Ikuti Kami :

Disarankan:

Pencarian Korban Terjun di Jembatan Cirahong Dihentikan Sementara Imbas Hujan, Polisi Ungkap Kronologi

Jumat, 22 Mei 2026 | 16:27 WIB
Pencarian Korban Terjun di Jembatan Cirahong Dihentikan Sementara Imbas Hujan, Polisi Ungkap Kronologi
Pencarian Korban Terjun di Jembatan Cirahong Dihentikan Sementara Imbas Hujan, Polisi Ungkap Kronologi. Foto: Kristian.

Proses pencarian terhadap pria berinisial W, warga Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, yang diduga nekat melompat dari Jembatan Cirahong ke aliran Sungai Citanduy pada Jumat (22/5/2026) pagi, terpaksa dihentikan sementara. Sinyal penghentian operasi kemanusiaan ini disebabkan oleh faktor cuaca buruk yang melanda kawasan lokasi kejadian.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com — Proses pencarian terhadap pria berinisial W, warga Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, yang diduga nekat melompat dari Jembatan Cirahong ke aliran Sungai Citanduy pada Jumat (22/5/2026) pagi, terpaksa dihentikan sementara. Sinyal penghentian operasi kemanusiaan ini disebabkan oleh faktor cuaca buruk yang melanda kawasan lokasi kejadian.

Hingga pukul 16.00 WIB, Tim SAR gabungan yang telah menyisir aliran sungai sejak pagi hari belum berhasil menemukan keberadaan korban. Kondisi hujan deras yang mengguyur wilayah perbatasan Kabupaten Tasikmalaya dan Ciamis sore ini membuat arus sungai menjadi dinamis dan membahayakan keselamatan para petugas.

Kapolsek Manonjaya Polres Tasikmalaya Kota, AKP Soni Alamsyah, membenarkan pemberhentian sementara operasi pencarian tersebut sekaligus membeberkan kronologi detik-detik sebelum korban melakukan aksi nekatnya.

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan saksi, korban diketahui sempat memarkirkan sepedanya di sebuah warung milik warga di sisi wilayah Manonjaya sebelum berjalan kaki menuju bentangan tengah jembatan.

"Korban datang menggunakan sepeda. Sepedanya kemudian ditinggal di warung, lalu korban sempat membeli beberapa camilan seperti roti, cokelat kemasan, dan air mineral. Setelah jajan, korban berjalan kaki ke arah Ciamis lewat jembatan, sebelum akhirnya diduga melompat dari ketinggian kurang lebih 200 meter," ujar AKP Soni Alamsyah, Jumat (22/5/2026) sore.

AKP Soni menambahkan, pihak keluarga W saat ini sudah mendatangi Mapolsek Manonjaya untuk memastikan identitas dan memeriksa sejumlah barang bukti yang tertinggal di lokasi, termasuk sepeda kayuh milik korban.

Mengenai motif di balik tindakan nekat ini, pihak kepolisian menegaskan masih melakukan proses penyelidikan mendalam dan belum bisa menarik kesimpulan sepihak. Sebab, berdasarkan kesaksian warga sekitar yang sempat menyapa, korban tidak menunjukkan gelagat mencurigakan dan mengaku hanya ingin mencari angin segar.

"Untuk motif masih kami selidiki. Sebelum kejadian, korban sempat ditanya oleh warga sekitar mengenai tujuannya berjalan ke arah jembatan, dan korban menjawab hanya ingin jalan-jalan santai," jelas Kapolsek.

Menyikapi insiden yang berulang di jembatan peninggalan era kolonial ini, AKP Soni melayangkan imbauan keras kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya para pengendara dan pelancong yang kerap melintasi kawasan Jembatan Cirahong.

Ia menegaskan bahwa struktur jembatan dua tingkat tersebut murni difungsikan sebagai jalur konektivitas transportasi logistik dan mobilitas warga dari dua wilayah, bukan sebagai destinasi wisata alternatif.

"Kami mengimbau dengan sangat kepada seluruh masyarakat untuk selalu berhati-hati. Jembatan Cirahong itu peruntukannya adalah sebagai perlintasan kendaraan dari dua wilayah, bukan tempat untuk berswafoto (selfie) ataupun tempat nongkrong, apalagi sampai berdiri melamun melihat ke arah dasar sungai. Mari kita jaga keselamatan bersama," pungkas AKP Soni tegas.

 

 

Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi tindakan bunuh diri. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit, depresi, atau memiliki pemikiran untuk menyakiti diri sendiri, segeralah mencari bantuan profesional ke fasilitas kesehatan terdekat.

 

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement