Ikuti Kami :

Disarankan:

May Day 2026: Wali Kota Viman Alfarizi Lepas Ribuan Buruh Tasikmalaya Menuju Aksi Akbar di Monas

Jumat, 01 Mei 2026 | 00:14 WIB
Watermark
May Day 2026: Wali Kota Viman Alfarizi Lepas Ribuan Buruh Tasikmalaya Menuju Aksi Akbar di Monas. Foto: Kristian.

Gelombang massa buruh dari Kota dan Kabupaten Tasikmalaya resmi diberangkatkan menuju Jakarta untuk mengikuti peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 yang dipusatkan di Kawasan Monas. Pelepasan ribuan massa ini dipimpin langsung oleh Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadan, dari Bale Kota Tasikmalaya, Kamis (30/4/2026) malam sekira pukul 22.20 WIB.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Gelombang massa buruh dari Kota dan Kabupaten Tasikmalaya resmi diberangkatkan menuju Jakarta untuk mengikuti peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 yang dipusatkan di Kawasan Monas. Pelepasan ribuan massa ini dipimpin langsung oleh Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadan, dari Bale Kota Tasikmalaya, Kamis (30/4/2026) malam sekira pukul 22.20 WIB.

Didampingi Kadisnaker, Kepala Kesbangpol, dan jajaran kepolisian, Viman melepas konvoi 15 bus yang membawa sedikitnya 2.500 massa gabungan dari berbagai konfederasi buruh. Perjalanan ini dikawal ketat oleh unit Patwal Satlantas Polres Tasikmalaya Kota hingga ke lokasi aksi.

Ketua KSPSI Kota Tasikmalaya sekaligus koordinator lapangan, Yuhendra Efendi, menyebutkan bahwa partisipasi buruh Tasikmalaya tahun ini cukup masif.

"Khusus SPSI gabungan Kota dan Kabupaten memberangkatkan 15 bus dengan 750 peserta. Ditambah teman-teman dari PSK sebanyak 1.000 pekerja dan SBSI 350 orang. Total diperkirakan 2.000 hingga 2.500 orang yang berangkat dari Tasikmalaya," jelas Yuhendra.

Yuhendra menegaskan, aksi May Day 2026 membawa misi penting bagi kesejahteraan pekerja yang dinilai masih jauh dari harapan. Beberapa poin tuntutan utama yang akan disampaikan di Monas antara lain:

 1. Realisasi Satgas PHK: Mendesak janji Presiden Prabowo untuk segera membentuk Satgas penanganan PHK.

 2. UU Ketenagakerjaan Baru: Meminta pemerintah mempercepat pembahasan regulasi baru sesuai putusan Mahkamah Konstitusi (MK).

 3. Hapus Outsourcing: Menuntut penghapusan sistem kerja alih daya (outsourcing) tanpa batas.

 4. Tolak Upah Murah: Mendesak perbaikan standar upah yang lebih layak bagi pekerja.

"Kesejahteraan itu saat ini masih sebatas angan-angan. Kami berharap Presiden Prabowo hadir langsung di Monas dan menunjukkan keseriusan dalam memperhatikan nasib buruh melalui regulasi yang berpihak pada pekerja," tegas Yuhendra.

Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadan, menyatakan bahwa pelepasan ini merupakan simbol kuatnya kolaborasi antara pemerintah, buruh, dan pengusaha di Kota Tasikmalaya.

"Pelepasan dari Balai Kota ini mewujudkan bahwa pemerintah dan serikat buruh solid. Kami berharap aspirasi yang disampaikan besok berjalan kondusif demi kemajuan ekonomi daerah maupun nasional," ujar Viman.

Viman juga mengapresiasi semangat para pekerja yang tidak hanya memperjuangkan upah, tetapi juga memikirkan ekosistem ekonomi yang baik bagi masa depan Indonesia. "Ini kebanggaan luar biasa. Insyaallah aspirasi teman-teman diterima dengan baik oleh Bapak Presiden di Monas besok," pungkasnya.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement