Ikuti Kami :

Disarankan:

Penyangga Jembatan Gunung Huni Tasikmalaya Ambrol, Akses Alternatif Warga Terancam Putus

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 14:14 WIB
Penyangga Jembatan Gunung Huni Tasikmalaya Ambrol, Akses Alternatif Warga Terancam Putus
Penyangga Jembatan Gunung Huni Tasikmalaya Ambrol, Akses Alternatif Warga Terancam Putus.

Warga Kampung Babakan Sirnarasa (Gunung Huni) Tasikmalaya cemas jembatan lokal ambruk akibat penyangga irigasi rusak diterjang gempa. Mobil dilarang melintas (8/8/2026).

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Rasa cemas kini menghantui warga Kampung Babakan Sirnarasa, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Gunung Huni, di Kelurahan Empangsari, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya. Tembok penahan saluran irigasi yang berfungsi sebagai fondasi penyangga jembatan lokal di kawasan tersebut mengalami kerusakan parah dan berisiko ambruk.

Kondisi mengkhawatirkan ini sebenarnya telah berlangsung sejak tiga hingga empat bulan lalu. Namun, tingkat kerusakannya kian terakselerasi dan meluas pascaguncangan gempa bumi yang berpusat di Pangandaran dua hari lalu.

Menyadari potensi bahaya yang mengintai, masyarakat setempat berinisiatif mengambil langkah preventif secara mandiri. Warga memasang papan imbauan di mulut jembatan guna melarang kendaraan roda empat atau mobil melintas. Langkah ini diambil untuk meminimalkan beban muatan yang berisiko memicu keruntuhan total.

"Bagian penyangga utamanya sudah ambrol cukup parah. Kami sangat khawatir jembatan ini tiba-tiba rubuh saat melintas, apalagi jika sedang banyak warga yang lewat," ujar Asep Rizki (28), salah seorang warga setempat, Sabtu (8/8/2026).

Ancaman kerobohan jembatan kian mengintai seiring makin dekatnya musim penghujan. Saluran air di bawah jembatan tersebut merupakan alur pembuangan utama yang menampung limpasan air dari wilayah Cihideung serta kawasan pusat Kota Tasikmalaya. Apabila intensitas hujan meningkat, lonjakan debit air dikhawatirkan bakal mengikis habis sisa-sisa fondasi penopang jembatan.

Jika akses jalan ini terputus, dampaknya tidak hanya melumpuhkan mobilitas harian warga, tetapi juga berpotensi merusak sistem aliran irigasi secara keseluruhan. Padahal, kendati bukan merupakan jalan protokol, jembatan ini memegang peranan krusial sebagai:

 * Akses Pendidikan: Jalur utama lintas harian bagi para pelajar menuju kawasan pemukiman di belakang RSUD dr. Soekardjo.

 * Jalur Pengurai Kemacetan: Rute alternatif terfavorit bagi pengguna jalan untuk menghindari kemacetan di jalan utama pusat kota.

Warga Kampung Babakan Sirnarasa berharap instansi dan dinas terkait di lingkungan Pemkot Tasikmalaya dapat segera turun ke lapangan untuk melakukan peninjauan teknis serta merealisasikan perbaikan permanen sebelum memakan korban jiwa atau memicu kerusakan infrastruktur yang lebih luas.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement