Ikuti Kami :

Disarankan:

Menatap Langit Pangandaran: Tim Rukyat Pantau Hilal 1 Syawal 1447 H dari Tebing Keusik Luhur

Kamis, 19 Maret 2026 | 17:46 WIB
Menatap Langit Pangandaran: Tim Rukyat Pantau Hilal 1 Syawal 1447 H dari Tebing Keusik Luhur
Menatap Langit Pangandaran: Tim Rukyat Pantau Hilal 1 Syawal 1447 H dari Tebing Keusik Luhur.

Menjelang penetapan Idulfitri 1447 Hijriah, Pantai Keusik Luhur di Desa Kertamukti, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran, kembali menjadi pusat perhatian. Lokasi yang berada di atas perbukitan dan menghadap langsung ke laut lepas ini menjadi titik strategis bagi tim gabungan untuk melakukan pemantauan hilal (rukyatul hilal), Kamis (19/3/2026) sore.

PANGANDARAN, NewsTasikmalaya.com – Menjelang penetapan Idulfitri 1447 Hijriah, Pantai Keusik Luhur di Desa Kertamukti, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran, kembali menjadi pusat perhatian.

Lokasi yang berada di atas perbukitan dan menghadap langsung ke laut lepas ini menjadi titik strategis bagi tim gabungan untuk melakukan pemantauan hilal (rukyatul hilal), Kamis (19/3/2026) sore.

Sejak pukul 16.00 WIB, suasana di Blok Pasirlasih mulai dipadati petugas dari Kementerian Agama, Badan Hisab Rukyat Daerah, serta DPD Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Pangandaran.

Dua unit teleskop, digital dan manual, yang telah terkalibrasi nampak disiagakan untuk menangkap fenomena astronomis saat matahari terbenam.

Sekretaris DPD LDII Kabupaten Pangandaran, Agung Herdianto, mengungkapkan bahwa tantangan pemantauan tahun ini terletak pada posisi hilal yang tergolong rendah.

Berdasarkan data hisab, ketinggian hilal di wilayah Pangandaran diprakirakan hanya berada pada posisi 1,8 derajat dengan elongasi 5,6 derajat.

"Secara teori, posisi tersebut memang belum memenuhi kriteria terbaru yang ditetapkan MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura). Namun, peluang pemantauan tetap ada meskipun sangat terbatas," jelas Agung di lokasi.

Ketinggian hilal yang sangat rendah ini membuat jendela waktu pengamatan menjadi sangat sempit. Agung menjelaskan bahwa petugas hanya memiliki durasi sekitar 3 menit untuk bisa melihat bulan sabit tipis tersebut tepat setelah matahari terbenam.

Selain faktor teknis, cuaca menjadi penentu tunggal keberhasilan rukyat sore ini. Hingga menjelang waktu pengamatan, kondisi di Pantai Keusik Luhur terpantau cerah berawan, tetapi kehadiran awan tipis di garis cakrawala masih membayangi pandangan teleskop.

“Kita berharap cuaca tetap cerah hingga pukul 17.50 WIB nanti saat pemantauan inti dilakukan oleh petugas,” tambah Agung.

Hasil dari pemantauan di titik Keusik Luhur ini nantinya akan segera dilaporkan secara real-time kepada Kementerian Agama di Jakarta.

Data tersebut akan menjadi salah satu referensi penting dalam Sidang Isbat yang dipimpin oleh Menteri Agama untuk menentukan jatuhnya 1 Syawal 1447 H secara nasional.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement