TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Bagi Perum Perhutani KPH Tasikmalaya, merawat dan menjaga kelestarian hutan bukan sekadar urusan pepohonan maupun batas kawasan semata. Ada nilai fundamental yang tak kalah krusial, yakni merawat kepercayaan (trust) masyarakat sekitar hutan.
Prinsip itulah yang dipegang teguh oleh Irman Bastaman, personel Sub Seksi Hukum, Kepatuhan, Agraria, dan Komunikasi Perusahaan (HKAKP) Perhutani KPH Tasikmalaya yang akrab disapa "Kang Rambu".
Pria yang lahir dan tumbuh besar di Kecamatan Cikatomas, Kabupaten Tasikmalaya ini paham betul dinamika akar rumput. Kedekatannya dengan kultur pedesaan membuatnya peka terhadap berbagai tantangan lapangan, mulai dari isu kelestarian lingkungan, pemberdayaan pemuda, hingga pentingnya jembatan komunikasi lintas pemangku kepentingan (stakeholders).
Sapaan "Kang Rambu" kini telah bertransformasi menjadi identitas yang melekat. Berbekal pendekatan humanis, sikap terbuka, dan keluwesan bergaul, ia memosisikan diri sebagai figur penghubung yang merekatkan sinergi antara Perhutani, institusi pemerintah, insan pers, serta warga masyarakat desa hutan.
Di ranah internal Perhutani, tugas kesehariannya berkelindan dengan ranah hukum, kepatuhan, tata kelola agraria, hingga komunikasi publik perusahaan. Sementara di luar jam dinas, Kang Rambu kerap dipercaya menjadi narasumber dalam berbagai forum kepemudaan dan kemasyarakatan. Topik yang dibawakannya sangat beragam, mulai dari pengelolaan hutan lestari, literasi hukum dan agraria, hingga komunikasi publik dan literasi keuangan.
Ciri khas Kang Rambu terletak pada gaya komunikasinya yang lugas, membumi, serta diselingi humor cerdas. Materi riskan maupun isu hukum yang terkesan berat mampu disampaikannya dengan bahasa yang mudah dicerna, khususnya bagi generasi muda.
"Kami ingin masyarakat memahami secara utuh bahwa keberlanjutan hutan lestari hanya bisa terwujud manakala terbangun komunikasi yang baik dan setara. Peran saya adalah hadir untuk menjembatani hal tersebut," ujar Kang Rambu saat ditemui pada Sabtu (8/8/2026) siang.
Penggerak Komunitas Kurawa Cayur dan Literasi Keuangan
Kepedulian sosial Kang Rambu dibuktikannya secara konkret lewat keterlibatannya menggerakkan Komunitas Kurawa Cayur di Kecamatan Cikatomas. Bersama deretan pemuda setempat, ia memotori beragam aksi penghijauan, bakti sosial, hingga agenda edukasi publik.
Salah satu fokus perhatiannya adalah literasi keuangan masyarakat desa. Berkolaborasi dengan OJK Tasikmalaya, Kang Rambu menginisiasi program edukasi di Desa Cayur untuk membentengi warga dari ancaman investasi bodong, kejahatan skema ponzi, hingga jeratan penipuan keuangan berbasis aplikasi.
"Bagi saya, edukasi adalah bentuk mitigasi pencegahan sekaligus upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat," tegasnya.
Bagi Kang Rambu, mengabdi di Perum Perhutani merupakan sebuah amanah kehormatan. "Amanah untuk menjaga hutan sebagai penopang kehidupan, merawat kepercayaan publik lewat integritas, serta menghadirkan kemanfaatan nyata yang dirasakan langsung oleh warga," lanjutnya.
Ia meyakini bahwa setiap individu memiliki porsi kontribusi untuk perubahan sosial. "Ketika kita bekerja berlandaskan kejujuran, kepedulian, dan semangat melayani, sekecil apa pun aksi yang kita lakukan akan menjadi riak perubahan positif bagi lingkungan sekitar," urainya.
Menutup perbincangan, Kang Rambu kembali menekankan bahwa hutan merupakan ruang kehidupan bersama, bukan sekadar hamparan vegetasi pohon.
"Semakin banyak warga yang paham regulasi, peduli lingkungan, dan memiliki pengetahuan yang cukup, maka semakin kokoh pula fondasi pembangunan daerah yang kita cita-citakan bersama," pungkasnya.