Ikuti Kami :

Disarankan:

Ribuan Guru Madrasah Demo di Bale Kota Tasikmalaya, Kritisi Pengangkatan SPPG Jadi PPPK

Senin, 26 Januari 2026 | 14:22 WIB
Ribuan Guru Madrasah Demo di Bale Kota Tasikmalaya, Kritisi Pengangkatan SPPG Jadi PPPK
Ribuan Guru Madrasah Demo di Bale Kota Tasikmalaya, Kritisi Pengangkatan SPPG Jadi PPPK. Foto: NewsTasikmalaya.com

Ribuan guru madrasah di Kota Tasikmalaya menggelar aksi unjuk rasa di depan Bale Kota Tasikmalaya, Senin (26/1/2026). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kritik terhadap kebijakan pemerintah terkait pengangkatan pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dinilai lebih diprioritaskan menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Ribuan guru madrasah di Kota Tasikmalaya menggelar aksi unjuk rasa di depan Bale Kota Tasikmalaya, Senin (26/1/2026). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kritik terhadap kebijakan pemerintah terkait pengangkatan pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dinilai lebih diprioritaskan menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), sementara banyak guru madrasah yang telah mengabdi belasan tahun masih berstatus honorer.

Dengan membawa spanduk dan poster tuntutan, para tenaga pendidik ini menyuarakan aspirasi mereka agar pemerintah lebih adil dalam menerapkan kebijakan pengangkatan PPPK. Para guru menilai, pengabdian mereka di dunia pendidikan selama bertahun-tahun seharusnya menjadi pertimbangan utama dalam proses pengangkatan status kepegawaian.

Salah seorang orator dalam aksi tersebut menegaskan bahwa para guru tidak menolak program pemerintah, namun menuntut keadilan dan perlakuan yang setara. “Hari ini kita menyampaikan aspirasi kita, keinginan kita. Kita bukan tidak mendukung program pemerintah. Kita menginginkan keadilan,” ujarnya lantang di hadapan massa aksi.

Dalam aksi tersebut, Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Chandra, hadir menemui para pengunjuk rasa. Ia menyampaikan bahwa pemerintah daerah siap menampung dan meneruskan aspirasi para guru kepada pemerintah pusat, mengingat kebijakan PPPK merupakan kewenangan pemerintah pusat.

“Pada intinya, saya sebagai pemerintah tidak bisa berbuat banyak, apalagi seorang wakil. Tapi saya siap menyampaikan aspirasinya. Saya tidak ingin kebijakan pemerintah pusat menjadi adu domba di daerah,” kata Diky Chandra di hadapan massa aksi.

Sementara itu, Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, tidak tampak hadir menemui para guru dalam aksi unjuk rasa tersebut. Ketidakhadiran orang nomor satu di Kota Tasikmalaya itu turut menjadi sorotan para peserta aksi.

Para guru madrasah berharap, aspirasi yang mereka sampaikan dapat segera ditindaklanjuti dan menghasilkan kebijakan yang lebih berpihak pada tenaga pendidik yang telah lama mengabdi demi kemajuan pendidikan, khususnya di Kota Tasikmalaya.

Massa aksi pun merasa kecewa lantaran pimpinan DPRD Kota Tasikmalaya tidak hadir menghadapi para guru dalam menyampaikan aspirasnya.

Aksi unjuk rasa berlangsung tertib dengan pengawalan aparat kepolisian. Hingga berita ini diturunkan, ribuan guru madrasah masih bertahan di depan Bale Kota Tasikmalaya untuk menunggu respons lebih lanjut dari pemerintah daerah.

 

 

 

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement