TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – SMK Bina Putera Nusantara (BPN) Kota Tasikmalaya kembali menyelenggarakan Perkemahan Masa Tamu (Permata) 2026 bagi peserta didik baru kelas X. Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian akhir Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tersebut digelar selama dua hari, 7-8 Agustus 2026, dengan mengusung tema Berbeda Budaya Tetap Satu Tujuan.
Menariknya, untuk kedua kalinya kegiatan Permata dilaksanakan di lingkungan sekolah. Meski tidak dilakukan di alam terbuka seperti perkemahan pada umumnya, seluruh konsep dan nilai yang ingin ditanamkan kepada siswa tetap dipertahankan.
Kepala SMK BPN Kota Tasikmalaya, Sri Pujiani, mengatakan bahwa pelaksanaan kegiatan di area sekolah bertujuan untuk mengoptimalkan sarana dan prasarana yang tersedia sekaligus membantu peserta didik baru lebih mengenal lingkungan sekolah.
“Pelaksanaan Permata di sekolah memberikan kesempatan kepada siswa untuk lebih dekat dengan lingkungan belajar mereka. Selain itu, fasilitas yang ada dapat dimanfaatkan secara maksimal,” ujar Sri saat ditemui di sela kegiatan, Jumat (7/8/2026).
Menurutnya, Permata merupakan program pembinaan karakter yang dirancang untuk memperkuat mental, kedisiplinan, serta membangun rasa kebersamaan di antara siswa baru. Meskipun lokasi pelaksanaannya berbeda, substansi kegiatan tetap sama seperti perkemahan yang digelar di luar sekolah.
Jika biasanya peserta bermalam di dalam tenda, kali ini mereka menempati ruang kelas yang telah dibagi berdasarkan kelompok masing-masing. Hal tersebut tidak mengurangi semangat peserta dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Selama dua hari pelaksanaan, siswa mendapatkan berbagai materi dan aktivitas edukatif. Hari pertama diisi dengan apel pembukaan, pelatihan baris-berbaris, materi kebangsaan dari TNI, kegiatan kepramukaan, pentas kreativitas, fashion show, khitobah, hingga malam api unggun yang menjadi salah satu momen paling ditunggu peserta.
Sementara pada hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan olahraga pagi, hiking, bakti sosial, permainan kelompok, serta edukasi dan simulasi penanganan keadaan darurat yang dibawakan oleh Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Tasikmalaya.
Tahun ini, SMK BPN Kota Tasikmalaya menerima sekitar 180 siswa baru kelas X, meningkat dibandingkan jumlah peserta didik baru pada tahun sebelumnya. Melalui Permata, pihak sekolah ingin membangun karakter siswa sejak awal mereka memasuki dunia pendidikan menengah kejuruan.
Sri menjelaskan, terdapat tiga nilai utama yang menjadi fokus pembinaan dalam kegiatan tersebut, yakni kebersamaan, kemandirian, serta kedisiplinan dan tanggung jawab.
Selain melibatkan tenaga pendidik dan pembina internal sekolah, kegiatan ini juga menggandeng sejumlah pihak eksternal. Koramil Indihiang memberikan pembekalan mengenai kedisiplinan dan wawasan kebangsaan, sedangkan Damkar Kota Tasikmalaya memberikan edukasi mengenai mitigasi bencana dan penanganan situasi darurat.
Menurut Sri, kolaborasi tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih komprehensif bagi siswa baru sehingga mereka tidak hanya berkembang secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat.
“Kami berharap siswa memiliki mental yang tangguh, mampu beradaptasi dengan lingkungan sekolah, serta memiliki kedisiplinan yang baik sebagai bekal dalam proses pembelajaran maupun kehidupan sehari-hari,” katanya.
Melalui Permata 2026, SMK BPN Kota Tasikmalaya berupaya membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul dalam kompetensi kejuruan, tetapi juga memiliki karakter positif, jiwa kepemimpinan, serta semangat kebersamaan yang kuat di tengah keberagaman budaya dan latar belakang peserta didik.