TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com — Menjelang peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) yang jatuh pada 12 Juli mendatang, Sekretaris Kementerian Koperasi RI (Sesmenkop), Ahmad Zabadi, melakukan kunjungan kerja strategis ke Tugu Koperasi di Jalan Moh. Hatta, Kota Tasikmalaya, Senin (1/6/2026).
Setibanya di lokasi bersejarah tersebut, Ahmad Zabadi langsung disambut oleh Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Tasikmalaya Diky Candra, Plh Sekda Hanafi, serta sejumlah kepala dinas terkait di lingkungan Pemerintah Kota Tasikmalaya.
Dalam kunjungan tersebut, Ahmad Zabadi didampingi jajaran pemkot berkeliling memantau langsung kondisi fisik dan fasilitas yang ada di area Tugu Koperasi.
"Pak Sesmen keliling kawasan koperasi seluas kurang lebih 1 hektar memantau lokasi," ujar Plh Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra, kepada NewsTasikmalaya.com, Senin (1/6/2026) malam.
Diky menjelaskan, agenda utama kedatangan Sesmenkop RI ini adalah untuk meninjau kelayakan dan memastikan kesiapan infrastruktur. Pemerintah Pusat tengah mempertimbangkan agar puncak peringatan Harkopnas tahun ini tidak hanya berpusat di ibu kota, melainkan bisa diselenggarakan juga di Kota Tasikmalaya sebagai kota kelahiran koperasi.
"Namun apakah bisa di Kota Tasikmalaya atau tidaknya, kami Pemkot akan segera dapat kabar," tutur Diky.
Selain membahas kesiapan Harkopnas, Diky Candra membeberkan adanya rencana besar dari Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) yang ingin menetapkan kawasan Tugu Koperasi Tasikmalaya sebagai situs cagar budaya resmi.
Pihak Pemkot Tasikmalaya pun berharap momen Harkopnas nanti bisa disatukan dengan agenda pencanangan kawasan cagar budaya tersebut. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat identitas sejarah koperasi yang sangat melekat di Tasikmalaya.
* Pemaparan Konsep: Konsep dasar pengembangan area ini sudah dipaparkan kepada Kepala Dinas terkait dan diperkuat oleh Plh Sekda Hanafi.
* Kultur Kuat: Tasikmalaya memiliki kultur gotong royong dan rekam jejak embrio koperasi yang sangat kuat.
* Analogi Prestasi: Diky menganalogikannya dengan tokoh ikonik daerah, seperti bulu tangkis yang identik dengan Susy Susanti, atau musik dangdut religi dengan H. Rhoma Irama. Tasikmalaya adalah ikon utama bagi sejarah koperasi Indonesia.
Diky menegaskan bahwa pembicaraan mengenai revitalisasi dan pengembangan Tugu Koperasi bukanlah wacana baru. Secara historis, penetapan Hari Koperasi Nasional setiap tanggal 12 Juli didasarkan pada momentum pelaksanaan Kongres Koperasi Pertama yang digelar di Kota Tasikmalaya.
"Bahkan Tugu Koperasi pun ada di Kota Tasikmalaya. Lahirnya Inpres No. 9 dari Kopdes (Koperasi Desa) ke Kopkel (Koperasi Kelurahan) pun diawali dari Kota Tasikmalaya," jelas Diky.
Kebijakan mengenai Koperasi Kelurahan tersebut, lanjut Diky, lahir karena secara administratif Kota Tasikmalaya tidak memiliki wilayah pedesaan melainkan kelurahan. Lahirnya regulasi Kopkel ini pun dinilai sebagai "hadiah khusus" dari Presiden RI untuk mengakomodasi struktur wilayah Kota Tasikmalaya demi kemajuan ekonomi kerakyatan setempat.