TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Rd. Diky Candra Negara, menghadiri agenda rutin Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) dan Sarasehan Perisai Diri yang digelar oleh Keluarga Silat Nasional (Kelatnas) Indonesia Perisai Diri Cabang Kota Tasikmalaya di SMKN 3 Kota Tasikmalaya, Minggu (26/7/2026) siang.
Kedatangan Wakil Wali Kota yang juga aktor senior tersebut disambut hangat oleh jajaran pembina, pengurus ranting, serta ratusan peserta. Diky Candra disuguhi beragam atraksi seni bela diri yang memukau dari para atlet Perisai Diri.
Atraksi yang ditampilkan meliputi permainan senjata toya, kipas, payung, jurus tangan kosong, permainan dua pedang, teknik gerak kehewanan (seperti teknik kuntul, garuda, harimau, dan naga), hingga demonstrasi pematahan benda keras menggunakan teknik tenaga dalam.
Usai menyaksikan jajaran pertunjukan tersebut, Diky Candra menyampaikan apresiasi yang tinggi dalam sambutannya. Selepas acara, suasana makin hangat saat para atlet, pengurus, hingga orang tua peserta berebut melakukan swafoto (selfie) bersama sang Wakil Wali Kota.
Dalam keterangannya kepada awak media, Diky Candra menekankan pentingnya menjaga identitas budaya bangsa melalui olahraga pencak silat di tengah gempuran budaya luar.
"Perisai Diri ini pada dasarnya adalah pencak silat, dan itu poin paling penting. Pencak silat merupakan warisan luhur tradisi dan budaya bangsa kita. Kita boleh bangga dengan seni bela diri dari luar, namun jangan sampai melupakan jati diri sebagai bangsa Indonesia di mana pencak silat adalah dasar bela diri milik Nusantara," tegas Diky Candra.
Ia juga mengapresiasi keberhasilan Perisai Diri yang mampu membangun komunikasi inklusif hingga masuk ke sekolah-sekolah sebagai kegiatan ekstrakurikuler.
"Pendekatan Perisai Diri ini sangat santun dan merakyat. Selain memperdalam fisik dan seni membela diri, Perisai Diri tetap memberikan ruang untuk mengasah pengetahuan dan kecerdasan karakter. Bahaya sekali jika seorang jawara tidak dibekali ilmu pengetahuan serta etika kehidupan," jelasnya.
Lebih lanjut, Diky menyoroti penguatan nilai spiritual dalam pembinaan olahraga tradisional ini.
"Hal yang paling berkesan di Perisai Diri adalah penanaman nilai iman dan takwa (Imtak). Kunci utama dari silat adalah ketenangan, dan ketenangan itu bersumber dari salat. Kunci silat adalah salat, itulah filosofi indah yang diterapkan teman-teman Perisai Diri. Ini bekal yang sangat tepat bagi anak-anak kita agar lebih percaya diri sekaligus ngamumule (melestarikan) tradisi Jawa Barat dan Indonesia," pungkas Diky Candra.
Targetkan 1.000 Anggota Baru dan Evaluasi Pembinaan Ekstrakurikuler
Sebelum puncak acara sarasehan pada Minggu siang hingga sore, penguji dan panitia telah melangsungkan tahapan evaluasi fisik serta Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) sejak Sabtu (25/7/2026) malam hingga Minggu pagi.
Sesi sarasehan menghadirkan para pembina ekstrakurikuler sekolah, perwakilan guru, serta para Ketua OSIS dari berbagai sekolah se-Kota Tasikmalaya. Forum ini menjadi ruang dialog interaktif untuk mengevaluasi pengembangan kegiatan ekstrakurikuler silat di lingkungan sekolah.
Ketua Perisai Diri Cabang Kota Tasikmalaya, Gungun Anantaguna, membeberkan bahwa agenda UKT periode ini diikuti oleh ratusan pesilat dari berbagai tingkatan.
"UKT ini merupakan agenda rutin enam bulanan, dan kali ini merupakan periode yang ke-80. Total peserta yang mengikuti prosesi evaluasi kenaikan tingkat sebanyak 236 orang," ungkap Gungun.
Gungun menambahkan, sarasehan bersama para pembina dan pengurus OSIS difokuskan untuk menyusun strategi penerimaan anggota baru pada bulan September mendatang.
"Pada September nanti kami menargetkan penerimaan 1.000 anggota baru di seluruh sekolah se-Kota Tasikmalaya. Langkah ini konsisten kami lakukan demi menjaga keberlanjutan budaya pencak silat di kalangan generasi muda," ujarnya.
Terkait kehadiran Wakil Wali Kota, Gungun menyampaikan rasa hormat dan terima kasih atas perhatian yang diberikan Pemkot Tasikmalaya.
"Alhamdulillah, kehadiran Pak Wakil Wali Kota menjadi kebanggaan dan kehormatan besar bagi kami. Beliau sangat konsisten memberikan support moral agar seni tradisi bangsa kita mampu bersaing dan menjadi tuan rumah di negeri sendiri," pungkas Gungun.
Sebelumnya diberitakan, Kelatnas Indonesia Perisai Diri Cabang Kota Tasikmalaya mempersiapkan gelaran evaluasi teknik berkala yang dirangkaikan dengan sarasehan bersama pengurus ranting dan pembina sekolah pada Minggu, 26 Juli 2026.
Ajang silaturahmi yang mengusung tema "Kita Perisai Diri, Kita Keluarga" tersebut dirancang sebagai wadah evaluasi hasil latihan sekaligus momentum mempererat tali persaudaraan antar-anggota, pembina, serta sesepuh Perisai Diri se-Kota Tasikmalaya.