Ikuti Kami :

Disarankan:

Refleksi Hari Disabilitas 2025, Kota Tasikmalaya Berupaya Tingkatkan Kualitas Hidup Anak Berkebutuhan Khusus

Selasa, 02 Desember 2025 | 13:52 WIB
Refleksi Hari Disabilitas 2025, Kota Tasikmalaya Berupaya Tingkatkan Kualitas Hidup Anak Berkebutuhan Khusus
Refleksi Hari Disabilitas 2025, Kota Tasikmalaya Berupaya Tingkatkan Kualitas Hidup Anak Berkebutuhan Khusus. Foto: Tian K.

Paguyuban Pegiat Disabilitas Kota Tasikmalaya (Papeditas) menyelenggarakan Forum Group Discussion (FGD) di Ballroom Hotel Horison, Kecamatan Cihideung, pada Selasa (2/12/2025) pagi.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com - Paguyuban Pegiat Disabilitas Kota Tasikmalaya (Papeditas) menyelenggarakan Forum Group Discussion (FGD) di Ballroom Hotel Horison, Kecamatan Cihideung, pada Selasa (2/12/2025) pagi. Kegiatan ini dibuka oleh Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra, dan mengangkat tema “Meriah Mimpi Dalam Keterbatasan Bergerak Bersama Wujudkan Kota Tasikmalaya Inklusif Disabilitas.”

FGD yang digelar bekerja sama dengan Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tasikmalaya dan Hotel Horison tersebut dihadiri unsur Forkopimda serta anak-anak berkebutuhan khusus yang tergabung dalam Papeditas. Sejumlah narasumber turut hadir, di antaranya Kadinsos Kota Tasikmalaya H. Budy Rachman, Direktur Taman Jingga Ipa Zumarotul Falihah, dan praktisi hukum M. Naufal Putra.

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Disabilitas Internasional 2025. Berdasarkan data Dinsos Kota Tasikmalaya, jumlah anak berkebutuhan khusus di wilayah tersebut mencapai 2.200 orang.

Dalam kesempatan itu, Wakil Wali Kota Tasikmalaya menyampaikan apresiasinya atas terlaksananya kegiatan yang berlangsung dengan dukungan anggaran minimal.

"Saya sangat bersyukur, karena bisa dibilang ini tidak asa banyak anggaran APBD yang keluar, bahkan non badgeter," ujar Diky kepada wartawan.

Ia juga menyoroti potensi besar yang dimiliki anak-anak berkebutuhan khusus, terutama dalam bidang kreatif.

"Saya lihat anak-anak yang berkebutuhan ini memiliki keahlian luar biasa dan mereka ditempatkan di pembuatan konten dan segala macam editing," katanya.

Lebih lanjut, Diky mendorong Dinsos serta Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) untuk menyiapkan pelatihan yang relevan dan sesuai dengan kebutuhan di Kota Tasikmalaya.

"Kedepan Dinsos dan Disnaker harus bisa melakukan pelatihan dan saya suda WA disesuaikan dengan kondisi yang ada di Kota Tasikmalaya," tegasnya.

Ia menambahkan bahwa beberapa perusahaan di Kota Tasikmalaya telah merekrut penyandang disabilitas sebagai tenaga kerja.

"Iya benar, ada beberapa yang sudah merekrut pekerja dari anak-anaknya," ujar Diky.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement