TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com - Kontingen National Paralimpik Committee Indonesia (NPCI) Kota Tasikmalaya berhasil mencatat prestasi membanggakan pada ajang Kejuaraan Daerah (Kejurda) NPCI Jawa Barat 2025 yang berlangsung di Bandung dan berakhir pada Selasa (9/12/2025). Para atlet berhasil membawa pulang total 25 medali, terdiri atas 12 emas, 9 perak, dan 4 perunggu.
Sebagian besar medali emas diraih dari cabang olahraga atletik, yakni sebanyak sembilan medali. Perolehan tersebut disumbangkan oleh Triagus Arief Ginanjar (lempar cakram dan tolak peluru), Ginanjar (lompat jauh), M. Karyana (lempar lembing), Reza Nur Ramdani (lempar lembing), Agni Virna Septiani (lari 100 meter), Sida Rohmatul (lari 100 dan 200 meter), serta Syifa Sahilatulnisa (lompat jauh).
Tiga medali emas lainnya berasal dari cabang catur melalui atlet Rafi Safyudin, serta dari cabang renang melalui Mesya Sufi Maharani (50 meter gaya punggung) dan M. Zamzam Fauzan (50 meter gaya kupu-kupu).
Ketua dan Bendahara NPCI Kota Tasikmalaya, Ejen dan Nana Rusmana, menyampaikan rasa syukur atas pencapaian tersebut, meski raihan emas masih belum memenuhi target 15 medali emas.
Pasalnya, menurut mereka, dua cabang yang awalnya tidak terlalu diperhitungkan yakni catur dan renang, justru memberi kontribusi signifikan. Selain itu, keterlibatan para atlet muda di kejuaraan ini dinilai menjadi modal penting dalam membangun mental bertanding menuju Peparda Jabar 2026.
Ditambahkan Nana, semangat para atlet meningkat ketika anggota Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya, Habib Qosim Nirwahdi, serta Kabid Pemuda dan Olahraga Disporabudpar, Momo, datang langsung memberikan dukungan.
"Memang kami kecewa karena target yang dipatok tidak tercapai hanya kami tetap senang, pasalnya banyak atlet debutan di luar cabor atletik yang selama ini menjadi andalan kita, mulai menunjukan hasil yang menggembirakan," kata Nana, Kamis (11/12/2025) pagi.
Nana menegaskan bahwa potensi besar atlet NPCI Kota Tasikmalaya ada pada cabor atletik, sehingga membutuhkan dukungan sarana dan prasarana yang memadai. Selama ini, para atlet terpaksa berlatih di Stadion Atletik Ciamis, sementara Stadion Wiradadaha hanya dapat digunakan untuk latihan fisik.
"Selama ini kami mengandalkan Stadion Atletik Ciamis dalam menempa para atlet. Sementara Stadion Wiradadaha hanya bisa digunakan untuk menempa fisik," ucapnya.
Menghadapi Peparda Jabar 2026, NPCI Kota Tasikmalaya menargetkan dapat kembali masuk dalam jajaran sepuluh besar. Meski begitu, Nana menegaskan bahwa pemenuhan sarana latihan harus menjadi perhatian semua pihak agar prestasi atlet terus meningkat.