Ikuti Kami :

Disarankan:

Musrenbang Unik di Kota Tasikmalaya: Diky Candra dan Kadisporabudpar Adu Kemampuan Mendalang

Senin, 23 Februari 2026 | 12:00 WIB
Musrenbang Unik di Kota Tasikmalaya: Diky Candra dan Kadisporabudpar Adu Kemampuan Mendalang
Musrenbang Unik di Kota Tasikmalaya: Diky Candra dan Kadisporabudpar Adu Kemampuan Mendalang. Foto: Kristian.

Suasana formal Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2027 mendadak cair dan penuh tawa. Pemandangan unik terjadi di Gedung Creative Center (GCC) Kompleks Olahraga Dadaha, Senin (23/2/2026) pagi, saat Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra, bersama Kadisporabudpar, Deddy Mulyana, memberikan sambutan sembari memainkan wayang.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Suasana formal Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2027 mendadak cair dan penuh tawa. Pemandangan unik terjadi di Gedung Creative Center (GCC) Kompleks Olahraga Dadaha, Senin (23/2/2026) pagi, saat Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra, bersama Kadisporabudpar, Deddy Mulyana, memberikan sambutan sembari memainkan wayang.

Kejadian bermula saat pembawa acara secara spontan meminta Kadisporabudpar memberikan sambutan dengan cara yang tidak biasa. Deddy Mulyana yang sempat terlihat kaget, langsung menerima tantangan tersebut. Ia membacakan poin-poin sambutan sambil menggerakkan tokoh wayang golek berwajah dirinya sendiri, yang seketika memicu gelak tawa para tamu undangan.

Tak mau kalah, Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra, ikut menunjukkan kepiawaiannya. Diky yang dikenal memiliki latar belakang seniman, tampil menghibur dengan pertunjukan wayang singkat yang lucu namun tetap berisi pesan pembangunan.

Kadisporabudpar Kota Tasikmalaya, Deddy Mulyana, menjelaskan bahwa konsep unik ini sengaja dihadirkan selaras dengan tema besar Musrenbang tahun ini, yakni Creative Culture.

"Sekarang kan temanya creative culture, kita kembali ke kearifan lokal. Bagaimana kita mengangkat sisi budaya. Kalau tahun kemarin kan tentang olahraga dan kepemudaan, tahun sekarang kita mengarahnya ke budaya kreatif," ujar Deddy.

Deddy menambahkan bahwa penggunaan tokoh wayang dengan wajah pejabat merupakan upaya untuk menghidupkan kembali kesenian tradisional dengan sentuhan inovasi. Tokoh wayang tersebut dibuat langsung oleh perajin lokal Tasikmalaya.

"Tadi ada tiga wayang, buat Pak Wali, Pak Wakil, dan saya. Kita menggandeng perajin lokal untuk membuat itu. Mungkin ke depannya ini bisa dipikirkan sebagai cenderamata khas bagi mereka yang berkunjung ke Tasikmalaya," ungkapnya sembari berseloroh bahwa tangannya terasa pegal karena belum terbiasa mendalang.

Senada dengan Deddy, Wakil Wali Kota Diky Candra mengaku terkejut saat diberitahu mengenai konsep pertunjukan ini pada malam sebelumnya. Meski sudah pernah bermain wayang di stasiun televisi nasional, Diky menilai tantangan mendalang dengan wayang berukuran kecil ini memiliki kesulitan tersendiri.

"Semalam dikirimi ini (wayang), katanya ada 'Asep Show', saya tidak ngeuh. Ternyata disuruh main dalang. Sebelumnya pernah main di salah satu TV, itu mah lebih besar, ini kecil. Tapi lumayan pegal," ucap Diky sambil tertawa.

Meski diselingi canda, Diky mengapresiasi langkah inovatif Disporabudpar dalam mempromosikan budaya lokal pada forum resmi pemerintahan.

"Luar biasa Pak Kadis, jadi sudah saatnya kita tidak hanya berwacana tapi action. Setiap seni yang ada, yuk kembangkan bersama-sama sebelum nanti akhirnya hanya menjadi tinggal kenangan," pungkasnya.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement