TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Ketua dan pengurus Dewan Pimpinan Kota Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan (DPK IKAPTK) Kota Tasikmalaya periode 2025–2030 resmi dilantik.
Prosesi pelantikan dilakukan oleh Ketua IKAPTK Provinsi Jawa Barat, Dedei Supandi, di Ballroom Hotel Horison Tasikmalaya, Jumat (17/4/2025) malam.
Dalam kepengurusan tersebut, Iwan Kurniawan dipercaya sebagai Ketua DPK IKAPTK Kota Tasikmalaya. Usai dilantik, Iwan yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Perhubungan Kota Tasikmalaya menyatakan komitmennya untuk mendukung program prioritas pemerintah daerah.
“Kami siap mendukung dan menyukseskan program prioritas Kota Tasikmalaya sesuai arahan IKAPTK Jawa Barat,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa anggota IKAPTK merupakan bagian dari aparatur sipil negara (ASN) yang harus menjadi teladan dalam birokrasi. Karena itu, ia mengimbau seluruh anggota untuk menjaga marwah almamater serta memperkuat peran organisasi.
“Saya berharap DPK IKAPTK Kota Tasikmalaya dapat menjadi motor penggerak kolaborasi ASN lintas perangkat daerah, sekaligus penjaga etika kepamongprajaan dalam mengawal pembangunan lima tahun ke depan,” tegasnya.
Sementara itu, Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadan, yang turut hadir dalam acara tersebut menyampaikan bahwa pelantikan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat korps kepamongprajaan, khususnya di wilayah Priangan Timur.
Menurutnya, kehadiran para pengurus IKAPTK lintas daerah menjadi energi kolektif dalam meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat.
“Hari ini bukan sekadar pelantikan, tetapi momentum memperkuat barisan pengabdian kepada masyarakat dalam tubuh korps kepamongprajaan,” ujar Viman.
Ia menambahkan bahwa seluruh ASN memiliki tujuan yang sama, yakni memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
“Semua ASN adalah satu, dengan tujuan yang sama, yaitu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” katanya.
Viman juga berharap kepengurusan DPK IKAPTK Kota Tasikmalaya yang baru dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah, tidak hanya aktif secara kegiatan, tetapi juga berdampak langsung bagi masyarakat.
“Organisasi tidak cukup hanya aktif secara kegiatan, tetapi harus kuat dalam kontribusi nyata terhadap pembangunan dan pelayanan publik,” pungkasnya.