TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com — Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tasikmalaya Kota bergerak cepat memeriksa istri dari Fiqri Legi Ansori (25), pemuda yang jasadnya ditemukan tersangkut di bebatuan Sungai Citanduy, Kecamatan Purbaratu. Pemeriksaan intensif ini dilakukan langsung di RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya pada Selasa (19/5/2026) malam.
Langkah kepolisian memintai keterangan sang istri menjadi pintu masuk utama dalam penyelidikan. Polisi berupaya merunut kronologi aktivitas terakhir korban sebelum akhirnya ditemukan tak bernyawa dengan luka robek di bagian atas kepala.
Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota, AKP Herman Saputra, menjelaskan bahwa keterangan dari pihak istri sangat krusial untuk memetakan motif atau latar belakang kepergian korban dari Bandung menuju Tasikmalaya.
"Kami langsung memintai keterangan kepada istri korban untuk bahan penyelidikan mendalam. Kami mencecar sejumlah pertanyaan terkait kapan tepatnya korban berangkat dari rumah, apakah ada permasalahan pribadi tertentu sebelum pergi, dan informasi penting lainnya," ujar AKP Herman Saputra di RSUD dr. Soekardjo, Selasa (19/5/2026) malam.
Berdasarkan keterangan awal yang digali dari sang istri, Fiqri yang sehari-hari bekerja di Bandung tersebut sempat pamit untuk bertolak ke Tasikmalaya pada hari Kamis. Namun, memasuki hari Jumat, korban mendadak putus komunikasi secara misterius.
"Menurut info awal dari istrinya, korban lost contact sejak hari Jumat. Hal ini yang sedang kami dalami, apa yang terjadi dan dengan siapa korban bertemu selama rentang waktu tersebut," tambah AKP Herman.
Proses pemeriksaan ini dilakukan sesaat setelah istri korban bersama pihak keluarga tiba dari Bandung sekira pukul 21.00 WIB. Kedatangan mereka di kamar mayat diwarnai isak tangis histeris saat melihat kondisi jasad Fiqri yang sudah membengkak dan menghitam akibat terendam air sungai.
Di dalam ruang tindakan, sang istri berhasil memastikan dan meyakini bahwa jasad tersebut adalah suaminya setelah mengenali pakaian yang dikenakan korban, terutama baju serta cincin yang masih melingkar di jarinya.
Keterangan dari istri korban ini nantinya akan disinkronkan dengan hasil penyelidikan lapangan dan hasil visum tim medis. Polisi saat ini masih menaruh perhatian besar pada temukan bekas luka di kepala bagian atas Fiqri.
"Sejauh ini kita masih berkoordinasi dengan dokter forensik untuk menganalisis apakah meninggalnya korban akibat penganiayaan atau kecelakaan. Bekas luka di kepala atas menjadi objek analisa kita, apakah akibat dari benda tumpul atau benda tajam yang dilakukan oleh orang lain," tegas AKP Herman.
Pihak kepolisian pun mengimbau kepada masyarakat luas yang sempat melihat atau berinteraksi dengan Fiqri antara hari Kamis hingga jasadnya ditemukan, untuk segera melapor guna membantu polisi menyatukan teka-teki kematian pemuda tersebut.