Ikuti Kami :

Disarankan:

Mahasiswa KKN Unigal Ciamis Ajak Warga Muktisari Olah Limbah Jadi Produk Kreatif

Rabu, 27 Agustus 2025 | 10:12 WIB
Mahasiswa KKN Unigal Ciamis Ajak Warga Muktisari Olah Limbah Jadi Produk Kreatif
Mahasiswa KKN Unigal Ciamis Ajak Warga Muktisari Olah Limbah Jadi Produk Kreatif. Foto: Istimewa

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Galuh (Unigal) menunjukkan kepeduliannya terhadap lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi warga Desa Muktisari, Kecamatan Cipaku, Ciamis.

CIAMIS, NewsTasikmalaya.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Galuh (Unigal) menunjukkan kepeduliannya terhadap lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi warga Desa Muktisari, Kecamatan Cipaku, Ciamis.

Selama sebulan, sejak 29 Juli hingga 29 Agustus 2025, dua mahasiswa Program Studi Manajemen Fakultas Hukum, Bela Nabila Soraya Putri dan Dila Aprilianti, meluncurkan program bertajuk “Optimalisasi Kapasitas Masyarakat Melalui Konservasi Sumber Daya Alam dan Kelestarian Budaya Lokal.”

Program ini menyasar dua kelompok besar: anak-anak sekolah dasar serta ibu-ibu kader PKK. 

Bagi siswa SDN 1, SDN 3 Muktisari, dan MIN 13 Ciamis, mereka diperkenalkan pada seni ecoprint sebagai media kreatif dan sarana edukasi lingkungan.

“Mereka belajar mencintai alam lewat cara yang menyenangkan dan kreatif,” kata Bela, Rabu (27/8/2025).

Anak-anak tampak antusias memukul daun ke kain putih hingga menghasilkan motif unik. Menurut Bela, kegiatan ini bukan sekadar seni, tetapi juga bagian dari pembentukan karakter sejak dini.

Sementara untuk kalangan ibu-ibu, mahasiswa KKN memberikan pelatihan membuat lilin aromaterapi dari minyak jelantah. Hasilnya, limbah dapur yang biasanya dibuang bisa disulap menjadi produk bernilai ekonomi.

“Selain mengurangi pencemaran minyak jelantah, lilin ini juga punya nilai tambah karena bisa dijual, bahkan menjadi produk khas desa,” jelas Dila.

Suasana pelatihan berlangsung meriah. Ibu-ibu PKK bersemangat mencoba mencampur minyak jelantah dengan pewarna dan aroma alami untuk menghasilkan lilin aromaterapi yang menarik.

Kepala Dusun Warungjarak, Yeni, mengapresiasi langkah mahasiswa Unigal tersebut.

“Ini bermanfaat sekali, membuka wawasan warga bahwa limbah bisa diolah menjadi produk bernilai. Harapannya bisa terus dikembangkan di desa,” ujarnya.

Program KKN Unigal ini membuktikan bahwa kepedulian lingkungan bisa lahir dari langkah sederhana. Dengan melibatkan anak-anak hingga orang tua, pelestarian alam dan pengembangan ekonomi kreatif dapat berjalan beriringan.

 

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement