Ikuti Kami :

Disarankan:

Sambut Hari Koperasi ke-79, Dekopin Canangkan Revitalisasi Tugu Koperasi di Kota Tasikmalaya

Sabtu, 25 Juli 2026 | 20:59 WIB
Sambut Hari Koperasi ke-79, Dekopin Canangkan Revitalisasi Tugu Koperasi di Kota Tasikmalaya
Sambut Hari Koperasi ke-79, Dekopin Canangkan Revitalisasi Tugu Koperasi di Kota Tasikmalaya. Foto: Kristian.

Dekopin mengagendakan pencanangan Revitalisasi Tugu Koperasi di Kota Tasikmalaya pada Minggu (26/7/2026) sebagai momen merawat sejarah Kongres Pertama Koperasi 1947.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Rangkaian peringatan Hari Koperasi ke-79 yang jatuh pada bulan Juli 2026 diwarnai dengan momen bersejarah berupa pencanangan Revitalisasi Tugu Koperasi di Kota Tasikmalaya. Tugu tersebut merupakan tapak sejarah pelaksanaan Kongres Pertama Koperasi Indonesia pada 12 Juli 1947 silam.

Ketua Harian Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin), Ir. Priskhianto, M.B.A., menyampaikan bahwa pencanangan revitalisasi ini merupakan bagian dari aspirasi gerakan koperasi nasional untuk menghidupkan kembali roh dan semangat perjuangan para pendiri gerakan koperasi. Processi pencanangan revitalisasi Tugu Koperasi dijadwalkan berlangsung pada Minggu (26/7/2026).

"Upaya memasukkan pencanangan Revitalisasi Tugu Koperasi sebagai bagian dari agenda Hari Koperasi ke-79 merupakan murni aspirasi gerakan koperasi Indonesia. Kita ingin tetap menghidupkan semangat gerakan saat pelaksanaan Kongres Pertama digelar di Kota Tasikmalaya," ujar Priskhianto dalam konferensi pers di salah satu hotel di Jalan HZ Mustofa, Kota Tasikmalaya, Sabtu (25/7/2026) malam.

Menurut Priskhianto, Kongres Pertama pada tahun 1947 melahirkan sejumlah keputusan penting bagi perjalanan bangsa. Di antaranya penetapan tanggal 12 Juli sebagai Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) serta pembentukan Sentral Organisasi Koperasi Rakyat Indonesia (SOKRI), yang kini bertransformasi menjadi Dekopin.

Guna menyalakan kembali nilai-nilai luhur tersebut, Dekopin menekankan pentingnya penguatan pendidikan dan penyuluhan secara berkelanjutan bagi para anggota koperasi di seluruh Nusantara.

"Salah satu amanat penting Kongres Pertama Koperasi adalah tersusunnya Rencana dan Penyuluhan Koperasi. Pembinaan Dekopin harus difokuskan melalui jalur pendidikan anggota secara intensif," ungkapnya.

Ia menegaskan, upaya membangun kesadaran dan kemandirian ekonomi bersama rakyat hanya dapat diwujudkan melalui fondasi pendidikan yang demokratis serta berlandaskan asas kekeluargaan.

Dalam kesempatan tersebut, Priskhianto juga mengingatkan rekam jejak dan sejarah perjuangan para tokoh koperasi asal Jawa Barat, seperti Niti Sumantri, Kastura, dan K.H. Luqman Hakim. Di tengah berkecamuknya perang kemerdekaan, para pejuang ekonomi rakyat ini tetap gigih menyelenggarakan kongres di Tasikmalaya.

Bahkan, para tokoh tersebut rela bertolak menuju Yogyakarta demi menemui Wakil Presiden Mohammad Hatta (Bung Hatta), R.S. Soeria Atmadja, serta Margono Djojohadikoesoemo guna mengonsolidasikan gerakan ekonomi rakyat.

"Semangat kejuangan itulah yang harus terus kita pelihara dan pertahankan. Kobaran semangat Kongres Pertama harus tetap menjadi pemicu kemajuan gerakan koperasi masa kini," tegasnya.

Priskhianto berharap seluruh insan koperasi yang tergabung dalam Dekopin di seluruh Indonesia senantiasa menjaga persatuan dan merawat semangat perjuangan demi mewujudkan cita-cita ekonomi Indonesia merdeka sesuai amanat Pasal 33 UUD 1945.

"Dengan memberikan penghormatan serta apresiasi setinggi-tingginya kepada para pendiri Dewan Koperasi Indonesia, hendaknya seluruh anggota Dekopin tetap solid menjaga persatuan demi mewujudkan kedaulatan ekonomi nasional," pungkasnya.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement