Ikuti Kami :

Disarankan:

Prabowo Serukan “Free Palestine” di Gontor, Pesannya untuk Generasi Muda Jadi Sorotan

Senin, 21 September 2026 | 06:26 WIB
Prabowo Serukan “Free Palestine” di Gontor, Pesannya untuk Generasi Muda Jadi Sorotan
Prabowo Serukan “Free Palestine” di Gontor, Pesannya untuk Generasi Muda Jadi Sorotan. Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev

Prabowo menyerukan “Free Palestine” di Gontor saat peringatan 100 tahun. Ia juga mengajak generasi muda belajar sungguh-sungguh dan membangun Indonesia yang kuat.

PONOROGO, NewsTasikmalaya.com – Suasana Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), Ponorogo, Jawa Timur, mendadak bergemuruh ketika Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyerukan dukungan untuk Palestina.

Melansir laman presiden.go.id, Senin (21/9/2026), momen tersebut terjadi saat Prabowo menyapa para duta besar negara sahabat yang hadir dalam acara peringatan satu abad Gontor di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM), Sabtu (19/9/2026).

Ketika nama Duta Besar Palestina untuk Republik Indonesia Abdalfatah A.K. Alsattari disebut, tepuk tangan para santri, alumni, dan tamu undangan langsung terdengar meriah.

Prabowo kemudian mengangkat suaranya dari atas mimbar. “Free Palestine! Free Palestine! Free Palestine!” seru Presiden.

Seruan tersebut langsung disambut oleh para hadirin yang meneriakkan kalimat serupa. Momen itu menjadi salah satu bagian yang paling mencolok dalam rangkaian perayaan 100 tahun perjalanan Pondok Modern Darussalam Gontor. 

Keffiyeh Palestina Melengkapi Momen di Gontor

Setelah seruan tersebut, Duta Besar Palestina Abdalfatah A.K. Alsattari menghampiri Presiden Prabowo.

Sang duta besar kemudian mengalungkan keffiyeh, kain bercorak khas yang selama ini lekat dengan identitas Palestina, ke leher Presiden.

Prabowo menerima keffiyeh tersebut. Keduanya kemudian berpelukan sebelum Presiden kembali melanjutkan sambutannya dengan kain tersebut tetap berada di pundaknya. 

Momen tersebut kemudian berlanjut pada pembahasan mengenai kondisi rakyat Palestina.

Di hadapan keluarga besar Gontor, Prabowo menyampaikan keprihatinannya terhadap penderitaan yang dialami masyarakat Palestina. Ia mengatakan situasi tersebut juga menjadi pengingat bagi Indonesia mengenai pentingnya membangun kekuatan nasional.

“Saya tadi ingat, saudara-saudara kita di Palestina, mereka dibantai, mereka dibom, mereka diserang terus-menerus, dan kita seolah-olah kurang berdaya untuk membantu mereka,” ujar Prabowo.

Prabowo Dorong Generasi Muda Belajar dengan Sungguh-Sungguh

Prabowo kemudian mengaitkan persoalan Palestina dengan pentingnya membangun sumber daya manusia dan kekuatan bangsa Indonesia.

Menurutnya, kepedulian terhadap persoalan internasional perlu dibarengi dengan upaya memperkuat kemampuan bangsa sendiri.

Pesan tersebut secara khusus ia sampaikan kepada para kiai, ulama, pendidik, serta generasi muda yang berada dalam lingkungan pendidikan seperti Gontor.

“Saya kira ini justru yang mendorong kita semua, apalagi saudara-saudara, apalagi para kiai, apalagi para ulama, apalagi para pendidik di institusi-institusi seperti Gontor ini. Ini saya kira harus mendorong dan memicu suatu kehendak,” tutur Prabowo.

Presiden kemudian menekankan pentingnya kesungguhan dalam menuntut ilmu dan membangun Indonesia agar memiliki kekuatan yang mampu melindungi kepentingan nasional.

“Kehendak untuk belajar sungguh-sungguh. Kehendak untuk membangun bangsa Indonesia yang kuat karena bangsa yang tidak kuat, bangsa itu akan diinjak-injak oleh bangsa-bangsa lain,” lanjutnya.

Palestina Hadir di Tengah Peringatan 100 Tahun Gontor

Peringatan satu abad Gontor pada akhirnya tidak hanya menjadi momentum mengenang perjalanan panjang lembaga pendidikan tersebut.

Kehadiran Duta Besar Palestina, seruan “Free Palestine”, hingga pemberian keffiyeh kepada Presiden Prabowo turut memberikan warna tersendiri dalam acara tersebut.

Duta Besar Abdalfatah juga menyampaikan apresiasi atas dukungan masyarakat Indonesia terhadap Palestina. Menurutnya, dukungan tersebut telah ia rasakan sejak berada di Indonesia dan bukan hanya datang dari Presiden, tetapi juga dari berbagai lapisan masyarakat. 

Di sisi lain, pesan Prabowo di Gontor menempatkan isu Palestina dalam konteks yang lebih luas, yakni pentingnya membangun kekuatan bangsa melalui pendidikan.

Bagi Presiden, perhatian terhadap penderitaan masyarakat Palestina perlu berjalan bersama dengan usaha mempersiapkan generasi Indonesia agar memiliki pengetahuan, kemampuan, dan karakter untuk membangun negara.

Di tengah perayaan 100 tahun Gontor, pesan tersebut menjadi bagian dari refleksi mengenai hubungan antara pendidikan, kekuatan bangsa, dan kepedulian terhadap persoalan dunia.

 

Gontor sendiri memasuki abad keduanya dengan menegaskan kembali perjalanan panjangnya dalam bidang pendidikan dan pengabdian kepada Indonesia. 

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement