Ikuti Kami :

Disarankan:

Pemerintah Kerahkan 64 Pesawat dan Puluhan Ribu Personel untuk Tangani Karhutla di Berbagai Daerah

Senin, 21 September 2026 | 11:48 WIB
Pemerintah Kerahkan 64 Pesawat dan Puluhan Ribu Personel untuk Tangani Karhutla di Berbagai Daerah
Pemerintah Kerahkan 64 Pesawat dan Puluhan Ribu Personel untuk Tangani Karhutla di Berbagai Daerah. Foto: BPMI Setpres

Pemerintah mengerahkan 64 pesawat dan 54.394 personel gabungan untuk menangani kebakaran hutan dan lahan di berbagai wilayah Indonesia.

JAKARTA, NewsTasikmalaya.com – Pemerintah terus memperkuat upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. Operasi pemadaman dilakukan secara terpadu melalui jalur udara dan darat guna mencegah meluasnya kebakaran serta meminimalkan dampak yang ditimbulkan bagi masyarakat.

Melansir laman presidenri.go.id, Senin (21/9/2026), Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyatakan seluruh sumber daya yang tersedia terus dikerahkan untuk mempercepat pengendalian karhutla, termasuk armada pesawat dan personel gabungan yang bertugas di lapangan.

"Dari udara hingga darat, seluruh kekuatan terus bergerak. Semua dilakukan untuk memadamkan api, mengurangi dampak asap, dan yang terpenting, melindungi masyarakat dari ancaman karhutla," ujar Teddy dalam keterangan tertulis yang disampaikan melalui unggahannya, Minggu (20/9/2026).

Menurutnya, penanganan karhutla menghadapi tantangan yang tidak ringan. Selain luasnya wilayah yang terdampak, karakteristik lahan gambut yang mudah terbakar dan sulit dipadamkan menjadi kendala tersendiri dalam proses pemadaman.

Meski demikian, pemerintah memastikan seluruh upaya penanganan terus dilakukan secara berkelanjutan melalui koordinasi lintas instansi dan dukungan berbagai unsur terkait.

Teddy menjelaskan, sejak Agustus 2026 pemerintah telah mengerahkan 64 pesawat untuk mendukung operasi pemadaman dari udara.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 55 pesawat milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan 9 pesawat milik TNI digunakan untuk menjalankan misi water bombing atau pengeboman air pada titik-titik kebakaran.

Selain dukungan armada udara, pemerintah juga menurunkan 54.394 personel gabungan yang bertugas langsung di lapangan untuk memadamkan api dan mencegah kebakaran meluas ke kawasan lain.

Personel tersebut berasal dari berbagai unsur, antara lain TNI, Polri, Kementerian Kehutanan, BNPB, BPBD, Manggala Agni, relawan, hingga masyarakat setempat.

"Sejak Agustus, 64 pesawat telah dikerahkan untuk melakukan *water bombing*, didukung 54.394 personel gabungan yang terus bergerak di lapangan, menjangkau titik-titik kebakaran dan mencegah api semakin meluas," kata Teddy.

Pemerintah berharap sinergi antara operasi udara dan darat dapat mempercepat pengendalian karhutla, terutama di wilayah-wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.

Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya melindungi kesehatan masyarakat, menjaga kualitas lingkungan, serta meminimalkan dampak ekonomi dan sosial akibat kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di sejumlah daerah.

 

 

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement