TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com — Masifnya tawaran promo umrah murah melalui berbagai platform digital mulai meresahkan warga di Kabupaten dan Kota Tasikmalaya. Warga mengaku gerah karena gawai mereka tak berhenti berdering akibat kiriman pesan promosi umrah yang berseliweran di media sosial, SMS, hingga aplikasi pesan singkat WhatsApp.
Tawaran promo tersebut masuk tanpa mengenal waktu, mulai dari pagi, siang, hingga malam hari. Polanya seragam: iming-iming berangkat ke Tanah Suci dengan patokan harga miring serta skema pembayaran yang diklaim sangat gampang.
"Sehari bisa 2 sampai 4 kali ada yang masuk. Ada lewat SMS, ada lewat WA. Yang saya bingung dari mana mereka dapat nomor saya?," keluh Gigim, warga Parungponteng, Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (6/11/2026) pagi.
Pengalaman serupa dialami oleh Enung N (56), warga Kota Tasikmalaya. Ia sempat dikontak oleh salah satu biro travel yang menawarkan skema cicilan berbiaya murah. Modusnya sederhana, di mana calon jemaah tidak perlu melunasi biaya keberangkatan di awal, melainkan cukup menyetorkan uang muka (down payment/DP).
"Katanya biaya umrah Rp 30 juta, kiya bayar DP dulu saja. Bisa Rp 5 juta, bisa Rp 3 jyra, terserah kita. Sisanya dicicil, mau berapa lama bebabs," kata Enung menirukan rayuan si penjual paket.
Tak berhenti di situ, calon jemaah juga dijanjikan bonus atau komisi tertentu jika berhasil merekrut jemaah lain untuk mendaftar. Skema pemasaran yang mirip dengan sistem perekrutan anggota baru (MLM) inilah yang membuat banyak warga awam tergiur.
Cermati Izin PPIU Resmi dan Waspadai Rekening Perorangan
Menanggapi gempuran promo umrah yang meresahkan tersebut, Kepala Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Tasikmalaya, Husna Mustopa, mengimbau masyarakat agar tidak mudah tergoda oleh harga murah yang irasional.
Menurut Husna, indikator utama biro travel umrah yang sah adalah mengantongi izin Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) resmi dari pemerintah. Selain izin usaha, calon jemaah wajib memastikan kepastian tiket penerbangan pulang-pergi (PP), pengurusan visa, hotel, hingga keberadaan pendamping (muthowif) resmi selama menjalankan ibadah di Arab Saudi.
"Kemarin ada kejadian jamaah bisa berangkat tapi tidak bisa pulang, alhirnya terlantar. Itu karena tiketnya hanya one way," ungkap Husna, Jumat (6/11/2026).
Husna menyarankan agar warga memilih biro perjalanan yang kantor operasionalnya berada dekat dengan domisili serta mudah diakses. Di Kota Tasikmalaya sendiri, tercatat ada delapan biro perjalanan ibadah umrah yang telah terdaftar dan berizin resmi.
Ia menegaskan, iming-iming harga murah kerap menjadi jebakan manis biro travel bodong. Jika tawaran harga terlalu murah dan kemudahan bayar yang ditawarkan tidak masuk akal, hal itu patut dicurigai sebagai praktik biro travel ilegal.
"Jangan pilih yang jauh-jauh dan tidak jelas. Pastikan uangnya masuk ke rekening resmi perusahaan, bukan ke rekening perorangan. Itu sudah tidak benar," tegasnya.