TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Seni tradisi adiluhung Sunda, Wayang Golek, sukses menjadi magnet utama yang menyedot perhatian ribuan pasang mata di wilayah Priangan Timur. Ribuan warga dari Kabupaten Garut, Ciamis, Pangandaran, Kota Banjar, hingga Tasikmalaya berbondong-bondong memadati lapangan Markas Komando (Mako) Batalyon D Pelopor Satbrimob Polda Jabar, Jalan Raya Manonjaya-Cineam, Kecamatan Cineam, Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (10/7/2026) malam.
Kehadiran lautan manusia ini demi menyaksikan kepiawaian lingkung seni legendaris Giri Harja 3 Putra yang dipimpin oleh sang maestro, Ki Dalang Yogaswara Sunandar Sunarya, S.I.Kom. Pergelaran seni budaya ini dikemas dalam tajuk "Pesta Rakyat" guna memperingati Hari Bhayangkara ke-80 dan Milangkala Kabupaten Tasikmalaya ke-394.
Pertunjukan sakral ini dibuka secara simbolis melalui penyerahan tokoh pewayangan "Abimanyu" oleh Komandan Batalyon (Danyon) D Pelopor Kompol Ajang Suhendar, S.E., M.M., bersama tokoh budaya Jawa Barat Irjen Pol (Purn) Anton Charliyan (Abah Anton) kepada Ki Dalang Yogaswara di atas panggung.
Dalam sambutannya, Komandan Batalyon (Danyon) D Pelopor Satbrimob Polda Jabar, Kompol Ajang Suhendar, S.E., M.M., menegaskan bahwa pemilihan wayang golek sebagai menu utama Pesta Rakyat bukanlah tanpa alasan. Menurutnya, wayang golek memiliki kedekatan emosional yang kuat dengan masyarakat Sunda sekaligus sarat akan nilai-nilai kehidupan.
"Sengaja kami menghadirkan pergelaran wayang golek ini sebagai bentuk rasa syukur sekaligus penghormatan tertinggi terhadap kebudayaan bangsa. Wayang bukan sekadar tontonan hiburan malam, tetapi juga sebuah tuntunan yang mengajarkan nilai-nilai kejujuran, keberanian, kepemimpinan, persatuan, dan pengabdian," ujar Kompol Ajang, Jumat (10/7/2026) malam.
Ia menambahkan, karakter positif dalam dunia pewayangan tersebut sangat selaras dengan semangat dan marwah Bhayangkara yang dituntut bertugas secara profesional sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Melalui media budaya ini, Polri ingin merajut kemitraan yang harmonis dan merawat kepercayaan publik secara humanis.
Daya pikat magis dari suara tetabuhan gamelan salendro dan kelakar jenaka khas cepot-dawala malam itu tidak hanya membius masyarakat umum, melainkan juga sukses menyatukan para pejabat lintas sektoral.
Tampak hadir di deretan kursi undangan utama, Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Andi Purwanto, S.I.K., M.H., Bupati Tasikmalaya yang diwakili oleh Asda 2, serta sejumlah unsur Forkopimda dan tokoh adat Priangan Timur. Momentum kebersamaan di bawah panggung wayang ini diharapkan mampu mengikis ego sektoral demi menjaga stabilitas keamanan daerah.
Selain menyajikan pertunjukan wayang di malam hari, denyut kemeriahan di Mako Brimob Cineam sebenarnya sudah dimulai sejak pagi dengan adanya Bazar UMKM kuliner kreatif lokal. Tak hanya itu, di sela-sela persiapan pergelaran wayang, jajaran kepolisian juga menggelar aksi bakti sosial berupa pemberian tali asih kepada anak-anak yatim dari Desa Pasir Batang (Manonjaya) dan Desa Ancol (Cineam).
Melalui momentum adiluhung ini, Ki Dalang Yogaswara Sunandar Sunarya berhasil membuktikan bahwa eksistensi wayang golek tetap kokoh melintasi zaman, mampu menjadi media pemersatu antara jajaran kepolisian, pemerintah daerah, dan rakyat, sekaligus menjadi kado kebudayaan yang indah di Hari Bhayangkara ke-80 serta Hari Jadi Kabupaten Tasikmalaya ke-394.