TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya hingga saat ini belum merencanakan pembangunan kawasan khusus hutan kota untuk menambah ruang terbuka hijau (RTH).
Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra menyebut sejumlah wilayah di Kota Tasikmalaya masih memiliki area hutan dan ruang terbuka hijau yang tersebar di 10 kecamatan.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat beberapa kawasan di Kota Tasikmalaya masih memiliki nuansa pedesaan dengan kualitas udara yang cukup asri.
“Kawasan yang masih terasa pedesaan ada di Kecamatan Kawalu, Tamansari, Bungursari, Purbaratu, dan Indihiang,” ujar Diky saat ditemui di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tasikmalaya, Selasa (19/5/2026).
Diky menjelaskan, meskipun terdapat wacana pengembangan hutan kota di beberapa kawasan, secara umum ketersediaan ruang terbuka hijau di Kota Tasikmalaya masih dinilai cukup memadai.
“Secara perkotaan kita masih cukup terbuka. Ruang terbukanya masih banyak untuk ukuran kota. Di Dadaha memang ada rekomendasi penambahan dan perapatan pohon dari pusat, namun hingga kini belum terealisasi,” ungkapnya.
Ia menambahkan, sejumlah kawasan seperti Situ Cibeureum, Situ Gede, dan beberapa area hutan lainnya masih terjaga keberadaannya di Kota Tasikmalaya. Kondisi tersebut dinilai berbeda dengan kota-kota besar yang umumnya didominasi gedung bertingkat dan kawasan permukiman padat.
“Untuk ukuran kota madya, kondisi ini masih sangat layak. Jika dikalkulasikan dengan kecamatan lainnya, kawasan hutan masih cukup banyak, seperti di Kawalu meskipun pengelolaannya berada di bawah Perhutani. Setidaknya Kota Tasikmalaya masih memiliki banyak ruang terbuka hijau,” tegasnya.
Terkait penguatan kawasan hijau, Diky mengungkapkan bahwa Pemkot Tasikmalaya saat ini tengah mengkaji rencana pembangunan taman hutan bambu. Namun, lokasi dan teknis pelaksanaannya masih dibahas bersama dinas terkait.
“Masih cukup dan aman. Bahkan beberapa wilayah kelurahan masih bernuansa desa, khususnya di Kawalu dan Tamansari. Karena itu beberapa waktu lalu kegiatan UTHM di Tamansari mendapat penilaian positif dari peserta karena suasananya masih asri,” katanya.