TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Chandra, mengingatkan seluruh pengelola dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk menjalankan kewajiban sesuai aturan yang telah ditetapkan pemerintah serta menjaga kualitas makanan yang disajikan kepada masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Diky saat membuka kegiatan Training Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP) yang digelar di salah satu hotel di Jalan Yudanagara, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, Selasa (7/7/2026) pagi.
Pelatihan tersebut difokuskan pada peningkatan kapasitas pengelola dapur dalam menerapkan standar keamanan pangan, kebersihan, serta pengelolaan dapur yang aman, higienis, dan berkualitas. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pemilik dan pengelola dapur MBG yang beroperasi di Kota Tasikmalaya.
Dalam sambutannya, Diky menegaskan pentingnya pengawasan dan pengendalian dapur MBG secara aktif agar seluruh operasional dapur berjalan sesuai ketentuan yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
“Kami dari Pemerintah Kota Tasikmalaya mengajak seluruh pengelola dapur MBG untuk melakukan kontrol secara aktif dan mengikuti aturan yang telah ditetapkan oleh BGN. Saat ini BGN mulai bersikap tegas terhadap dapur-dapur yang dinilai tidak memenuhi standar atau tidak sesuai ketentuan,” ujar Diky.
Menurutnya, berbagai informasi terkait kebijakan terbaru, persyaratan teknis, hingga prosedur operasional program MBG telah tersedia melalui portal resmi BGN. Karena itu, para pengelola dapur diharapkan terus memperbarui informasi dan memastikan seluruh ketentuan dapat dipenuhi dengan baik.
Diky juga mengingatkan agar para pengelola dapur tidak hanya fokus pada hak yang diperoleh dari program tersebut, tetapi juga memahami dan menjalankan seluruh kewajiban yang menjadi tanggung jawab mereka.
“Jangan hanya memikirkan haknya saja, tetapi lupa terhadap kewajiban yang harus dijalankan. Jika semua aturan dan arahan yang ada dipatuhi, maka pelaksanaan program MBG akan berjalan lebih baik dan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” tegasnya.
Ia menambahkan, berbagai persoalan yang selama ini muncul dalam pelaksanaan program MBG dapat diminimalkan apabila seluruh pengelola dapur menerapkan standar keamanan pangan, kebersihan, serta tata kelola yang baik sesuai pedoman yang berlaku.
Melalui pelatihan HACCP tersebut, Pemerintah Kota Tasikmalaya berharap kualitas layanan dapur MBG semakin meningkat sehingga program pemenuhan gizi masyarakat, khususnya bagi anak-anak dan kelompok penerima manfaat, dapat berjalan secara optimal, aman, dan berkelanjutan.
Selain meningkatkan pemahaman mengenai keamanan pangan, pelatihan ini juga menjadi sarana evaluasi dan koordinasi antara pemerintah daerah, pengelola dapur, serta pihak terkait lainnya dalam mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis di Kota Tasikmalaya.