Prabowo Perintahkan Pencabutan Konsesi SDA yang Mangkrak Lebih dari Dua Tahun
Presiden Prabowo Subianto meminta pemerintah mencabut konsesi sumber daya alam yang tidak dikelola selama lebih dari dua tahun.
Disarankan:
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan evaluasi dua tahun Kabinet Merah Putih dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2026).
JAKARTA, NewsTasikmalaya.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintahan Kabinet Merah Putih berada di jalur yang tepat dalam menjalankan berbagai program prioritas nasional selama dua tahun terakhir. Sejumlah capaian di sektor pangan, ekonomi kerakyatan, pendidikan, kesehatan, hingga pembangunan infrastruktur menjadi bagian dari evaluasi pemerintah.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna bertajuk Dua Tahun Pertama Pemerintahan Kerja Nyata untuk Negeri di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2026).
Melansir laman presidenri.go.id, Sabtu (24/10/20260), dalam arahannya, Prabowo menekankan bahwa kebijakan strategis yang dijalankan pemerintah bertujuan memperkuat ketahanan nasional dan melindungi kepentingan bangsa. Program swasembada pangan, penguatan Danantara, serta penerapan sistem ekspor satu pintu disebut sebagai bagian dari upaya tersebut.
“Saudara-saudara, apa yang kita lakukan ini untuk keselamatan kita. Swasembada pangan, Danantara, ekspor satu pintu. Begitu banyak keberhasilan kita. Jadi saya minta, jangan kita minder lagi. Kita, we are on the right track,” tegas Prabowo.
Presiden juga mengingatkan jajaran kabinet agar menjadikan capaian yang telah diraih sebagai motivasi untuk meningkatkan kinerja. Menurutnya, berbagai tantangan pembangunan masih membutuhkan kerja sama dan pembenahan secara berkelanjutan.
Prabowo Minta Penyimpangan Program MBG Ditindak Tegas
Salah satu program yang mendapat perhatian khusus dalam evaluasi dua tahun pemerintahan adalah Makan Bergizi Gratis (MBG). Prabowo menilai program tersebut memiliki arti strategis karena berkaitan langsung dengan pemenuhan gizi dan masa depan generasi muda Indonesia.
Untuk memastikan pelaksanaannya berjalan sesuai ketentuan, pemerintah melakukan pengawasan dan penindakan terhadap pihak-pihak yang diduga melakukan pelanggaran.
Dalam sidang kabinet tersebut, Prabowo mengungkapkan bahwa 13 orang telah ditetapkan sebagai tersangka, 203 orang diperiksa Kejaksaan Agung, 353 orang diberhentikan dengan tidak hormat, serta 2.600 orang masih dalam proses pemeriksaan Inspektorat Badan Gizi Nasional (BGN).
Presiden meminta seluruh pihak yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan program MBG menjalankan tugas secara profesional dan tidak melakukan penyimpangan.
“Jangan ragu-ragu. Pecat, bersihkan, sampai bersih. MBG ini strategis dan sangat penting untuk masa depan anak-anak kita,” tegasnya.
Langkah pengawasan tersebut, menurut arahan Presiden, menjadi bagian dari upaya membenahi pelaksanaan program agar manfaatnya dapat diterima masyarakat sesuai tujuan yang telah ditetapkan.
Koperasi Desa Merah Putih hingga Bedah Rumah
Di sektor ekonomi kerakyatan, Prabowo menyampaikan perkembangan program Koperasi Desa Merah Putih. Ia mengapresiasi operasional 10 ribu koperasi yang diharapkan dapat memperkuat kegiatan ekonomi masyarakat di tingkat desa.
Program tersebut menjadi salah satu agenda pemerintah untuk mendorong aktivitas ekonomi berbasis komunitas sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap kegiatan usaha.
Sementara itu, dalam bidang perumahan dan pendidikan, Presiden memaparkan capaian program bedah rumah yang telah menjangkau sekitar 440 ribu unit. Pemerintah juga telah melakukan renovasi terhadap hampir 90 ribu sekolah.
Capaian tersebut disampaikan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas tempat tinggal masyarakat sekaligus mendukung penyediaan fasilitas pendidikan yang lebih baik.
Pemerintah, kata Prabowo, perlu terus menjaga pelaksanaan program pembangunan agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara luas.
Hampir 5.000 Jembatan Dibangun, 66 Rumah Sakit Daerah Dianggarkan
Pembangunan infrastruktur dasar juga menjadi perhatian dalam evaluasi dua tahun Kabinet Merah Putih.
Prabowo mengapresiasi kinerja Satuan Tugas (Satgas) Jembatan yang telah mempercepat pembangunan sekitar 5.000 jembatan untuk mendukung konektivitas wilayah.
Infrastruktur tersebut dilaporkan menghubungkan sekitar 12 ribu desa, sehingga diharapkan dapat membantu memperlancar mobilitas masyarakat dan akses menuju berbagai fasilitas publik.
“Saya terima kasih Satgas Jembatan, ketuanya Pak Maruli, terima kasih berhasil sekarang sudah mendekati 5 ribu jembatan,” ujar Prabowo.
Di sektor kesehatan, Presiden menyampaikan bahwa pembangunan 66 rumah sakit daerah telah dianggarkan pemerintah. Dari jumlah tersebut, sebanyak 22 rumah sakit dilaporkan telah selesai dibangun.
Pengembangan fasilitas kesehatan daerah menjadi bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan medis.
Selain pembangunan fisik, pemerintah juga terus mendorong pengembangan mal pelayanan publik dan digitalisasi pemerintahan. Langkah ini diarahkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan administrasi serta memperbaiki mekanisme penyaluran bantuan sosial.
Digitalisasi diharapkan dapat membuat pelayanan pemerintah semakin mudah diakses, sekaligus mendukung pengelolaan program yang lebih efektif.
Prabowo Tekankan Soliditas Kabinet Hadapi Tantangan
Menutup arahannya, Prabowo menyampaikan apresiasi kepada jajaran Kabinet Merah Putih yang telah bekerja bersama selama dua tahun pemerintahan.
Presiden juga mengucapkan terima kasih kepada sejumlah tokoh nasional yang bergabung dalam Dewan Pertimbangan Presiden. Ia menyebut kehadiran tokoh-tokoh tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap semangat persatuan nasional.
Di antara tokoh yang disebut adalah Chairul Tanjung, Wiranto, dan Hatta Rajasa. “Terima kasih tokoh-tokoh nasional yang bergabung di Dewan Pertimbangan Presiden, ini kehormatan bagi saya, begitu banyak tokoh-tokoh nasional, terima kasih, ada Pak Chairul Tanjung, ada Pak Wiranto, ada Pak Hatta Rajasa,” ucapnya.
Prabowo menegaskan, berbagai capaian pembangunan harus diiringi evaluasi terhadap kelemahan yang masih ada. Ia meminta seluruh jajaran pemerintahan memperkuat koordinasi dan mengatasi persoalan secara bersama-sama
Menurutnya, tantangan pembangunan yang masih besar membutuhkan kerja kolektif, bukan hanya mengandalkan satu kementerian atau lembaga.
“Jadi, pekerjaan banyak, tantangan banyak, kelemahan kita banyak, kerja sama. Kita atasi bersama, ya. We have to work as a team,” pungkas Prabowo.
Evaluasi dua tahun Kabinet Merah Putih tersebut menjadi momentum bagi pemerintah untuk meninjau pelaksanaan program prioritas sekaligus memperkuat koordinasi antarlembaga. Pemerintah diharapkan dapat melanjutkan program yang berjalan, membenahi kekurangan, dan memastikan kebijakan nasional memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Presiden Prabowo Subianto meminta pemerintah mencabut konsesi sumber daya alam yang tidak dikelola selama lebih dari dua tahun.
Presiden Prabowo Subianto menargetkan penyaluran kredit rakyat mencapai Rp400 triliun pada 2027 untuk membantu petani, nelayan, pelaku UMKM, masyarakat pedesaan, hingga warga berpenghasilan rendah.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan swasembada pangan dan kemandirian energi sebagai strategi memperkuat ketahanan nasional di tengah ketidakpastian global.