Ikuti Kami :

Disarankan:

Pemkot Tasikmalaya Antisipasi Kemarau Panjang, 19 Titik SPAM Disiagakan untuk Jaga Ketersediaan Air

Selasa, 07 Juli 2026 | 12:52 WIB
Watermark
Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan. Foto: NewsTasikmalaya.com/Kristian

Pemerintah Kota Tasikmalaya menyiapkan langkah antisipasi menghadapi musim kemarau panjang yang diprediksi mencapai puncaknya pada Agustus 2026. Wali Kota Viman Alfarizi Ramadan mengungkapkan fokus pemerintah diarahkan pada ketersediaan air bersih, ketahanan pangan, dan pemetaan wilayah rawan kekeringan.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk mengantisipasi musim kemarau panjang yang diprediksi oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) berlangsung hingga Agustus 2026.

Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadan, mengatakan pemerintah daerah saat ini memfokuskan perhatian pada ketersediaan air bersih, ketahanan pangan, serta pemetaan wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan.

“Sejak April kami sudah melakukan rapat koordinasi untuk menghadapi situasi kemarau panjang. Berdasarkan prediksi BMKG, puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada bulan Agustus,” ujar Viman, Selasa (7/7/2026).

Menurutnya, Pemkot Tasikmalaya telah menginstruksikan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) untuk bergerak cepat dalam melakukan langkah mitigasi. Salah satu prioritas utama adalah pemetaan wilayah rawan kekeringan yang dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Selain itu, seluruh fasilitas penyediaan air minum, termasuk Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang telah dibangun di 19 titik, diminta segera diuji fungsinya agar siap digunakan ketika kebutuhan air masyarakat meningkat akibat kemarau.

“Seluruh SPAM yang sudah dibangun harus dipastikan berfungsi dengan baik. Ini penting untuk menjaga ketersediaan air bersih bagi masyarakat,” katanya.

Di sektor pertanian, Pemkot Tasikmalaya juga berupaya menjaga ketahanan pangan dengan memastikan pasokan air untuk lahan pertanian tetap tersedia. Upaya tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan pihak terkait, termasuk Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

Viman menjelaskan, hasil koordinasi dengan BBWS terkait pengelolaan aliran Sungai Cikunten memberikan dampak positif bagi kebutuhan irigasi. Sebelumnya, aliran air hanya tersedia selama empat hari dalam sepekan dengan durasi sekitar 20 jam. Namun kini, suplai air dapat diberikan setiap hari.

“Hasil koordinasi dengan BBWS membuahkan hasil. Sekarang suplai air untuk Sungai Cikunten bisa mengalir penuh setiap hari. Kami ingin memastikan sawah-sawah produktif tetap mendapatkan pasokan air yang cukup,” tegasnya.

Selain mengandalkan SPAM dan jaringan irigasi, Wali Kota juga meminta dinas terkait, mulai dari unsur kewilayahan, pertanian, lingkungan hidup hingga pekerjaan umum dan tata ruang, untuk berkoordinasi dengan RT, RW, serta Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) di setiap wilayah.

Langkah tersebut dilakukan guna mengidentifikasi dan memanfaatkan berbagai sumber air yang tersedia di lingkungan masyarakat sebagai cadangan selama musim kemarau berlangsung.

“Suplai air saat kemarau tidak hanya mengandalkan SPAM, tetapi juga harus memanfaatkan sumber-sumber air yang ada di wilayah masing-masing. Karena itu, koordinasi dengan masyarakat sangat penting,” ujarnya.

Dari sisi anggaran, Viman menegaskan bahwa penanganan bencana dan mitigasi dampak kemarau menjadi salah satu prioritas Pemerintah Kota Tasikmalaya tahun ini. Pembangunan 19 titik SPAM disebut sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam memperkuat ketahanan air masyarakat menghadapi ancaman kekeringan.

Selain itu, aktivasi dan pemeliharaan saluran irigasi yang sudah ada juga terus dilakukan untuk memastikan distribusi air ke sektor pertanian tetap berjalan optimal selama musim kemarau.

“Penanganan bencana menjadi prioritas. Pembangunan 19 titik SPAM merupakan bentuk keberpihakan anggaran untuk menghadapi kemarau panjang. Aktivasi saluran irigasi juga terus kami lakukan,” pungkasnya.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement