TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Kabar gembira bagi pecinta otomotif. Kota Tasikmalaya akan segera memiliki sirkuit khusus drag bike dan drag race hasil kolaborasi Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kota Tasikmalaya dengan pihak swasta.
Ketua Pengurus Cabang IMI Kota Tasikmalaya, H. Tantan Shadir Soniawan, memastikan pembangunan sirkuit tersebut tengah berjalan dan ditargetkan dapat digunakan pada tahun ini.
Sirkuit drag race roda empat dan drag bike roda dua itu dibangun di kawasan Mahendra, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya. Trek balap memiliki panjang 201 meter dengan luas lahan sekitar 20 hektare. Selain lintasan balap lurus, area tersebut juga akan dilengkapi fasilitas off-road dan grass track.
Menurut Shadir, pembangunan sirkuit ini merupakan langkah strategis untuk mengakomodasi minat masyarakat yang gemar balapan agar lebih aman dan terkontrol.
“Sirkuit ini dibuat untuk mengakomodir keluhan rekan-rekan yang sering melakukan balap liar. Kami berharap ini menjadi solusi untuk mengurangi balap liar di jalan umum,” ujar Shadir saat dikonfirmasi, Selasa (24/2/2026).
Ia menambahkan, proses pembangunan saat ini sudah memasuki tahap pengerukan dengan dukungan alat berat dari pemilik lahan, Haji Hendra. “InsyaAllah kita usahakan selesai tahun ini dan bisa langsung digunakan,” katanya optimistis.
Shadir menegaskan, pembangunan sirkuit tidak melibatkan anggaran Pemerintah Kota Tasikmalaya. Seluruh dukungan berasal dari pihak pemilik lahan Mahendra yang bekerja sama dengan IMI Kota Tasikmalaya.
Ia berharap kehadiran sirkuit ini dapat menarik promotor dari luar daerah untuk menggelar event drag race dan drag bike di Tasikmalaya, sehingga berdampak positif pada sektor ekonomi dan pariwisata.
“Ini angin segar untuk pecinta otomotif. Mudah-mudahan bisa mendatangkan event dari luar kota,” ujarnya.
Selain menyediakan wadah resmi, IMI Kota Tasikmalaya juga berencana berdiskusi dengan komunitas yang kerap terlibat balap liar agar beralih ke sirkuit resmi.
Shadir menegaskan, jika masih ada pebalap resmi yang kedapatan melakukan balap liar, IMI tidak segan memberikan sanksi tegas. “Kalau ada pebalap drag lurus yang kedapatan balap liar, akan kami cabut keanggotaannya,” tegasnya.
Di sisi lain, IMI juga sempat berkoordinasi dengan pihak Lanud Wiriadinata untuk memanfaatkan landasan sebagai lokasi balapan sementara selama Ramadan. Namun, rencana tersebut terkendala karena landasan tengah dalam tahap perbaikan.
Ke depan, IMI berencana berkoordinasi dengan Wakil Wali Kota Tasikmalaya dan Kapolres guna mencari solusi penyelenggaraan event yang aman dan tertib.
Dengan hadirnya sirkuit drag bike dan drag race di Kawalu, diharapkan Kota Tasikmalaya memiliki fasilitas balap resmi yang mampu menekan aksi balap liar sekaligus mendorong pertumbuhan olahraga otomotif di daerah.