Ikuti Kami :

Disarankan:

Pasar Banjar Sepi Pembeli, Pedagang Pakaian Keluhkan Daya Beli Menurun

Minggu, 01 Maret 2026 | 18:55 WIB
Pasar Banjar Sepi Pembeli, Pedagang Pakaian Keluhkan Daya Beli Menurun
Pasar Banjar Sepi Pembeli, Pedagang Pakaian Keluhkan Daya Beli Menurun. Foto: Istimewa

Pedagang pakaian yang biasanya kebanjiran pembeli menjelang Lebaran, kini harus rela menunggu tanpa kepastian di tengah kondisi pasar yang sepi.

BANJAR, NewsTasikmalaya.com – Memasuki pekan kedua Ramadan, suasana di Pasar Banjar, Kota Banjar, Jawa Barat, tampak berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Pedagang pakaian yang biasanya kebanjiran pembeli menjelang Lebaran, kini harus rela menunggu tanpa kepastian di tengah kondisi pasar yang sepi.

Pantauan di lokasi pada Minggu (1/3/2026), sejumlah pedagang terlihat duduk menunggu di depan kios masing-masing. Beberapa pengunjung memang datang, namun mayoritas hanya melihat-lihat tanpa melakukan transaksi pembelian.

Salah seorang pedagang pakaian, Edi, mengaku kondisi penjualan tahun ini jauh menurun dibandingkan Ramadan tahun lalu. Ia menyebut, hingga pekan kedua puasa, belum ada lonjakan pembeli yang signifikan.

“Tahun kemarin masih agak mendingan. Kalau sekarang sudah parah, masih sepi,” ujar Edi.

Menurutnya, ia masih mengandalkan metode penjualan konvensional dan belum memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi. Meski demikian, Edi tetap berharap akan ada peningkatan pembeli mendekati Hari Raya Idulfitri.

“Mudah-mudahan ada perubahan yang lebih baik. Bisa kembali ramai seperti zaman dulu lagi,” harapnya.

Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Banjar, Aa Sukmana, membenarkan kondisi tersebut. Ia mengatakan, geliat ekonomi di Pasar Banjar terus mengalami penurunan sejak 2023. Bahkan, sejumlah kios terpaksa tutup karena tidak mampu bertahan akibat minimnya omzet.

“Biasanya bulan puasa jam segini masih ramai. Tapi sekarang, jangankan toko yang kadang tutup, yang biasa buka saja sudah tutup karena sepi,” ungkap Aa.

Menurut Aa, ada dua faktor utama yang memengaruhi turunnya jumlah pembeli di pasar tradisional. Pertama, perubahan pola belanja masyarakat yang kini beralih ke platform online. Kedua, kondisi ekonomi yang dinilai sedang tidak stabil sehingga daya beli masyarakat melemah.

Ia menambahkan, bukan hanya pedagang pakaian yang terdampak, tetapi juga pedagang kebutuhan pokok seperti sayuran yang biasanya mengalami peningkatan permintaan saat Ramadan.

“Faktor yang sangat terasa itu kondisi ekonomi masyarakat. Sayuran saja yang biasanya ramai, sekarang juga sepi,” pungkasnya.

Para pedagang pun berharap situasi ini segera membaik, terutama menjelang Lebaran yang selama ini menjadi momentum utama peningkatan penjualan di pasar tradisional.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement