Ikuti Kami :

Disarankan:

Konsumsi Listrik Jawa Barat Tembus 50,04 TWh, Sektor Bisnis Tumbuh 9,6 Persen

Rabu, 21 Oktober 2026 | 14:14 WIB
Konsumsi Listrik Jawa Barat Tembus 50,04 TWh, Sektor Bisnis Tumbuh 9,6 Persen
Konsumsi Listrik Jawa Barat Tembus 50,04 TWh, Sektor Bisnis Tumbuh 9,6 Persen. Foto: Istimewa

PLN UID Jawa Barat mencatat penjualan listrik mencapai 50,04 TWh selama Januari–September 2026, tumbuh 6,28 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

BANDUNG, NewsTasikmalaya.com – Konsumsi listrik di Jawa Barat terus meningkat seiring berkembangnya aktivitas ekonomi dan dunia usaha. PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Barat mencatat penjualan tenaga listrik mencapai 50,04 terawatt hour (TWh) selama Januari hingga September 2026.

Angka tersebut tumbuh 6,28 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang tercatat sebesar 47,08 TWh. Peningkatan ini terutama didorong oleh kenaikan kebutuhan listrik dari sektor bisnis dan industri.

Data PLN UID Jawa Barat menunjukkan, sektor bisnis mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 9,6 persen, dari 7,62 TWh menjadi 8,35 TWh. Sementara itu, sektor industri meningkat 7,17 persen, dari 19,22 TWh menjadi 20,60 TWh.

Adapun konsumsi listrik sektor rumah tangga tumbuh 4,06 persen, dari 17,59 TWh menjadi 18,31 TWh.

Ketiga sektor tersebut menyumbang 94,44 persen dari total penjualan tenaga listrik di Jawa Barat. Sisanya berasal dari sektor sosial, pemerintahan, layanan khusus, dan traksi.

General Manager PLN UID Jawa Barat, Muhammad Joharifin, menilai peningkatan konsumsi listrik menjadi salah satu indikator positif bergeraknya aktivitas ekonomi di wilayah tersebut.

“Pertumbuhan konsumsi listrik ini menjadi salah satu cerminan bergeraknya aktivitas ekonomi di Jawa Barat. Bagi PLN, hal ini bukan sekadar peningkatan penjualan energi, tetapi juga menunjukkan semakin besarnya kebutuhan dunia usaha dan masyarakat terhadap pasokan listrik yang andal,” ujar Joharifin dalam keterangan tertulis, Rabu (21/10/2026).

Menurutnya, PLN terus memastikan kesiapan infrastruktur dan kualitas pelayanan agar pasokan listrik mampu mendukung produktivitas masyarakat serta pertumbuhan ekonomi daerah.

Konsumsi Listrik Pelanggan Bisnis dan Industri Meningkat

Pertumbuhan konsumsi listrik juga terlihat pada kelompok pelanggan bisnis berskala besar. Hingga September 2026, konsumsi listrik kelompok pelanggan tersebut mencapai 3.651 gigawatt hour (GWh), naik 253 GWh atau 7,46 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kenaikan ini mencerminkan perkembangan aktivitas usaha dan layanan komersial di Jawa Barat. Ketersediaan listrik yang andal menjadi faktor penting untuk menjaga kelancaran operasional, meningkatkan produktivitas, dan mendukung ekspansi usaha.

Sektor industri turut menunjukkan tren pertumbuhan yang kuat. Konsumsi listrik pada sejumlah kelompok pelanggan industri mencapai 19.388 GWh, meningkat 1.285 GWh atau 7,09 persen secara tahunan.

Industri kertas menjadi penyumbang pertumbuhan konsumsi terbesar dengan tambahan 249,62 GWh. Berikutnya, industri besi, baja, dan logam mencatat tambahan 237,82 GWh, disusul industri makanan dan minuman sebesar 187,97 GWh.

Peningkatan di berbagai subsektor tersebut menunjukkan besarnya kebutuhan energi untuk mendukung kegiatan produksi dan pengolahan. Bagi pelaku industri, kontinuitas pasokan listrik berperan penting dalam menjaga efisiensi dan produktivitas.

Karawang Catat Pertumbuhan Tertinggi

Pertumbuhan penjualan listrik juga terjadi di berbagai wilayah Jawa Barat. Hingga September 2026, Karawang mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 10,30 persen.

Posisi berikutnya ditempati Indramayu dengan pertumbuhan 9,22 persen dan Sumedang sebesar 8,59 persen.

Tren tersebut memperlihatkan meningkatnya kebutuhan energi listrik di sejumlah daerah, sejalan dengan perkembangan kegiatan ekonomi dan produktivitas masyarakat.

Untuk mengantisipasi kenaikan kebutuhan tersebut, PLN UID Jawa Barat terus memperkuat kesiapan sistem kelistrikan melalui pemeliharaan jaringan secara intensif, peningkatan kapasitas infrastruktur, serta optimalisasi pengelolaan sistem distribusi.

Langkah ini dilakukan untuk menjaga keandalan pasokan sekaligus memastikan sistem kelistrikan mampu mengimbangi pertumbuhan kebutuhan listrik dari pelanggan rumah tangga, bisnis, maupun industri.

Joharifin menegaskan, PLN berkomitmen menghadirkan layanan kelistrikan berkualitas sebagai bagian dari dukungan terhadap pembangunan ekonomi Jawa Barat.

“Setiap peningkatan kebutuhan listrik adalah tanggung jawab yang harus kami jawab dengan kesiapan dan pelayanan terbaik. Seluruh insan PLN terus bekerja menjaga keandalan pasokan, memperkuat infrastruktur, dan memastikan listrik hadir untuk mendukung aktivitas masyarakat serta produktivitas dunia usaha,” tutup Joharifin.

Dengan pertumbuhan penjualan listrik sebesar 6,28 persen, PLN berharap keandalan pasokan dan penguatan infrastruktur kelistrikan dapat terus menopang perkembangan bisnis, industri, serta aktivitas ekonomi masyarakat di Jawa Barat.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin