Ikuti Kami :

Disarankan:

Pertumbuhan Industri di Kota Banjar Stabil, Pengangguran Masih Stagnan

Selasa, 11 November 2025 | 15:41 WIB
Pertumbuhan Industri di Kota Banjar Stabil, Pengangguran Masih Stagnan
Pertumbuhan Industri di Kota Banjar Stabil, Pengangguran Masih Stagnan.

Pertumbuhan industri di Kota Banjar, menunjukkan tren stabil dalam beberapa tahun terakhir, terutama pada sektor Industri Kecil Menengah (IKM). Namun, geliat tersebut belum sepenuhnya mampu menekan angka pengangguran di wilayah setempat.

BANJAR, NewsTasikmalaya.com - Pertumbuhan industri di Kota Banjar, menunjukkan tren stabil dalam beberapa tahun terakhir, terutama pada sektor Industri Kecil Menengah (IKM). Namun, geliat tersebut belum sepenuhnya mampu menekan angka pengangguran di wilayah setempat.

Wali Kota Banjar Sudarsono menjelaskan, data terbaru menunjukkan adanya peningkatan jumlah unit industri dan tenaga kerja setiap tahun. Pada 2024, tercatat 2.918 unit industri kecil pengolahan pangan dengan total 6.621 tenaga kerja, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

“Pemerintah Kota Banjar juga telah menggiatkan program Kick Off UMKM Naik Kelas pada tahun 2024 untuk mendorong pertumbuhan wirausaha baru dan IKM,” ujar Sudarsono, Selasa (11/11/2025).

Data tahun 2025 mencatat, industri makanan mendominasi dengan kontribusi 40,67 persen, disusul pengolahan tembakau (22,67 persen), kayu (10,67 persen), pakaian jadi (7,33 persen), dan minuman (4 persen).

Pemerintah daerah juga tengah menyiapkan kawasan strategis ekonomi menuju pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Menurut Sudarsono, industri pengolahan masih menjadi penggerak utama ekonomi Banjar, di samping sektor pertanian, kehutanan, perikanan, dan konstruksi.

“Industri kecil pengolahan pangan memegang peran penting, ditandai dengan ribuan unit usaha yang aktif di sektor ini,” jelasnya.

Berdasarkan data ketenagakerjaan, jumlah angkatan kerja pada Agustus 2024 mencapai 109.604 orang, naik 680 orang dibanding tahun sebelumnya. Namun, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) justru turun dari 67,44 persen menjadi 67,22 persen.

Jumlah penduduk bekerja meningkat 627 orang menjadi 103.637 orang, dengan kenaikan tertinggi di sektor jasa (6,03 persen). Sementara itu, sektor pertanian mengalami penurunan cukup signifikan (7,87 persen).

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Agustus 2024 tercatat 5,44 persen, sedikit naik dari tahun sebelumnya. Namun, angka itu kembali menurun pada Agustus 2025 menjadi 5,26 persen, terendah kelima di Jawa Barat.

“Pertumbuhan industri yang tidak sejalan dengan penurunan pengangguran dapat disebabkan oleh mismatch skill, yakni ketidaksesuaian antara keterampilan pencari kerja dan kebutuhan industri,” ungkap Sudarsono.

Ia menambahkan, dominasi industri padat modal dan berskala kecil menyebabkan daya serap tenaga kerja belum optimal. “Dampaknya terhadap penurunan angka pengangguran secara keseluruhan mungkin tidak langsung terlihat,” ujarnya.

Kepala BLK Disnaker Kota Banjar Doni Ismaya mengatakan, pemerintah terus menekan angka pengangguran melalui berbagai pelatihan kerja.

Pada tahap I tahun 2025, sebanyak 112 peserta dari tujuh desa mengikuti pelatihan menjahit, tata rias, pengolahan ikan, hingga microcontroller. “Pelatihan itu sudah selesai, hasilnya ada yang bekerja di perusahaan dan ada juga yang membuka usaha sendiri,” katanya.

Selain itu, 16 peserta mengikuti pelatihan Project Based Learning tentang pengoperasian tools kecerdasan buatan (AI) untuk konten digital dan bisnis. “Beberapa peserta langsung ditempatkan di perusahaan tempat pelatihan,” ujarnya.

Ketua Apindo Kota Banjar Oni Kurnia menilai, stagnasi pengangguran dipengaruhi keterbatasan investasi dan dominasi sektor informal. “Selain itu, dunia usaha menghadapi kendala efisiensi dan kemampuan upah, terutama bagi UMKM,” katanya.

“Apindo mendorong sinergi antara pemerintah daerah, BLK, dan dunia usaha untuk memperluas lapangan kerja produktif serta menarik investor baru, agar penyerapan tenaga kerja di Banjar dapat meningkat secara berkelanjutan,” pungkasnya.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement