Ikuti Kami :

Disarankan:

Program Gentengisasi Presiden Dinilai Bangkitkan Industri Genteng Tradisional Priangan Timur

Rabu, 11 Februari 2026 | 19:01 WIB
Watermark
Program Gentengisasi Presiden Dinilai Bangkitkan Industri Genteng Tradisional Priangan Timur. Foto: NewsTasikmalaya.com/Kristian

Program Gentengisasi yang digaungkan Presiden Prabowo Subianto dinilai menjadi angin segar bagi perajin genteng tanah liat di wilayah Priangan Timur.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Program Gentengisasi yang digaungkan Presiden Prabowo Subianto dinilai menjadi angin segar bagi perajin genteng tanah liat di wilayah Priangan Timur. Program tersebut diyakini mampu menghidupkan kembali industri genteng tradisional yang selama ini terpuruk akibat persaingan dengan bahan atap modern.

Hal itu mengemuka dalam Sarasehan Ekonomi Kerakyatan yang digelar Komunitas Akademisi dan Aktivis Tasikmalaya (ATA Consulting), Rabu (11/2/2026) siang di Kopi Bento, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya.

Sarasehan bertajuk Dari Tanah Menjadi Atap: Industri Genteng Tradisional Perkuat Kemandirian Ekonomi tersebut menghadirkan perajin genteng tanah liat asal Kampung Ablok, Banjar, Nurdin, Ketua Dekopin Daerah Kota Tasikmalaya Agus Rudianto, serta akademisi Pascasarjana Universitas Siliwangi (Unsil), Dr. Edy Suroso.

Nurdin mengaku para perajin genteng di wilayah Priangan Timur—meliputi Banjar, Ciamis, Garut, Pangandaran, serta Kota dan Kabupaten Tasikmalaya—mulai kembali optimistis setelah pemerintah menggulirkan program Gentengisasi.

Menurutnya, industri genteng tanah liat sudah lama mengalami penurunan akibat kalah bersaing dengan atap seng, asbes, dan baja ringan. Minimnya permintaan membuat banyak perajin berhenti produksi.

“Saya mewakili perajin genteng tanah liat merasa usaha kami sudah lama sekarat. Permintaan hampir tidak ada. Padahal sejak nenek moyang, warga Kampung Ablok menggantungkan hidup dari membuat genteng,” ujar Nurdin.

Ia berharap program tersebut mampu meningkatkan permintaan pasar sehingga produksi kembali berjalan dan pendapatan perajin meningkat.

Pakar ekonomi kerakyatan Unsil, Dr. Edy Suroso, menilai program Gentengisasi memiliki karakter kuat sebagai program ekonomi rakyat karena berbasis padat karya, memanfaatkan sumber daya lokal, dan relatif tahan terhadap krisis.

“Program ini berpotensi meningkatkan serapan tenaga kerja, memutar ekonomi lokal, sekaligus memperkuat identitas kearifan lokal. Presiden Prabowo sejak lama memiliki semangat *local pride*, sehingga genteng tradisional bisa naik kelas,” kata Edy.

Ia menambahkan, peluang program ini sangat besar apabila didukung kepastian pasar. Pemerintah, menurutnya, memiliki kapasitas menciptakan pasar yang luas dan berkelanjutan, terutama melalui program perumahan rakyat.

Namun demikian, Edy menegaskan bahwa para perajin juga harus berbenah, terutama dalam hal peningkatan mutu produksi dan legalitas usaha.

“Pengrajin harus meningkatkan kualitas, membentuk badan usaha resmi seperti koperasi, dan menjaga standar produksi. Jika siap, pemerintah akan belanja. Kalau pemerintah belanja, ekonomi rakyat bergerak,” tegasnya.

Ketua Dekopin Daerah Kota Tasikmalaya, Agus Rudianto, memandang Gentengisasi sebagai program strategis yang berkaitan dengan perbaikan dan standarisasi atap rumah rakyat dalam skala besar, sekaligus mendukung agenda padat karya dan hilirisasi bahan bangunan.

Namun ia mengingatkan, koperasi yang menaungi perajin genteng harus mendapat dukungan kebijakan agar tidak kalah bersaing dengan industri besar.

“Industri rakyat rentan tersisih jika tidak ada keberpihakan kebijakan. Koperasi perlu dikonsolidasikan, diperkuat standarisasi produksinya, dan mendapat perlindungan regulasi,” ujar Agus.

Ia juga menekankan pentingnya akses permodalan, seperti bantuan mesin cetak genteng, kemudahan kredit perbankan, hingga pendampingan digitalisasi pemasaran agar industri pergentengan tradisional mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Melalui sinergi antara pemerintah, koperasi, dan perajin, program Gentengisasi diharapkan benar-benar mampu mengangkat industri genteng tanah liat dari usaha kecil menjadi kekuatan ekonomi daerah.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement