Ikuti Kami :

Disarankan:

Prabowo Tegaskan Swasembada Pangan dan Energi, Indonesia Disiapkan Hadapi Krisis Global

Kamis, 22 Oktober 2026 | 08:55 WIB
Prabowo Tegaskan Swasembada Pangan dan Energi, Indonesia Disiapkan Hadapi Krisis Global
Prabowo Tegaskan Swasembada Pangan dan Energi, Indonesia Disiapkan Hadapi Krisis Global. Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr

Presiden Prabowo Subianto menegaskan swasembada pangan dan kemandirian energi sebagai strategi memperkuat ketahanan nasional di tengah ketidakpastian global.

JAKARTA, NewsTasikmalaya.com - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa swasembada pangan dan kemandirian energi menjadi fondasi penting untuk memperkuat ketahanan nasional di tengah ketidakpastian global. Pemerintah berupaya memastikan kebutuhan pokok masyarakat dapat dipenuhi dari sumber daya dalam negeri tanpa bergantung sepenuhnya pada negara lain.

Melansir laman presidenri.go.id, (22/10/2026) penegasan tersebut disampaikan Prabowo saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna bertajuk Dua Tahun Pertama Pemerintahan Kerja Nyata untuk Negeri di halaman tengah Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Dalam kesempatan itu, Prabowo mengungkapkan rasa syukur karena kondisi pangan Indonesia masih terkendali. Menurutnya, kemampuan memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri merupakan salah satu capaian penting pemerintah dalam menghadapi berbagai tantangan internasional.

“Di tengah kita lihat dunia penuh tantangan, kita masih bersyukur, masih bersyukur bahwa kita relatif dalam keadaan baik. Pangan kita terkendali, prestasi kita yang paling utama antara lain kita swasembada pangan,” ujar Prabowo.

Presiden menilai ketersediaan pangan tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan sehari-hari masyarakat, tetapi juga menyangkut keamanan dan kedaulatan negara. Dalam situasi krisis global, negara yang bergantung pada impor berisiko mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan rakyatnya, sekalipun memiliki kemampuan finansial.

“Dalam waktu cepat, saudara-saudara, pangan itu menentukan. Karena sekarang pangan bisa menjadi senjata. Dalam keadaan krisis kita punya uang pun mungkin kita tidak bisa beli beras dari negara lain,” tuturnya.

Swasembada Pangan Jadi Modal Hadapi Perubahan Iklim

Prabowo juga menyoroti kemampuan Indonesia menjaga ketahanan pangan di tengah tantangan cuaca, termasuk kekeringan panjang pada periode 2025–2026.

Menurutnya, pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi untuk menghadapi fenomena iklim, seperti El Niño dan La Niña. Persiapan tersebut diperlukan agar produksi dan ketersediaan pangan nasional tetap terjaga ketika kondisi cuaca berpotensi mengganggu sektor pertanian.

“Kita bersyukur kita sudah swasembada pangan. Di musim yang sangat sulit, 25-26 kekeringan cukup panjang kita bisa swasembada. El Nino kita hadapi, nanti ada La Nina kita hadapi. Tapi kita sudah punya kontijensi-kontijensi,” kata Prabowo.

Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya kesiapan pemerintah dalam menghadapi risiko perubahan iklim. Upaya menjaga produksi pangan dinilai perlu berjalan beriringan dengan penguatan sistem antisipasi agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dalam berbagai kondisi.

Prabowo Dorong Pengembangan Biodiesel dan Etanol

Selain swasembada pangan, Presiden Prabowo menempatkan kemandirian energi sebagai agenda strategis pemerintah. Hal ini dinilai semakin penting di tengah kenaikan harga minyak dunia yang berpotensi memberikan tekanan terhadap kebutuhan energi nasional.

Prabowo menyebut Indonesia memiliki beragam sumber energi yang dapat dikembangkan, mulai dari batu bara hingga panas bumi atau geothermal. Pemerintah juga mendorong pemanfaatan bahan bakar nabati untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak (BBM).

“Harga minyak dunia naik dan akan naik. Kita bersyukur kita punya sumber-sumber energi lain yang cukup banyak. Batu bara kita masih banyak, geotermal kita banyak. Yang terutama kita bisa buat diesel solar dari tanaman. Biodiesel kita nanti akan sangat membantu kita,” ungkapnya.

Salah satu langkah yang disoroti adalah pengembangan biodiesel dan etanol sebagai alternatif bahan bakar. Prabowo menyampaikan bahwa Indonesia telah mencapai B50 dan akan melanjutkan peningkatan campuran etanol secara bertahap.

Pemerintah berharap pengembangan etanol dapat bergerak dari E10 menuju E20, kemudian mencapai E50 dalam beberapa tahun mendatang sesuai tahapan yang disampaikan Presiden.

“Kita sudah mencapai B50, dan kita sekarang akan berjuang untuk etanol menjadi etanol E50. Mungkin tahun ini kita baru bisa mencapai E10. Mungkin 2 tahun lagi kita akan berharap mencapai E20. Dan 2 tahun sesudah itu kita berharap kita akan mencapai E50. Pada saat kita E50 dan B50 kita insyaallah tidak perlu impor BBM lagi dari luar,” ujar Prabowo.

Pengembangan bahan bakar nabati tersebut diarahkan untuk memperbesar pemanfaatan sumber daya domestik sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional. Meski demikian, realisasi target tersebut tetap bergantung pada kesiapan produksi, infrastruktur, dan pelaksanaan program secara bertahap.

Presiden Minta Kabinet Terus Bekerja dan Siap Berhemat

Dalam sidang kabinet tersebut, Prabowo turut menyampaikan apresiasi kepada jajaran menteri dan anggota kabinet atas kerja keras selama menjalankan tugas pemerintahan.

Ia mengingatkan bahwa masa pemerintahan berlangsung selama lima tahun sehingga setiap anggota kabinet memiliki peran sesuai tahapan dan prioritas kerja yang telah ditetapkan.

“Intinya saudara-saudara, dalam pembukaan ini saya terima kasih dengan kerja keras saudara-saudara sekalian. Sebagaimana saya sampaikan dari awal pemerintahan kita tidak semua pemain akan kita mainkan di awal,” ucapnya.

Prabowo juga menegaskan bahwa pemerintah masih menghadapi berbagai tantangan yang harus dijawab melalui kerja nyata. Ia meminta seluruh jajaran tetap memiliki keberanian, semangat pengorbanan, dan keteguhan dalam menjalankan agenda pembangunan.

Bahkan, Presiden membuka kemungkinan penerapan penghematan yang lebih besar apabila situasi mengharuskannya.

“Kita tidak takut. Kita punya kekuatan, kita punya keberanian, dan kita rela berkorban, dan kita tidak mengenal menyerah. Kalau perlu, kita adakan penghematan besar-besaran, kita lebih hemat lagi nanti,” tegas Prabowo.

Arahan tersebut menjadi penegasan bahwa pemerintah ingin memperkuat kemampuan Indonesia dalam memenuhi kebutuhan pangan dan energi melalui potensi yang dimiliki sendiri.

Di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian, swasembada pangan dan kemandirian energi ditempatkan sebagai bagian penting dari strategi menjaga kedaulatan negara. Pemerintah berharap Indonesia semakin mampu memenuhi kebutuhan rakyat, mengurangi ketergantungan dari luar negeri, serta mewujudkan pembangunan yang mandiri dan berkelanjutan.

 

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin