Ikuti Kami :

Disarankan:

Sektor Jasa Keuangan di Wilayah OJK Tasikmalaya Tetap Stabil, Kredit dan Investasi Tumbuh Positif

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:12 WIB
Watermark
Kantor OJK Tasikmalaya. Foto: NewsTasikmalaya.com/Heru Rukanda

Otoritas Jasa Keuangan Tasikmalaya menyampaikan kondisi Industri Jasa Keuangan (IJK) di wilayah kerja Priangan Timur hingga Maret 2026 tetap stabil dan terjaga di tengah pertumbuhan ekonomi nasional yang masih positif.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Otoritas Jasa Keuangan Tasikmalaya menyampaikan kondisi Industri Jasa Keuangan (IJK) di wilayah kerja Priangan Timur hingga Maret 2026 tetap stabil dan terjaga di tengah pertumbuhan ekonomi nasional yang masih positif.

Dalam keterangan resminya pada 21 Mei 2026, OJK Tasikmalaya menyebut sektor perbankan, pasar modal, hingga Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) menunjukkan perkembangan yang cukup baik sepanjang triwulan pertama tahun 2026.

Kinerja Perbankan Priangan Timur Tumbuh Positif

Kinerja sektor perbankan di wilayah Priangan Timur tercatat masih mengalami pertumbuhan. Hingga Maret 2026, aset perbankan tumbuh sebesar 3,78 persen secara year on year (yoy) menjadi Rp3,27 triliun.

Selain itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat 6,91 persen (yoy) menjadi Rp2,37 triliun, sementara penyaluran kredit tumbuh 1,89 persen (yoy) menjadi Rp1,06 triliun.

OJK Tasikmalaya juga menyebut fungsi intermediasi perbankan masih berjalan dengan baik dan berkelanjutan, ditandai dengan tingkat Non Performing Loan (NPL) yang tetap berada dalam batas aman dan terkendali.

"Berdasarkan jenis penggunaannya, kredit investasi menjadi sektor dengan pertumbuhan tertinggi, yakni mencapai 14,96 persen (yoy). Sementara kredit konsumsi tumbuh sebesar 5,35 persen (yoy). Di sisi lain, kredit modal kerja mengalami kontraksi sebesar 7,41 persen (yoy)," ungkap Kepala OJK Tasikmalaya Nofa Hermawati.

Peningkatan pembiayaan investasi dinilai sejalan dengan meningkatnya optimisme pelaku usaha serta pertumbuhan ekonomi regional Jawa Barat dan Priangan Timur yang relatif terjaga pada awal tahun 2026.

Kredit Rumah Tangga dan Perdagangan Mendominasi

Berdasarkan sektor ekonomi, penyaluran kredit terbesar masih didominasi sektor rumah tangga sebesar 44,67 persen. Posisi berikutnya ditempati sektor perdagangan besar dan eceran sebesar 23,71 persen.

Kemudian disusul kredit kepada sektor bukan lapangan usaha lainnya sebesar 8,55 persen, sektor pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar 6,17 persen, serta sektor industri pengolahan sebesar 5,85 persen.

Sementara itu, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di wilayah Priangan Timur hingga Maret 2026 tercatat mencapai Rp9,43 triliun dengan total 11.670 debitur.

Kabupaten Garut menjadi daerah dengan penyaluran KUR terbesar, yakni Rp541 miliar untuk 9.759 debitur. Disusul Kabupaten Tasikmalaya sebesar Rp430 miliar dengan 8.097 debitur.

Selanjutnya Kabupaten Sumedang sebesar Rp324 miliar, Kabupaten Ciamis Rp321 miliar, Kota Tasikmalaya Rp202 miliar, Kabupaten Pangandaran Rp94 miliar, dan Kota Banjar sebesar Rp43 miliar.

Adapun sektor dominan penerima KUR berasal dari perdagangan besar dan eceran sebesar Rp670,41 miliar, kemudian sektor pertanian, perburuan dan kehutanan sebesar Rp481,38 miliar, serta sektor real estate, usaha persewaan dan jasa perusahaan sebesar Rp393,03 miliar.

Investor Pasar Modal di Priangan Timur Meningkat

Dari sisi pasar modal, jumlah investor di wilayah Priangan Timur juga mengalami pertumbuhan signifikan hingga akhir Maret 2026.

Jumlah Single Investor Identification (SID) saham tercatat mencapai 227.013 atau tumbuh 36,55 persen (yoy). Sementara SID reksa dana mencapai 676.246 atau meningkat 76 persen (yoy).

Untuk SID Surat Berharga Negara (SBN), pertumbuhannya mencapai 29,63 persen (yoy) menjadi 17.327 SID.

Seiring meningkatnya jumlah investor, nilai transaksi saham di Priangan Timur juga melonjak signifikan menjadi Rp1,402 triliun atau tumbuh sebesar 124,83 persen dibanding periode sebelumnya.

Kinerja IKNB dan Edukasi Keuangan Terus Diperkuat

Pada sektor Industri Keuangan Non-Bank (IKNB), OJK Tasikmalaya mencatat outstanding pembiayaan pergadaian tumbuh signifikan sebesar 24,57 persen (yoy) menjadi Rp6,62 miliar.

Selain itu, outstanding pembiayaan perusahaan modal ventura meningkat 7,89 persen menjadi Rp505,32 miliar. Sedangkan perusahaan pembiayaan tumbuh 4,71 persen menjadi Rp5,29 triliun.

Di bidang edukasi dan pelindungan konsumen, sepanjang triwulan I tahun 2026, OJK Tasikmalaya telah melaksanakan 20 kegiatan edukasi keuangan dengan total 10.991 peserta.

Kegiatan tersebut menyasar berbagai segmen masyarakat mulai dari pelajar, mahasiswa, perempuan, ibu rumah tangga, profesional hingga penyandang disabilitas.

OJK Tasikmalaya juga mengoptimalkan program edukasi berbasis multiplier effect, seperti Training of Trainers bagi penyuluh agama di Kota Tasikmalaya dan Kabupaten Ciamis, hingga kolaborasi edukasi keuangan generasi muda bersama Paguyuban Mojang Jajaka Kabupaten Banjar dan Kabupaten Tasikmalaya.

Sementara dalam aspek pelindungan konsumen, sebanyak 494 pengaduan masyarakat di sektor jasa keuangan telah ditindaklanjuti dengan tingkat penyelesaian mencapai 96,76 persen.

Layanan Sistem Informasi Keuangan (SLIK) OJK juga mencatat 2.921 permintaan layanan, terdiri dari 1.826 layanan tatap muka (walk in) dan 1.095 layanan daring.

OJK Tasikmalaya menegaskan akan terus mendorong penguatan tata kelola, manajemen risiko, inovasi, dan digitalisasi sektor jasa keuangan guna memperluas akses keuangan serta meningkatkan literasi masyarakat di wilayah Priangan Timur. 

 

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement