TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com — Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pemeliharaan Universitas Siliwangi (Unsil) Tasikmalaya, Mohammad Syarif Al-Huseiny, angkat bicara terkait ambruknya gazebo di lingkungan kampus pada Minggu (16/11/2025). Ia memastikan bahwa hingga saat ini penyebab pasti runtuhnya bangunan tersebut masih dalam proses penyelidikan mendalam.
Syarif mengatakan, pihak sarana dan prasarana Unsil belum dapat memberikan penjelasan rinci mengenai faktor penyebab ambruknya konstruksi tersebut.
“Dari pandangan awal kami, belum terlihat secara jelas apa penyebab teknis runtuhnya bangunan ini. Tim Sarpras masih menelusuri lebih jauh,” ujarnya, Senin (17/11/2025).
Ia menuturkan bahwa berdasarkan dokumen perencanaan, gazebo yang dibangun pada 2019 tersebut telah memenuhi persyaratan teknis. Perhitungan struktur maupun spesifikasi material disebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Secara administrasi, bangunan itu sudah melalui proses perhitungan struktur dan pemilihan material yang sesuai standar,” jelasnya.
Syarif juga menegaskan bahwa seluruh rangka bangunan menggunakan baja ringan, bukan kayu. Issue rangka kayu lapuk, katanya, tidak benar.
“Tidak ada rangka kayu, semuanya menggunakan baja ringan,” tegasnya.
Penutup atap gazebo berupa genteng tanah liat disebut merupakan material yang lazim digunakan pada berbagai bangunan ringan. Karena itu, menurutnya, secara desain awal tidak terdapat indikasi permasalahan pada konstruksi atap.
“Baja ringan dengan penutup genteng seperti ini umum dipakai di rumah-rumah perumahan. Pada prinsipnya tidak ada masalah pada jenis struktur atapnya,” tambah Syarif.
Sejak berdiri pada 2019, gazebo tersebut belum mengalami renovasi besar. Syarif mengaku baru bergabung di Unsil beberapa waktu terakhir sehingga tidak mengetahui kondisi awal bangunan secara detail.
“Setahu saya belum pernah direnovasi,” katanya.
Unsil telah membentuk tim investigasi khusus untuk menelusuri akar masalah ambruknya gazebo. Tim tersebut melibatkan berbagai pihak, termasuk Kementerian PUPR, Polres Tasikmalaya Kota, serta unsur internal kampus.
“Yang sudah turun itu dari Kementerian PUPR, kepolisian, dan tim internal. Kami terbuka kapan pun dimintai penjelasan,” ucap Syarif.
Hasil kajian mendalam dari tim tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran utuh mengenai penyebab runtuhnya bangunan, sekaligus menjadi dasar langkah preventif pada fasilitas kampus lainnya.