Ikuti Kami :

Disarankan:

Lansia Diduga ODGJ Mengamuk Pakai Kapak di Banjaranyar Ciamis, 2 Polisi dan 1 Warga Terluka Sabetan Sajam

Rabu, 21 Oktober 2026 | 11:56 WIB
Lansia Diduga ODGJ Mengamuk Pakai Kapak di Banjaranyar Ciamis, 2 Polisi dan 1 Warga Terluka Sabetan Sajam
Lansia Diduga ODGJ Mengamuk Pakai Kapak di Banjaranyar Ciamis, 2 Polisi dan 1 Warga Terluka Sabetan Sajam.

Pria lansia berinisial A (60) diduga mengamuk menggunakan kapak di Cigayam, Banjaranyar, Ciamis, Selasa (20/10/2026) malam, melukai 2 polisi dan 1 warga sebelum meninggal di RS.

CIAMIS, NewsTasikmalaya.com – Insiden berdarah terjadi di Dusun Pagadungan, Desa Cigayam, Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis, Selasa (20/10/2026) malam. Seorang pria lanjut usia berinisial A (60) diduga mengamuk menggunakan senjata tajam jenis kapak hingga mengakibatkan dua anggota kepolisian dan seorang warga mengalami luka sabetan.

Berdasarkan informasi awal yang dihimpun, peristiwa tragis ini bermula pada Selasa sore saat terduga pelaku A menganiaya seorang warga bernama Iwan dengan sabetan senjata tajam. Aksi pembacokan tersebut diduga dipicu oleh rasa tidak terima A setelah mendapat teguran dari korban.

Usai kejadian, warga setempat langsung melarikan Iwan ke Puskesmas Pamarican untuk mendapatkan penanganan medis. Khawatir pelaku kembali mengamuk dan membahayakan keselamatan umum, warga melaporkan insiden itu ke Polsek Banjarsari.

Warga bersama petugas juga meminta bantuan Pos Pemadam Kebakaran (Damkar) untuk membantu proses pengamanan dan evakuasi terhadap A yang bersembunyi di bagian loteng rumahnya.

Kapolres Ciamis AKBP Eko Iskandar membenarkan adanya insiden penyerangan tersebut. Menurut Eko, pelaku diduga memiliki riwayat gangguan kesehatan jiwa (ODGJ).

"Petugas dari Polsek Banjarsari mendatangi lokasi untuk menangani situasi dan berupaya membujuk pria tersebut agar turun dari tempat persembunyiannya," kata AKBP Eko Iskandar saat dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (21/10/2026).

Detik-Detik Penyerangan Membabi Buta dan Evakuasi Petugas

Dalam upaya penanganan di lapangan, kepolisian berkoordinasi dengan petugas pemadam kebakaran guna mengevakuasi pelaku dari area atas loteng.

Namun, situasi mendadak mencekam dan memanas saat A berhasil diturunkan. Pria paruh baya tersebut secara mengejutkan mengamuk dan menyerang secara membabi buta menggunakan kapak ke arah kerumunan warga serta petugas gabungan di lokasi.

Serangan brutal tersebut mengenai personel kepolisian dan warga yang berada di barisan terdepan evakuasi.

"Akibatnya, dua anggota kepolisian dan seorang warga mengalami luka akibat sabetan senjata tajam," ujar Eko.

Berdasarkan keterangan medis awal, kondisi ketiga korban sabetan saat ini dilaporkan dalam keadaan stabil. Kendati demikian, salah seorang anggota kepolisian harus menjalani tindakan operasi pada bagian tangan akibat luka robek yang cukup dalam. Sementara itu, korban dari warga yang mengalami luka pada bagian wajah masih memerlukan perawatan intensif.

Pelaku Dimassa dan Meninggal Dunia di Rumah Sakit

Aksi penyerangan tersebut sempat memicu kepanikan dan kemarahan massa di sekitar lokasi kejadian hingga situasi menjadi tidak terkendali. Pelaku A menjadi sasaran amukan warga sebelum akhirnya berhasil diamankan dan dilarikan ke rumah sakit.

Namun, nyawa pelaku tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia saat tengah menjalani tindakan medis darurat di rumah sakit.

Hingga berita ini diturunkan, jajaran Satreskrim Polres Ciamis dan Polsek Banjarsari masih melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), reka ulang kejadian, serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi guna mendalami kronologi pasti peristiwa tersebut.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin