian yang diinisiasi oleh KDM ini seketika memicu efek domino kebaikan. Sejumlah pejabat dari jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang turut hadir di lokasi salat Id spontan tergerak untuk ikut menyisihkan donasi tambahan, hingga akumulasi total bantuan yang mendarat ke tangan Pak Marcuk menembus angka fantastis, yakni Rp57 juta.

Detik-detik penyerahan segepok uang tunai tersebut langsung disambut dengan gemuruh tepuk tangan riuh serta isak tangis haru dari para jemaah yang menyaksikan. Banyak warga lokal ikut memanjatkan doa dan merasa bahagia, melihat perjuangan sunyi seorang peternak lansia di kampung mereka akhirnya mendapat apresiasi dan mukjizat ekonomi yang begitu besar.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement