Ikuti Kami :

Disarankan:

LSI Denny JA Soroti Jumsih Bupati Herdiat, Kebersihan Jadi Gerakan Bersama di Ciamis

Senin, 28 September 2026 | 11:03 WIB
LSI Denny JA Soroti Jumsih Bupati Herdiat, Kebersihan Jadi Gerakan Bersama di Ciamis
LSI Denny JA Soroti Jumsih Bupati Herdiat, Kebersihan Jadi Gerakan Bersama di Ciamis. Foto: Istimewa

Jumsih dinilai sebagai upaya membangun kesadaran bersama dalam menjaga kebersihan lingkungan.

CIAMIS, NewsTasikmalaya.com – Gerakan Jumat Bersih (Jumsih) yang dipimpin langsung Bupati Ciamis Herdiat Sunarya mendapat perhatian dari Direktur Eksekutif Citra Komunikasi LSI Denny JA, Toto Izul Fatah. 

Menurutnya, Jumsih tidak hanya menjadi kegiatan kerja bakti rutin, tetapi juga mencerminkan upaya membangun kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Pandangan tersebut dituangkan Toto dalam tulisannya berjudul “Bupati Herdiat dan Jumat Bersih: Politik Kebersihan untuk Ciamis ASRI”.

Dalam tulisannya, Toto menilai berbagai penghargaan yang telah diraih Kabupaten Ciamis di bidang kebersihan dan pengelolaan lingkungan tidak membuat pemerintah daerah berpuas diri. 

Sebaliknya, upaya menjaga kebersihan terus didorong secara berkelanjutan melalui berbagai program dan gerakan di masyarakat.

Salah satu capaian yang disoroti adalah penghargaan internasional The 6th ASEAN Environmentally Sustainable Cities Award yang diraih Kabupaten Ciamis pada September 2025 dalam kategori Clean Land for Small Cities atau kota kecil dengan lahan terbersih.

Menurut Toto, penghargaan tersebut merupakan hasil dari proses panjang yang melibatkan kepemimpinan pemerintah daerah, kerja aparatur, serta partisipasi aktif masyarakat.

Ia juga menyoroti data Kementerian Lingkungan Hidup yang mencatat penurunan volume sampah yang dikirim ke tempat pemrosesan akhir (TPA) di Ciamis, dari sekitar 45 truk per hari pada 2019 menjadi sembilan truk per hari pada 2024. Selain itu, Kabupaten Ciamis disebut telah mengembangkan ratusan TPS3R dan bank sampah berbasis masyarakat.

"Inilah salah satu sikap yang patut diapresiasi dari Bupati Herdiat. Yaitu keberaniannya untuk tidak menjadikan penghargaan sebagai alasan untuk beristirahat. Ia menyadari piala dapat dipajang, tetapi kebersihan harus terus diperjuangkan setiap hari," tulis Toto.

Jumsih Libatkan Berbagai Elemen Masyarakat

Toto juga menyoroti pelaksanaan Gerakan Jumat Bersih yang digelar pada Jumat, 18 September 2026. Dalam kegiatan tersebut, Bupati Herdiat memimpin langsung apel bersama sebelum peserta diterjunkan ke sejumlah titik strategis di wilayah Ciamis.

Kegiatan Jumsih melibatkan berbagai unsur, mulai dari ASN, TNI, Polri, akademisi, BUMN, BUMD, lembaga vertikal, hingga masyarakat.

Mereka melakukan aksi bersih-bersih di sejumlah lokasi, antara lain Stadion Galuh, Gelanggang Galuh Taruna, Terminal Ciamis, Pasar Subuh, Pasar Manis, Jalan Letnan Samuji, kawasan Sungai Cimemen, hingga Jalan Rumah Sakit.

Menurut Toto, keterlibatan banyak pihak dalam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa menjaga kebersihan bukan hanya tugas petugas kebersihan atau dinas terkait, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

Ia menilai kehadiran langsung pejabat dan aparatur pemerintah di lapangan juga memberikan contoh nyata kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan.

Lebih dari Sekadar Kerja Bakti

Dalam pandangannya, Jumsih memiliki makna yang lebih luas dibandingkan sekadar kegiatan kerja bakti. Gerakan tersebut dapat menjadi sarana pendidikan sosial sekaligus menghidupkan kembali budaya gotong royong yang menjadi ciri masyarakat Indonesia.

Toto menilai persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya dengan menambah armada pengangkut atau memperluas kapasitas tempat pemrosesan akhir. Kesadaran masyarakat untuk memilah dan mengelola sampah sejak dari rumah menjadi faktor penting dalam pengurangan sampah.

Ia juga menyoroti langkah antisipatif yang dilakukan Bupati Herdiat dalam menghadapi potensi persoalan sampah di masa depan.

Menurut Toto, Herdiat memilih bergerak lebih awal agar Ciamis tidak mengalami kondisi darurat sampah seperti yang terjadi di sejumlah daerah lain.

"Cara berpikir seperti inilah yang dibutuhkan dalam kepemimpinan daerah: mencegah sebelum krisis terjadi," tulisnya.

Gerakan Jumat Bersih disebut sejalan dengan semangat Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang digaungkan pemerintah pusat. Di tingkat daerah, semangat tersebut diwujudkan melalui gerakan kebersihan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.

Toto menjelaskan bahwa konsep ASRI tidak hanya berbicara soal kebersihan fisik. Aman berarti lingkungan yang terhindar dari ancaman banjir, pencemaran, penyakit, dan bencana ekologis. 

Sehat berkaitan dengan kualitas air, udara, tanah, dan sanitasi. Resik menekankan kebersihan sebagai budaya, sedangkan indah berkaitan dengan ruang publik yang nyaman, hijau, dan ramah bagi masyarakat.

Menurutnya, kebersihan memiliki keterkaitan erat dengan kesehatan, kualitas hidup, produktivitas masyarakat, investasi, hingga sektor pariwisata.

Melalui Gerakan Jumat Bersih, Herdiat dinilai mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga lingkungan secara berkelanjutan dan tidak menunggu persoalan sampah menjadi krisis sebelum mengambil tindakan.

 

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement