TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com — Perum Perhutani KPH Tasikmalaya menggelar kegiatan tabur benih pinus sebagai langkah strategis dalam mengawali persiapan musim tanam tahun 2026.
Aksi tabur benih pinus tersebut dipusatkan di persemaian Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Sodong, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Taraju, Desa Jayaguna, Kecamatan Sodonghilir, Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (21/10/2026).
Administratur/KKPH Tasikmalaya, Iwan Yuliawan Sunarya, menyampaikan bahwa agenda ini merupakan bagian integral dari persiapan menghadapi musim tanam tahun 2026 sekaligus upaya nyata mendukung ketersediaan bibit tanaman kehutanan berkualitas.
Iwan menegaskan, persiapan musim tanam perlu dimatangkan sejak tahap pembibitan di persemaian agar pelaksanaan penanaman di lapangan nantinya dapat berjalan secara optimal. Menurutnya, ketersediaan bibit unggul merupakan salah satu faktor paling krusial dalam mendukung keberhasilan pengelolaan hutan secara berkelanjutan.
Ia memaparkan, tahapan tabur benih pinus menjadi fase penting dalam proses pembiakan. Benih yang telah ditabur akan melalui tahapan pemeliharaan intensif hingga siap menjadi bibit unggul yang siap ditanam sesuai rencana pengelolaan hutan.
"Persiapan musim tanam harus dilakukan dengan baik sejak dari persemaian. Melalui kegiatan tabur benih pinus ini, kami berupaya memastikan kesiapan bibit untuk mendukung kegiatan penanaman. Kami juga mengharapkan dukungan seluruh jajaran dan masyarakat agar upaya menjaga kelestarian hutan dapat berjalan secara berkesinambungan," ungkap Iwan.
Iwan menambahkan, selain menjamin ketersediaan bibit, penaburan benih ini diproyeksikan untuk menyiapkan regenerasi tegakan hutan secara terencana dan terukur.
"Proses pembibitan yang dilakukan dengan baik diharapkan dapat menghasilkan tanaman berkualitas untuk mendukung pengelolaan hutan yang produktif dan lestari," katanya.
Melalui kegiatan di persemaian RPH Sodong ini, Perhutani KPH Tasikmalaya mempertegas komitmennya dalam menyongsong musim tanam 2026 lewat pola pembibitan terencana yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat desa hutan.
"Diharapkan, langkah ini dapat mendukung keberhasilan penanaman serta menjaga keberlanjutan fungsi hutan bagi lingkungan dan generasi mendatang," harapnya.
Sinergi Bersama LMDH Jaya Mekar dan Tokoh Masyarakat
Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini turut melibatkan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Jaya Mekar dan tokoh masyarakat setempat sebagai wujud sinergi harmonis antara Perhutani dan warga sekitar kawasan hutan. Kolaborasi ini menjadi pilar penting dalam membangun kesadaran kolektif terhadap kelestarian lingkungan.
Tokoh masyarakat Desa Jayaguna, Iing, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas pelaksanaan kegiatan tabur benih pinus yang merangkul warga lokal. Ia berharap sinergi ini kian memperkuat hubungan kerja sama dalam menjaga kelestarian kawasan hutan.
"Kami menyambut baik kegiatan ini karena kelestarian hutan merupakan tanggung jawab bersama. Kami berharap masyarakat terus dilibatkan dalam kegiatan pembibitan, penanaman, dan pemeliharaan hutan. Dengan kerja sama yang baik, hutan dapat tetap terjaga dan memberikan manfaat bagi lingkungan serta masyarakat sekitar," ujar Iing.
Jajaran teknis dan petugas lapangan KPH Tasikmalaya turut mengawal pelaksanaan kegiatan sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing. Koordinasi erat antara petugas persemaian, pengelola hutan, serta masyarakat diharapkan mampu menjamin keberhasilan proses pembibitan hingga tahap penanaman di lahan.
Turut hadir dalam perhelatan tersebut Kepala Seksi Madya Produksi dan Ekowisata, Kepala Seksi Madya Pembinaan Sumber Daya Hutan (SDH) KPH Tasikmalaya, Asper/KBKPH Taraju, KRPH Sodong, petugas lapangan, LMDH Jaya Mekar, serta tenaga alih daya.