Ikuti Kami :

Disarankan:

Kisah Unik Pagi Hari di Mako Damkar Tasikmalaya: Petugas Evakuasi Kalung Aluminium Tebal yang Bikin Kucing Sesak

Kamis, 08 Oktober 2026 | 08:52 WIB
Kisah Unik Pagi Hari di Mako Damkar Tasikmalaya: Petugas Evakuasi Kalung Aluminium Tebal yang Bikin Kucing Sesak
Kisah Unik Pagi Hari di Mako Damkar Tasikmalaya: Petugas Evakuasi Kalung Aluminium Tebal yang Bikin Kucing Sesak.

Warga Cihideung mendatangi Mako Damkar Kota Tasikmalaya (8/10/2026) untuk menolong kucing yang sesak akibat terjerat kalung aluminium tebal. Petugas berhasil mengevakuasinya dalam 8 menit.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com — Pemandangan unik dan menyentuh hati mewarnai Markas Komando (Mako) Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Tasikmalaya pada Kamis (8/10/2026) pagi.

Seorang warga Jalan Seladarma (sekitar Masjid Al-Amin), Kelurahan Yudanegara, Kecamatan Cihideung, Bapak Ihsan, mendatangi Mako Damkar bersama istri dan anaknya. Mereka datang sembari menggendong seekor kucing liar yang terus mengeong kesakitan.

Usut punya usut, kucing tersebut bukanlah hewan peliharaan keluarga Ihsan. Kucing tersebut mendadak datang sendiri ke rumahnya sekira pukul 03.00 WIB dini hari dan terus mengeong tanpa henti seolah meminta pertolongan.

Laporan penyelamatan non-kebakaran (non-fire rescue) tersebut diterima oleh Regu 2 Damkar Kota Tasikmalaya pada pukul 07.40 WIB. Tanpa mengulur waktu, proses evakuasi langsung dilakukan di Mako Damkar.

Koordinator Lapangan (Korlap) Damkar Kota Tasikmalaya, Hendrik Setiana, membenarkan adanya aksi penyelamatan satwa tersebut setelah warga mendatangi markasnya.

"Menurut keterangan pelapor, kucing itu datang jam 3 pagi dan mengeong terus. Entah dari mana asalnya. Pas dicek, ternyata kalung di lehernya sangat tebal hingga membuat kucing sesak dan kesakitan. Karena bingung cara melepasnya, pelapor membawa kucing itu ke Mako Damkar," ujar Hendrik, Kamis (8/10/2026).

Hendrik mengungkapkan, proses pemotongan kalung tidak berjalan begitu saja. Tantangan utama terletak pada material kalung yang terbuat dari bahan aluminium tebal serta ruang gerak kucing yang terbatas.

"Kalungnya cukup tebal, jadi kami harus ekstra hati-hati saat memotongnya agar leher kucing tidak terluka. Kami potong perlahan sesuai Standard Operating Procedure (SOP) penyelamatan hewan. Alhamdulillah, dalam waktu 8 menit kalung berhasil dilepas," jelasnya.

Proses evakuasi yang dimulai pukul 07.40 WIB tersebut rampung sepenuhnya pada pukul 07.48 WIB. Setelah rantai kalung terlepas, kucing malang tersebut langsung tampak tenang dan tidak lagi mengeong kesakitan.

"Alhamdulillah, begitu kalungnya terlepas, kucingnya langsung tenang dan tidak mengeong seperti menahan sakit lagi," pungkas Hendrik.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement