Ikuti Kami :

Disarankan:

Ratusan Pelajar Ceria Peringati HAN 2026 di GCC Dadaha, KPAD Kota Tasikmalaya Suarakan Stop Bullying

Kamis, 23 Juli 2026 | 18:18 WIB
Ratusan Pelajar Ceria Peringati HAN 2026 di GCC Dadaha, KPAD Kota Tasikmalaya Suarakan Stop Bullying
Ratusan Pelajar Ceria Peringati HAN 2026 di GCC Dadaha, KPAD Kota Tasikmalaya Suarakan Stop Bullying.

KPAD Kota Tasikmalaya bersama komunitas menggelar peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 di Halaman GCC Dadaha, Kamis (23/7/2026), diisi beragam kaulinan tradisional dan edukasi perlindungan anak.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 tingkat Kota Tasikmalaya berlangsung meriah di halaman Gedung Creative Center (GCC), Kompleks Olahraga Dadaha, Kecamatan Cihideung, Kamis (23/7/2026) pagi.

Kegiatan yang digagas oleh kolaborasi KPAD Kota Tasikmalaya bersama berbagai komunitas dan organisasi perlindungan anak ini berhasil mengumpulkan ratusan pelajar dari berbagai sekolah di Kota Tasikmalaya. Kendati dikemas secara sederhana, anak-anak tampak sangat antusias dan ceria mengikuti seluruh rangkaian acara.

Rangkaian peringatan HAN 2026 ini diisi dengan beragam kegiatan edukatif dan sosial, mulai dari Gebyar Kaulinan Tradisional, edukasi Cinta Bangga Paham Rupiah, penampilan kreativitas anak, penyerahan santunan bagi anak yatim dan disabilitas, pelayanan pembuatan Akta Kelahiran dan Kartu Identitas Anak (KIA) gratis, hingga layanan konsultasi kesehatan.

Ketua KPAD Kota Tasikmalaya, Rina Marlina, menegaskan bahwa peringatan HAN bukanlah sekadar seremoni tahunan. Momen ini merupakan pengingat penting bahwa anak adalah generasi penerus yang tengah tumbuh, belajar, dan merajut mimpi.

"Anak bukan hanya calon penerus bangsa, melainkan amanah dan cermin kualitas peradaban sebuah daerah. Bagaimana cara kita memperlakukan anak-anak hari ini adalah gambaran wajah Kota Tasikmalaya di masa depan," ujar Rina.

Di balik kemeriahan acara, Rina turut menyoroti masih adanya anak-anak yang terbayang rasa takut akibat trauma menjadi korban kekerasan maupun perundungan (bullying).

"Di tengah kemajuan pembangunan, kita tidak boleh tutup mata terhadap sisi lain. Masih dijumpai kasus diskriminasi, intoleransi, hingga perundungan pada anak. Kebijakan publik yang ideal adalah kebijakan yang berfokus pada pemenuhan hak dan perlindungan anak," tegasnya.

Rina menekankan bahwa pemenuhan hak dan penciptaan rasa aman bagi anak, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun ruang publik, membutuhkan kolaborasi sinergis dari semua pihak. Tugas melindungi anak merupakan tanggung jawab kolektif seluruh elemen masyarakat.

Ia juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para relawan, komunitas, dan organisasi yang tetap solid menyelenggarakan peringatan HAN 2026 meski di tengah keterbatasan anggaran.

"Kami mendorong seluruh sekolah di Kota Tasikmalaya untuk konsisten menerapkan kebijakan Sekolah Ramah Anak. Selain itu, anak-anak juga perlu dibina agar berani menjadi Pelopor dan Pelapor (2P) jika melihat atau mengalami tindakan kekerasan," tambahnya.

Acara peringatan HAN 2026 ini turut dihadiri oleh Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya, Kepala DPPKBP3A Nanang Suhara, Kepala Dinas Sosial, Kepala Disdukcapil, Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota, perwakilan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), unsur Kejaksaan Negeri, serta sejumlah pejabat instansi terkait lainnya.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement