CIAMIS, NewsTasikmalaya.com – Respons cepat petugas Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Ciamis berhasil menyelamatkan seorang balita berusia dua tahun yang kepalanya tersangkut di dalam kaleng biskuit. Proses evakuasi berlangsung dramatis selama sekitar 20 menit dan berakhir selamat tanpa menimbulkan cedera pada korban.
Peristiwa unik sekaligus mendebarkan tersebut terjadi pada Selasa (7/7/2026) malam. Insiden ini menimpa Naima Nurarafah (2), seorang balita warga Dusun Puncak Asih, RT 001 RW 016, Desa Cisadap, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis. Orang tua korban segera meminta bantuan darurat setelah berbagai upaya mandiri untuk melepaskan kaleng dari kepala anaknya tidak membuahkan hasil.
Petugas Damkar Ciamis, Seprinda, mengatakan bahwa laporan kedaruratan tersebut diterima pihak pemadam kebakaran sekitar pukul 20.58 WIB saat dirinya sedang melaksanakan piket kesiapsiagaan.
"Awal kami mendapatkan laporan pukul 20.58 WIB. Penelepon, Ibu Riska, meminta bantuan untuk melepaskan kaleng biskuit yang menyangkut di kepala anaknya yang berumur dua tahun," ujar Seprinda, Rabu (8/7/2026).
Setelah menerima laporan, petugas langsung menyiapkan peralatan evakuasi khusus, termasuk mesin gerinda mini, kemudian bergegas menuju lokasi kejadian. Namun, sesampainya di lokasi, tim pemadam menghadapi kendala karena korban yang masih balita terus menangis dan sulit untuk tetap diam saat proses penyelamatan dilakukan.
"Awalnya kami menyiapkan gerinda mini. Tetapi karena anak masih berusia dua tahun dan terus bergerak, kami khawatir mengenai kepalanya. Akhirnya kami memutuskan menggunakan gunting dan memotong kaleng sedikit demi sedikit. Alhamdulillah kaleng berhasil dilepaskan," katanya.
Menurut Seprinda, proses evakuasi pemotongan kaleng tersebut berlangsung sekitar 20 menit. Ia juga menyebut kejadian kaleng biskuit yang menyangkut di kepala balita merupakan kasus pertama yang pernah ditangani oleh UPTD Damkar Ciamis.
"Kalau kaleng biskuit yang menyangkut di kepala balita, ini baru pertama kali kami terima laporannya di Kabupaten Ciamis. Memang banyak kejadian unik yang pernah kami tangani, tetapi kasus seperti ini baru kali ini," ungkap Seprinda.
Sementara itu, ibu korban, Riska (44), menceritakan bahwa insiden tersebut bermula saat putrinya sedang bermain di dalam rumah sambil memegang telepon genggam (handphone). Di dekatnya terdapat sebuah kaleng biskuit kosong yang kemudian dijadikan sebagai media mainan oleh sang anak.
"Awalnya lagi kumpul. Anak saya pegang HP, mungkin bosan lalu mengambil kaleng kosong. Tadinya dimasukkan dan bisa keluar lagi, tetapi kemudian kaleng itu dimasukkan ke kepala dan malah tersangkut," tutur Riska.
Riska mengaku sempat panik dan berusaha melepaskan kaleng tersebut sendiri dengan mencoba memotong bagian atas kaleng menggunakan alat seadanya. Namun, semua upaya itu gagal.
"Saya kira bisa keluar sendiri, ternyata tidak bisa. Sudah dicoba digunting juga tetap tidak berhasil. Akhirnya saya teringat menghubungi Damkar setelah mendapat nomor dari tetangga. Sebelum dievakuasi anak saya menangis kesakitan karena kalengnya sudah benar-benar menyangkut. Bekas jepitannya juga sempat membuat kulitnya merah," ujarnya.
Meski sempat menegangkan, proses evakuasi yang dilakukan petugas Damkar berlangsung dengan penuh kehati-hatian sehingga balita Naima tidak mengalami luka luar akibat proses penyelamatan tersebut.
"Alhamdulillah tidak ada goresan bekas evakuasi. Yang ada hanya bekas tekanan dari kalengnya saja," pungkas Riska lega.
Kejadian ini menjadi pengingat berharga bagi para orang tua di wilayah Ciamis dan sekitarnya agar selalu memperketat pengawasan terhadap anak saat bermain, terutama ketika berada di dekat benda-benda rumah tangga yang berpotensi membahayakan keselamatan.