Ikuti Kami :

Disarankan:

Sampah Menumpuk di Sejumlah Titik, DLH Kota Tasikmalaya Sampaikan Permohonan Maaf

Selasa, 12 Mei 2026 | 10:37 WIB
Sampah Menumpuk di Sejumlah Titik, DLH Kota Tasikmalaya Sampaikan Permohonan Maaf
Sampah Menumpuk di Sejumlah Titik, DLH Kota Tasikmalaya Sampaikan Permohonan Maaf. Foto: Kristian.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tasikmalaya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat terkait adanya penumpukan sampah di beberapa titik dalam sepekan terakhir. Meski terjadi keterlambatan, DLH memastikan bahwa saat ini proses penanganan sampah sedang dilakukan secara terencana dan bertahap.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tasikmalaya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat terkait adanya penumpukan sampah di beberapa titik dalam sepekan terakhir. Meski terjadi keterlambatan, DLH memastikan bahwa saat ini proses penanganan sampah sedang dilakukan secara terencana dan bertahap.

Kabid Pengelolaan Sampah DLH Kota Tasikmalaya, Fery Arif Maulana, menyampaikan langsung permohonan maaf tersebut pada Selasa (12/5/2026) pagi. Ia menegaskan bahwa pihak dinas terus berupaya menuntaskan tumpukan sampah yang ada di ruang publik.

"Pertama kami mohon maaf kepada masyarakat atas penumpukan sampah di beberapa titik. Insyaallah beberapa hari ini kami melakukan penanganan secara bertahap," ujar Fery Arif Maulana.

Berdasarkan data terkini, tumpukan sampah di TPS 3R Dadaha yang sebelumnya meluber kini mulai melandai. Setelah menyelesaikan titik tersebut, fokus pengangkutan kini dialihkan ke Pasar Cikurubuk, yang tercatat sebagai salah satu lokasi dengan volume sampah terbesar. Selain itu, pembersihan di kawasan SL Tobing dan Depo Pasar Lama dilaporkan telah selesai dilakukan.

Fery memberikan gambaran mengenai besarnya volume sampah yang harus ditangani. Di TPS 3R Dadaha saja, volume sampah diperkirakan mencapai 120 kubik, atau setara dengan 20 rit pengangkutan menggunakan armada berkapasitas 6 kubik per rit. Jumlah ini diprediksi jauh lebih besar untuk kawasan Pasar Cikurubuk.

Terkait kendala di lapangan, Fery mengakui bahwa keterbatasan jumlah armada menjadi tantangan utama. Namun, pihaknya terus mengoptimalkan armada yang tersedia serta melakukan perawatan rutin agar pelayanan tetap berjalan.

"Ketika ada kendaraan yang mogok, kami langsung meng-cover dengan armada lain agar pelayanan tetap berjalan," pungkasnya.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement