TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com — Warga Kampung Nyalenghor RT 002 RW 003, Desa Nanggewer, Kecamatan Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya, digegerkan dengan penemuan seorang pria yang meninggal dunia dalam kondisi gantung diri di area perkebunan, Rabu (13/5/2026).
Korban diketahui berinisial SH alias A (56), seorang buruh harian lepas warga Kecamatan Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya.
Kapolsek Pagerageung Iptu Deni Susanto bersama personel Polsek Pagerageung Polres Tasikmalaya Kota, Unit Identifikasi, piket Reskrim, piket Intelkam, Babinsa, dan unsur terkait langsung mendatangi lokasi untuk melakukan cek dan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Andi Purwanto melalui Pamapta I Ipda Jonih Jonansa membenarkan adanya peristiwa tersebut. "Benar, kami menerima laporan adanya orang meninggal dunia. Kami langsung cek ke lokasi," ujar Ipda Jonih.
Menurut Jonih, berdasarkan keterangan saksi bernama Diding, peristiwa tersebut kali pertama diketahui sekitar pukul 13.00 WIB saat dirinya berada di area kebun dan melintas di sekitar lokasi kejadian.
Saat itu, saksi melihat sebuah tas yang diduga milik korban tergantung di pohon kopi. Karena merasa curiga, saksi kemudian memanggil nama korban sambil mendekati lokasi.
Namun, sesampainya di dekat pohon kopi, saksi mendapati korban sudah dalam kondisi tergantung menggunakan seutas tali tambang plastik yang terikat pada pohon dan leher korban.
Saksi kemudian bergegas menuju permukiman warga untuk memberitahukan kejadian tersebut kepada kepala wilayah setempat sebelum akhirnya dilaporkan ke Polsek Pagerageung, Polres Tasikmalaya Kota.
Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, korban ditemukan tergantung di batang pohon dengan ketinggian sekitar empat meter dari permukaan tanah menggunakan tali plastik jenis tambang.
"Kami lakukan evakuasi korban dan meminta keterangan saksi-saksi. Korban ini pekerjaannya buruh harian lepas," ungkapnya.
Petugas juga menemukan adanya luka bekas jeratan di bagian leher korban. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, diperkirakan korban telah meninggal sekitar lima jam sebelum ditemukan.
Selain itu, kondisi jenazah sudah mengalami kaku mayat dan perubahan warna kebiruan pada bagian jari tangan. Meski demikian, petugas tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Pemeriksaan terhadap jenazah dilakukan di Puskesmas Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya.
Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah korban langsung diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.