Ikuti Kami :

Disarankan:

Kronologi Lansia di Mangkubumi yang Ditemukan Tewas Tergantung Diduga Akibat Komplikasi Penyakit

Kamis, 04 Juni 2026 | 19:35 WIB
Kronologi Lansia di Mangkubumi yang Ditemukan Tewas Tergantung Diduga Akibat Komplikasi Penyakit
Kronologi Lansia di Mangkubumi yang Ditemukan Tewas Tergantung Diduga Akibat Komplikasi Penyakit. Foto: Kristian.

Pihak kepolisian dari Polsek Mangkubumi Polres Tasikmalaya Kota akhirnya membeberkan kronologi dan hasil penyelidikan awal terkait kasus penemuan mayat pria yang tewas tergantung di dalam rumahnya, wilayah Kelurahan Cigantang, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com — Pihak kepolisian dari Polsek Mangkubumi Polres Tasikmalaya Kota akhirnya membeberkan kronologi dan hasil penyelidikan awal terkait kasus penemuan mayat pria yang tewas tergantung di dalam rumahnya, wilayah Kelurahan Cigantang, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya. Insiden yang terjadi pada Kamis (4/6/2026) sore tersebut dipastikan murni sebagai aksi nekat mengakhiri hidup akibat frustrasi menghadapi penyakit yang menahun.

Kapolsek Mangkubumi, Iptu Ipan Faisal, menjelaskan bahwa jajaran personelnya langsung bergerak cepat ke lokasi kejadian sesaat setelah menerima laporan resmi dari masyarakat. Petugas tiba di tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan evakuasi serta memulai proses penyelidikan mendalam atas peristiwa yang sempat menggegerkan warga Cigantang tersebut.

Menurut keterangan dari Iptu Ipan Faisal, pihak Kepolisian Sektor Mangkubumi pertama kali mendapatkan laporan mengenai insiden gantung diri tersebut pada sekira pukul 16.30 WIB. Begitu petugas tiba di lokasi, kondisi korban ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan posisi yang sangat memprihatinkan.

"Kami langsung ke TKP, dan betul di sana ada korban, sudah tergantung. Terima laporan jam 16.30 WIB. Kasus ini dalam penyelidikan," kata Iptu Ipan Faisal saat memberikan konfirmasi kepada awak media pada Kamis (4/6/2026) malam.

Lebih lanjut, Kapolsek mengungkapkan identitas pria paruh baya tersebut yang diketahui memiliki inisial A dan berusia 54 tahun. Korban selama ini tinggal di rumah tersebut bersama sang istri. Namun, saat detik-detik peristiwa tragis itu terjadi, korban dipastikan berada di dalam rumah seorang diri lantaran sang istri sedang pergi keluar untuk mencari nafkah.

Iptu Ipan Faisal membenarkan bahwa sosok yang pertama kali mendapati kondisi mengenaskan korban adalah istrinya sendiri. Petaka itu terungkap tepat di saat sang istri baru saja melangkahkan kaki memasuki rumah setelah pulang dari tempatnya bekerja.

"Ini berpenghuni, suami istri, namun sebelum kejadian di dalam cuma sendiri yaitu korban, karena istrinya sedang bekerja. Awal kejadian, pas istri korban masuk diketemukan korban sudah tergantung, posisi di kusen pintu masuk kedua," ucap Iptu Ipan secara rinci mengenai posisi penemuan jasad korban.

Berdasarkan hasil olah TKP, korban nekat mengakhiri hidupnya dengan menggunakan seutas tali tambang yang dikaitkan pada bagian atas kusen pintu. Setelah proses evakuasi dan pemeriksaan luar selesai dilakukan oleh tim identifikasi, jasad korban langsung diserahkan kembali kepada pihak keluarga untuk diproses secara adat dan dimakamkan dengan layak.

Mengenai motif di balik tindakan nekat ini, pihak kepolisian memastikan bahwa korban tidak memiliki persoalan sosial maupun masalah keluarga lainnya selama hidup. Berdasarkan sinkronisasi keterangan dari pihak keluarga besar serta kesaksian pengurus lingkungan setempat, korban diketahui mengalami tekanan psikologis akibat kondisi kesehatannya yang terus memburuk dan sering sakit-sakitan.

Hal senada turut diperkuat oleh pernyataan dari Sat Linmas wilayah Kelurahan Cigantang, Didin, yang mengenal baik sosok korban semasa hidupnya. Didin membenarkan bahwa korban sudah menderita komplikasi penyakit parah selama beberapa tahun terakhir, bahkan sering kali keluar masuk fasilitas kesehatan untuk menjalani perawatan medis.

"Memang yang saya tahu dia itu sakit-sakitan, beberapa tahun sakit, keluar masuk rumah sakit, pakai tali tambang. Jadi tadi waktu bunuh diri mungkin tidak ada yang tahu, istrinya ke rumah, udah kejadian, tidak ada masalah, cuma sakit kambuh terus, punya riwayat jantung sama lambung," pungkas Didin memberikan kesaksian penutup.

 

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement