TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com — Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Agung Kota Tasikmalaya menggelar agenda penyembelihan hewan kurban dalam rangka memperingati Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Kamis (28/5/2026).
Guna memastikan seluruh tahapan berjalan dengan aman dan tertib, proses penyembelihan hingga pendistribusian daging kurban sapi dan kambing yang berlokasi di halaman Masjid Agung Kota Tasikmalaya ini mendapatkan pengawalan ketat dari personel TNI jajaran Kodim 0612/Tasikmalaya.
Panitia kurban Masjid Agung Kota Tasikmalaya, Azmi Khoirul, memaparkan bahwa pada momentum Iduladha tahun ini, pihak panitia berhasil menghimpun dan menyembelih sebanyak 6 ekor sapi serta sejumlah hewan kambing.
Menariknya, dari total 6 ekor sapi yang dikorbankan, terdapat satu ekor sapi berukuran raksasa dengan bobot fantastis yang menjadi pusat perhatian warga.
"Alhamdulillah tahun ini Masjid Agung kembali melakukan penyembelihan. Ada 6 ekor sapi, satu dengan berat 1,2 ton. Ini menjadi berkah bagi kita semua," ujar Azmi Khoirul di lokasi kegiatan, Kamis (28/5/2026).
Azmi menjelaskan, komoditas daging kurban yang telah selesai diproses nantinya akan langsung disalurkan secara terarah kepada klaster masyarakat yang tinggal di kawasan sekitar kompleks masjid.
Pihak panitia sendiri telah memproyeksikan sediaan logistik pangan hewani ini ke dalam 1.000 kantong paket kurban. Berdasarkan kalkulasi kepanitiaan, masing-masing Kepala Keluarga (KK) yang terdata sebagai penerima manfaat akan mendapatkan jatah daging seberat 1,5 kilogram.
Volume penyaluran tersebut menempatkan aktivitas perayaan Iduladha di Masjid Agung sebagai salah satu lokus kegiatan distribusi kurban skala besar di wilayah Kota Tasikmalaya pada tahun ini.
"Kita juga nantinya akan bagikan ke kaum dhuafa dan anak yatim piatu, agar manfaat kurban tidak hanya dirasakan jemaah, tetapi juga masyarakat banyak," kata Azmi mendetail terkait sasaran mustahik.
Di sisi lain, keterlibatan aktif aparat teritorial dari Babinsa Kelurahan Tawangsari dalam proses pendistribusian memegang peranan yang sangat krusial. Kehadiran personel TNI di lapangan bertujuan untuk melakukan mitigasi kerawanan sekaligus memastikan masyarakat yang datang dapat mengambil hak daging kurban secara teratur.
Melalui pengawalan ketat tersebut, panitia menjamin proses penyerahan paket daging dapat berjalan sesuai dengan skema dan alur antrean yang telah dirancang sebelumnya, sehingga risiko kerumunan yang tidak kondusif dapat dihindari.