Ikuti Kami :

Disarankan:

Revolusi Kurikulum Kontekstual: Prodi Manajemen Unsil Bedah Potensi Ekonomi Tasikmalaya Lewat Ngulisik

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:51 WIB
Revolusi Kurikulum Kontekstual: Prodi Manajemen Unsil Bedah Potensi Ekonomi Tasikmalaya Lewat Ngulisik
Revolusi Kurikulum Kontekstual: Prodi Manajemen Unsil Bedah Potensi Ekonomi Tasikmalaya Lewat Ngulisik. Foto: Istimewa

Selama ini, bagi sebagian besar mahasiswa, mata kuliah Teori Investasi dan Portofolio adalah hal yang identik dengan deretan angka di proyektor redup, kurva yang membingungkan, dan tebalnya buku teks yang sanggup membuat mata terjatuh sebelum sempat mencapai bab terakhir.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Selama ini, bagi sebagian besar mahasiswa, mata kuliah Teori Investasi dan Portofolio adalah hal yang identik dengan deretan angka di proyektor redup, kurva yang membingungkan, dan tebalnya buku teks yang sanggup membuat mata terjatuh sebelum sempat mencapai bab terakhir.

Namun, pada Senin (4/5/2026) Jurusan Manajemen Unsil Tasikmalaya berkolaborasi dengan GIBEI FEB Unsil dan Himpunan Mahasiswa Manajemen (MSO) Universitas Siliwangi (Unsil) memutuskan untuk merobek pakem kuno tersebut lewat dosen pengampu mata kuliah.

Mereka tidak membawa mahasiswa ke dalam ruang seminar yang kaku, melainkan ke atas Bus Ngulisik, ikon transportasi wisata Tasikmalaya yang berwarna cerah. Di sanalah, sebuah "pesta intelektual" dimulai.

Bukan Sekadar Jalan-Jalan, Tapi Bedah Aset

Begitu mesin bus menderu, atmosfer di dalam kabin langsung berubah. 48 mahasiswa yang awalnya nampak terbebani oleh bayang-bayang Ujian Akhir Semester (UAS), tiba-tiba bertransformasi menjadi barisan analis muda yang tajam. 

Di bawah bimbingan Dosen Pengampu, Tine Badriatin, S.Sos., M.Si., M.M, yang berfikir visioner, bus tersebut disulap menjadi ruang kelas bergerak dalam Kota Tasikmalaya. Dari balik jendela bus, pemandangan kota bukan lagi sekadar latar belakang. Pasar tradisional yang hiruk-pikuk, gang-gang seni yang estetis, hingga pusat kuliner legendaris diperlakukan sebagai subjek audit investasi.

"Lihat gedung itu! Kalau kita hitung nilai intrinsiknya sebagai aset wisata sejarah, berapa Return on Investment (ROI)-nya dalam sepuluh tahun ke depan?" teriak salah satu mahasiswa di tengah diskusi yang memanas. 

Debat sengit pun pecah. Mereka tidak lagi bicara teori abstrak. Mereka bicara tentang potensi uang, risiko cuaca terhadap bisnis agro wisata, hingga bagaimana warisan budaya takbenda bisa menjadi diversifikasi portofolio yang anti-inflasi.

Inisiatif dari Akar Rumput

Muhammad Faisal Luthfy, salah satu anggota dari MSO, terlihat tak bisa menyembunyikan binar matanya. Baginya, kegiatan ini adalah cara untuk membuktikan bahwa mahasiswa Unsil tidak hanya jago di atas kertas.

"Kami ingin mahasiswa 'gila' dalam artian positif. Kita sering belajar portofolio global tapi lupa bahwa di bawah kaki kita di Tasikmalaya ini ada harta karun ekonomi yang luar biasa. Ngulisik adalah jembatannya," ungkap Faisal, sambil memantau antusiasme rekan-rekannya.

Kejutan tidak berhenti di situ. Jajaran struktural Prodi Manajemen, termasuk R. Lucky Radi Rinandiyana, S.E., M.Si., ikut terjun langsung ke lapangan. Dia menegaskan bahwa metode belajar kontekstual seperti ini adalah senjata rahasia Unsil untuk mencetak lulusan yang relevan dengan zaman. Menurutnya, menghafal teori tanpa menyentuh realitas hanya akan menghasilkan sarjana yang gagap saat terjun ke dunia industri.

Sentuhan Emas Sang Nahkoda

Sebagai pengampu mata kuliah sang nahkoda pembelajaran ini, Tine Badriatin, S.Sos., M.Si., M.M memandang perjalanan 90 menit ini sebagai sebuah kesuksesan besar. Baginya, melihat mahasiswa mampu mengaitkan konsep Net Present Value (NPV) dengan proyek fesyen batik lokal atau menilai stabilitas ekonomi dari sektor kuliner adalah sebuah pencapaian emosional.

"Saya bangga melihat mereka berubah menjadi analis yang holistik," tutur Tine. "Investasi bukan selalu tentang angka di bursa efek. Investasi pintar itu dimulai dari pemahaman terhadap potensi lokal. Hari ini, mereka belajar untuk tidak meremehkan apa yang ada di dekat mereka," sambungnya. 

Epic Ending: Membawa Pulang Ide, Bukan Beban

Saat bus akhirnya parkir kembali di titik awal, wajah-wajah lelah yang terlihat di pagi hari telah berganti dengan senyum penuh determinasi. Mereka turun dari bus bukan membawa beban hafalan untuk UAS, melainkan ransel yang penuh dengan ide-ide gila tentang masa depan ekonomi Tasikmalaya.

Seorang mahasiswi, Fika Fatma, sempat berceletuk sebelum pulang, "Dulu saya pikir investasi itu membosankan seperti film dokumenter lama. Tapi hari ini, investasi terasa seperti film action penuh plot twist dan sangat nyata di depan mata," ungkap Fika. 

Perjalanan Ngulisik Portofolio ini telah membuktikan satu hal. Di tangan pendidik yang tepat dan organisasi mahasiswa yang kreatif, belajar bisa menjadi lebih menyenangkan daripada sekadar karaoke atau jalan-jalan biasa. Unsil Tasikmalaya baru saja menaikkan standar bagaimana seharusnya pendidikan tinggi dijalankan dengan hati, dengan kaki di bumi, dan dengan mata yang menatap masa depan.

 

 

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement